April 9, 2008
Rematik Pada Bayi
Masalah :
Dokter,saya seorang ibu muda berusia 26 tahun. Putri kami baru berusia 8 bulan. Kata dokter anak kami ini terkena rematik. Bila lutut kirinya disentuh, dia akan menangis nyaring. Apakah mungkin, karena keturunan dok? Ibu saya dan saya juga menderita rematik.
Terima kasih banyak dok.
Vega – Bogor
Jawaban :
Bayi, anak-anak, remaja hingga nenek-nenek bisa terkena rematik. Rematik kelompok Juvenile Rheumatoid Arthritis yang biasa menyerang bayi dan anak-anak di bawah usia 16 tahun.
Ada rematik jenis tertentu yang cuma bisa menyerang di usia 20an. Salah satu keluhan adalah: sakit pinggang dalam waktu lama, bisa 3 bulan lebih. Padahal penderita tak pernah bekerja berat. Keluhan lainnya nyeri di persendian, tangan bersisik, mata memerah.
Gejala awal berupa: nyeri, kaku, bengkak, kesemutan di kaki, tangan, dan alat gerak lainnya. Nyeri rematik, hampir sama dengan keseleo, namun rematik dibarengi peradangan di persendian, serta kulit memerah.
Penyebab dari rematik: untuk rematik jenis tertentu, disebabkan faktor keturunan. Penyebab lainnya: Asam Urat, Infeksi, Pengapuran, Kekebalan tubuh.
Kelebihan asam urat terjadi karena gangguan sistem metabolisme tubuh. Untuk kadar normal asam urat pada wanita 4-6 mg/ 100 cc. Untuk laki-laki: 5-7 mg/ 100 cc. Dalam kondisi kadar asam urat tinggi, dapat menimbulkan pengendapatan dalam darah. Sehingga terbentuk kristal asam urat dalam jaringan, biasanya terjadi di sendi. tubuh menganggap endapan itu sebagai benda asing yang harus diserang. Sehingga timbul peradangan dan rasa nyeri.
Infeksi terjadi karena virus dan kuman yang bersifat patogen masuk ke dalam tubuh. Mereka masuk melalui luka , dan masuk ke dalam sendi.
Pengapuran terjadi pada penderita gangguan kelenjar gondok dan kencing manis, keropos tulang. Gejalanya muncul pada tulang dan otot.
Sayangnya, proses pengeroposan ini tak menimbulkan rasa sakit. Kalsium yang diambil dari tulang untuk kebutuhan tubuh sehari-hari, tanpa kita sadari. Tiba-tiba kita merasakan nyeri ketika mengenakan pakaian.
Rematik terjadi karena gangguan fungsi kekebalan tubuh. Ini akibat sel kekebalan tubuh terlalu aktif. Rematik jenis ini menyerang banyak sendi. Biasanya yang terkena adalah jari-jari tangan. Jari terasa nyeri, kaku, terlihat meradang dan susah digerakkan.
Penyakit ini awalnya dari infeksi tenggorokan. Ini akibat kuman masuk ke dalam tubuh. Tubuh berusaha membunuh kuman. Namun, struktur kuman ini mirip dengan struktur otot jantung, sehingga bisa masuk ke jantung. Sehingga mengganggu kerja jantung dan mengakiatkan kelainan katup jantung. Biasa menyerang anak usa 5-15 tahun.
PENGOBATAN
1. Jangan Sembarangan Minum Obat
Sering kali penderita menganggap sepele rematik. Sehingga membeli obat di pasaran. Terlalu sering mengkonsumsi obat akan berbahaya, resiko menderita ginjal dan lambung. Segeralah konsultasi ke dokter, sehingga penyebab rematik ini bisa diatasi.
2. Istirahat
Ketika persendian dan otot nyeri dan meradang, sebaiknya penderita istirahat. Agar sendi tak terbebani. Jika lutut yang sakit, jangan jalan-jalan.
3. Disiplin Minum Obat
Sering kali pasien malas untuk minum obat.
4. Terapi Pijat yang Tepat.
Massage membuat tubuh lebih bugar, aliran darah kembali lancar.
5. Terapi Air Panas
Mengompres bagian tubuh yang sakit, membuat otot bisa bergerak kembali.
6. Terapi Berjalan Tanpa Beban
Tubuh yang berat membuat penderita merasakan nyeri, karena tertumpu di bagian kaki. Terapi berjalan tampa beban membuat pasien bisa menggerakkan otot kaki tanpa rasa nyeri.
7. Mengonsumsi Asam Lemak Omega-3
Ancaman rematik dapat diminalkan dengan banyak mengkonsumsi kacang-kacangan dan minyak ikan yang mengandung omega-3, juga berkhasiat menyehatkan jantung ini. Omega-3 ini mampu menetralkan kelebihan zat lemak si penyebab radang sendi. Kelenturan sendi pun terjaga.
Omega-3 juga baik dikonsumsi mereka yang terlanjur rematik. Fungsinya mencegah pembengkakan sendi dan menahan pengikisan lapisan tulang rawan. Karena juga bermanfaat mengurangi rasa sakit serta turut memperbaiki kesehatan sendi, omega-3 turut membantu mengurangi ketergantungan pada obat-obatan pain killer.
dr. Ryan Thamrin
Sumber : Wanita Indonesia
Tags: Dr. Ryan Thamrin, Rematik Bayi, wanita indonesia






Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.