April 2, 2008
Mencurigai Suami
Tanya:
Pengasuh Yth. Sejak berita yang menyebutkan bahwa sudah ada penduduk Pontianak yang terinfeksi HIV perasaan saya selalu gelisah. Saya takut anggota keluarga saya tertular HIV. Bukan hanya itu saya sering bertengkar dengan suami karena saya sering bertanya kalau dia pulang malam. Saya takut suami saya kencan dengan perempuan lain sehingga dia tertular HIV.
Yang ingin saya ketahui: (1) Bagaimana caranya mengetahui seseorang sudah terinfeksi HIV? (2) Apakah penularan HIV bisa melalui makanan dan udara? (3) Saya juga ingin tahu penyebab penularan HIV secara keseluruhan.
Bukan hanya saya yang resah dengan adanya berita soal HIV di Pontianak, beberapa tetangga saya juga mengalami hal yang sama. Masalahnya, karena orang yang terinfeksi HIV tidak disebutkan nama dan alamat rumahnya. Karena itu: (4) Saya sangat mengharapkan penjelasan tentang ciri-ciri orang yang terinfeksi HIV. Saya juga ingin tahu: (5) HIV itu sejenis penyakit apa? (6) Apakah orang kelihatan bopeng atau bagaimana? (7) Ataukah badannya kurus seperti orang TBC?
Wi, Pontianak
Jawab:
Kita tidak hanya gelisah kalau di daerah kita ada penduduk yang terdeteksi HIV-positif karena tidak ada satu pun tempat di muka bumi ini yang bebas HIV/AIDS. Ke mana pun kita pergi di dunia ini tetap ada kasus HIV/AIDS. (1) Kita tidak bisa mengetahui apakah seseorang sudah tertular HIV hanya dari kondisi fisiknya. Yang bisa kita lakukan adalah dengan menimbang-nimbang perilakunya. Kalau seseorang perilakunya berisiko tinggi maka dia pun berisiko tinggi pula tertular HIV.
Perilaku berisiko tinggi tertular HIV adalah (a) melakukan hubungan seks penetrasi yakni penis masuk ke vagina (heteroseks), seks oral dan seks anal di dalam atau di luar ikatan pernikahan yang sah serta homoseks tanpa kondom dengan pasangan yang berganti-ganti, (b) melakukan hubungan seks penetrasi yakni penis masuk ke vagina (heteroseks), seks oral dan seks anal di dalam atau di luar ikatan pernikahan yang sah serta homoseks tanpa kondom dengan seseorang yang suka berganti-ganti pasangan (seperti dengan pekerja seks perempuan atau waria), (c) menerima transfusi darah yang tidak diskrining HIV, dan (d) memakai jarum suntik, jarum tindik, jarum akupunktur, jarum tattoo dan alat-alat kesehatan secara bersama-sama dengan bergiliran.
(2) Penularan HIV hanya melalui cairan darah, air mani (sperma tidak mengandung HIV) dan cairan vagina. HIV hanya bisa hidup di darah, air mani dan cairan vagina. Di luar cairan ini HIV akan mati. HIV juga tidak bisa melepaskan diri dari darah, air mani dan cairan vagina. Jadi, penularan HIV hanya bisa terjadi jika ada darah, air mani atau cairan vagina yang mengadung HIV masuk ke dalam tubuh melalui hubungan seks (di dalam atau di luar nikah) yang tidak memakai kondom, jarum suntik atau transfusi darah.
(3) Penularan HIV hanya terjadi seperti cara di atas (2).
(4) Tidak ada ciri-ciri atau gejala-gejala yang khas pada diri seseorang yang sudah tertular HIV sebelum mencapai masa AIDS (antara 5 – 10 tahun setelah tertular HIV). Tapi, ingat biar pun tidak ada ciri-ciri atau gejala pada diri seseorang yang sudah tertular HIV dia sudah bisa menularkan HIV kepada orang lain melalui hubungan seks yang tidak memakai kondom, transfusi darah, serta jarum suntik, jarum tindik, jarum tattoo dan alat-alat kesehatan.
(5) HIV adalah virus. Virus yang lain ada virus influenza, hepatitis B dan hepatitis C, dll. Sedangkan AIDS adalah kondisi kesehatan seseorang yang sudah tertular HIV yang ditandai dengan infeksi oportunistik, seperti diare, ruam, TB, dll. Jadi, AIDS bukan penyakit tapi cacat kekebalan tubuh dapatan yang terjadi karena daya tahan tubuh dirusak oleh HIV.
(6) Tidak ada gejala yang khas pada diri atau fisik seseorang yang HIV-positif. Gejala-gejala pada masa AIDS, seperti ruam, diare, kurus, dll. juga terjadi pada orang dengan penyakit lain.
(7) Tidak ada kaitan langsung antara seseorang yang HIV-positif dengan TBC. Tapi, orang-orang yang HIV-positif akan lebih mudah tertular TBC karena daya tahan tubuhnya rendah. Sebaliknya orang yang mengidap TBC juga lebih mudah tertular HIV melalui perilaku berisiko.
Team Pengasuh
Sumber : Pontianak Post Online
Tags: Mencurigai Suami, Pontianak Post Online, Team Pengasuh






Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.