November 2, 2007
Berat Berlebih Ketika Hamil
Masalah :
Dokter, saya berusia 32 tahun, sedang mengandung anak kedua, usia kandungan baru menjelang 2 bulan. Saya agak khawatir dengan pertambahan bobot saya kelak terlalu banyak sehingga sulit untuk menjadi langsing.
Waktu melahirkan anak pertama saja bobot saya naik hingga 15 kilogram dan setelah melahirkan sulit sekali turun. Saya hanya berhasil menurunkan sekitar 7 kilogram.
Bayi pertama saya lahir 3 kg 1 ons. Apakah kehamilan kedua ini berat badan saya akan sama naiknya? Saya takut nanti tubuh saya bertambah bundar.
Bagaimana mencegah kenaikan bobot yang terlalu besar, namun bayi tetap dalam bobot yang normal?
Terima kasih atas perhatian Dokter.
Ny. Martina di Bandung
Jawaban :
Ibu Martina yang terhormat.
Kenaikan berat badan selama kehamilan sering merupakan masalah, karena dapat memengaruhi hasil persalinan. Kenaikan berat badan yang ideal pada ibu hamil berbeda pada tiap individu, antara lain karena berat badan asal (lebih tepatnya tergantung indeks masa tubuh/BMI-Body Mass Index).
Cara menghitung indeks masa tubuh adalah berat badan (dalam kilogram) dibagi oleh kuadrat tinggi badan (dalam meter). Misalnya, ibu berberat badan asal sebelum hamil 68 kilogram, sedangkan tinggi badan ibu adalah 165 centimeter (1,65 meter). BMI ibu adalah 68 : (1,65) 2 = 24,98.
Dari perhitungan tersebut, BMI digolongkan ke dalam 3 kelompok, yakni berat badan kurang dari normal (BMI < 18,5 = underweight); Berat badan normal (BMI antara 18,5-24,9); Berat badan berlebih (BMI antara 25 - 29,9 = overweight) dan Obesitas (BMI > 30).
Apabila BMI ibu normal (BMI 18,5 - 24,9), selama hamil diharapkan kenaikan BB ideal antara 11 - 13 kg. Apabila berat badan ibu kurang (BMI<18,5) berat badan boleh naik antara 13 - 20 kg. Sedangkan apabila BMI asal Ibu berlebih (25-29,9) kenaikan 7 sampai 11 kilogram selama hamil sudah cukup. Apalagi pada Ibu yang asalnya obese (BMI >30), ibu tidak boleh bertambah berat badannya lebih dari 7 kilogram.
Umumnya berat badan ibu hamil hanya naik sedikit pada tiga bulan pertama (1 - 2 kg saja, bahkan ada yang turun dulu berat badannya). Kenaikan berat badan ibu hamil umumnya terjadi mulai bulan ke-4 dan meningkat cepat pada akhir kehamilan.
Kecenderungan kenaikan berat badan yang berlebihan sudah terlihat apabila dari awal kehamilan, nafsu makan ibu meningkat. Oleh karena itu, jagalah jangan makan berlebihan.
Apabila BB awal Ibu sudah obese, makan seperti sebelum hamil pun sudah cukup untuk pertumbuhan janin yang normal. Jangan makan untuk dua orang. Makanan hari-hari sebelum hamil ditambah dengan protein hewan (sepotong ikan atau daging ditambahkan pada setiap makan 3 kali makan sehari, atau segelas susu tiap hari sudah mencukupi kalori yang dibutuhkan oleh ibu hamil yang awalnya mempunyai berat badan normal.
Kecenderungan ibu hamil melonjak kenaikan berat badannya, karena nafsu makannya meningkat dan setiap saat makan camilan. Cobalah mengatur asupan makanan sehari dengan 3 kali makan, satu gelas susu, satu porsi buah-buahan dan 2 kali snack ringan yang terbagi menjadi 2 jam sekali. Makan tanpa jadwal dan pola makanan yang tidak baik sering menyebabkan berat badan (BB) berlebihan.
Akibat BB berlebihan, bukan saja menurunkannya yang sulit, tetapi juga mempunyai risiko untuk mendapat penyulit saat bersalin. Persalinan buatan (vakum, forseps atau operasi caesar) meningkat kejadiannya pada ibu yang kenaikan BB-nya berlebihan. Bayi besar lebih sering terjadi pada ibu yang obesitas. Sebaliknya bayi kecil pun (< 2.500 gram saat lahir) juga mungkin meningkat kejadiannya. Demikian pula kejadian hipertensi dalam kehamilan yang dapat mencelakakan ibu dan janin.
Karena tiap individu berbeda, konsultasikan masalah BB Ibu dengan dokter kandungan Ibu, dan mintalah saran makanan sehari-hari yang baik agar kenaikan berta badan Ibu tidak berlebihan.
Team Pengasuh
Sumber : Pikiran Rakyat
Tags: berat badan, Pikiran Rakyat Onlline, Team Pengasuh






Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.