February 1, 2008
Menghindari Komplikasi pada Penyakit Diabetes
Tanya:
Kakak ipar saya laki-laki umur 54 tahun, tahun lalu berobat dan didiagnosis menderita Diabetes. Setelah mengikuti ceramah Dokter yang bermanfaat ini, saya ingin meneruskan bahan ceramah ini kepada kakak saya. Namun ada pertanyaan saya sbb: apa saja upaya untuk menghindari atau mencegah timbulnya komplikasi pada penyakit Diabetes. Terima kasih atas jawaban Dokter.
Sunardi, Bogor
Jawab:
Untuk menjawab pertanyaan yang cukup penting tersebut berikut ini saya sampaikan penjelasan sbb:
Definisi. DM (Diabetes Mellitus) adalah keadaan gula darah tinggi (hiperglikemia) yang kronik disertai kelainan metabolik akibat kelainan sekresi insulin, kelainan kerja insulin atau keduanya.
Jumlah Penyandang DM (Diabetisi). Bangsa Kulit Putih: 3 – 6 %, tetapi ada yang 35 % Mikronesia, Polinesia. Bangsa India, Cina, Creole lebih tinggi. Indonesia : 1,5 – 2,3 %, di Manado lebih tinggi: 6 %, di Depok pada survei tahun 2001 didapat 12,8 %. Tetapi peningkatan yang mencemaskan di Indonesia adalah perkembangan masa yang akan datang: 1994 = 2,5 juta diabetisi ‡ 2003 = 5 juta ‡ pada 2025 menjadi 12 juta diabetisi!
Insulin. Gula (glukosa) merupakan bahan bakar utama bagi sel, gula darah dapat diolah berkat adanya Insulin. Gula dari darah masuk ke sel misalnya serabut otot oleh bantuan insulin, sehingga otot dapat bekerja baik, demikian juga untuk sel-sel lain. Insulin adalah zat atau hormon yang dibuat di Pankreas yaitu oleh sel Beta dari Pulau Langerhans. Ada sekitar 100.000 Pulau Langerhans di Pankreas dan tiap pulau berisi 100 sel Beta.
Jenis DM. DM dibagi dalam 2 tipe: DM Tipe 1: Pankreas tidak bisa produksi insulin karena sel Beta rusak (Insulitis), akibat reaksi Auto imun. Umumnya pada umur < 40 th (tetapi tidak selalu). DM Tipe 2: Insulin normal, tetapi jumlah reseptor kurang (misalnya Insulin adalah kunci pintu, maka lubang kunci pintu masuk sel adalah reseptornya), akibatnya gula hanya sebagian yang masuk sel, sehingga gula darah meningkat, keadaan ini disebut Resistansi Insulin. Keadaan berlanjut, Insulin diproduksi lebih banyak=Hiperinsulinisme. DM tipe 2 lebih sering timbul sesudah umur 40 th, 90 % penyandang DM adalah DM Tipe 2. Ada juga jenis ke 3 & 4: yaitu DM Tipe lain, dan DM Gestasional (Kehamilan)
Diagnosis DM. Keluhan khas DM: berkemih/BAK banyak, minum banyak, makan banyak, BB turun yang tidak diketahui sebabnya. Keluhan yang tidak khas: lemah, kesemutan, gatal, mata kabur, disfungsi ereksi, pruritus vulvae. Pemeriksaan gula darah (GD) adalah GD sewaktu: > 200 mg/dl, GD Puasa: > 126 mg/dl. Bila tidak ada keluhan DM, sebaiknya periksa ulang atau dengan TTGO = Tes Toleransi Glukosa Oral ‡ kadar > 200.
Komplikasi DM. DM menimbulkan kerusakan jangka panjang pada organ-organ sbb:
1. Ginjal: disebut Nefropati Diabetik yang dapat berakhir sebagai Gagal Ginjal.
2. Mata: Katarak, Retinopati, Glaukoma, berakhir dengan kebutaan.
3. Saraf ‡ Saraf tepi: kesemutan, rasa baal, dsb, Saraf dalam antara lain impoten.
4. Pembuluh darah: Sklerosis, bila pada otak dapat menjadi stroke, pada Jantung: Penyakit Jantung Koroner: serangan jantung, pada Kaki: Luka, Gangren / Jaringan mati / busuk.
5. Lain-lain: Dislipidemia: lemak darah: kolesterol/trigliserida tinggi. Mudah infeksi: TBC, Bisul, Infeksi Ginjal / Saluran kencing.
Kriteria Pengendalian DM. Pengobatan DM yang baik menghasilkan keadaan data-data pada tabel berikut, lihat pada kolom Baik. Perlu digarisbawahi bahwa data-data ini bukan hanya 1 – 2 kali pada awal pengobatan melainkan pada perjalanan selanjutnya, artinya perlu dipantau hal-hal tersebut secara periodik berkesinambungan.
Menghindari komplikasi DM. Bagaimana upaya menghindari komplikasi pada DM? Jalan yang terbaik adalah menjalani program pengobatan terpadu yang baik. Komplikasi atau Penyulit terjadi karena 2 faktor: 1. Faktor genetika /keturunan, umur & 2. Faktor metabolik – glukosa dan metabolit lain yang abnormal (kolesterol dsb). Faktor ad 1 tentu tidak dapat kita kendalikan. Faktor ad 2 yang harus dijaga dengan baik dalam jangka yang panjang melalui 4 Pilar pengobatan terpadu: perubahan gaya hidup antara lain: 1). Diet yang baik dan seimbang. 2). Kegiatan fisik yang cukup / Olahraga. Keduanya diharapkan menghasilkan berat badan Ideal. 3). Obat yang sesuai dan yang teratur. 4). Penyuluhan / Edukasi diabetes.
Hal-hal tsb agar didukung oleh pemantauan data (lih.Tabel 2) secara teratur dan terjaga pada kolom Baik.
Pemeriksaan pemantauan komplikasi. Pemeriksaan yang perlu untuk memantau timbulnya komplikasi antara lain: 1. Mata: periksa mata/fundus berkala setiap 6 – 12 bulan. 2. Paru: foto dada setiap 1 – 2 tahun atau kalau ada batuk kronis. 3. Jantung: periksa EKG berkala/ Treadmill exercise test setiap tahun, atau kalau ada nyeri dada. 4. Ginjal-Hipertensi: periksa protein urin, mikroalbuminuria (MAU). Bila ada hipertensi, dokter akan menggunakan terutama obat gol ACE Inhibitor atau ARB (Angiotensin Receptor Blocker). 5. Kaki: periksa kaki berkala untuk memantau komplikasi ke ginjal, pemeriksaan jantung, dsb.
Masalah berat badan. Khusus masalah Kegemukan / Obesitas, dapat digunakan alternatif 2 rumus sbb. :
1).BMI = Body Mass Index ( IMT = Indeks Massa tubuh ). Rumus = BB ( kg )/ TB (m2 ). Klasifikasi: BB Kurang = < 18,5, BB Normal = 18,5 – 22,9, BB lebih = > 23 ‡ Dengan risiko = 23 – 24,9, Obese I = 25 – 29,9, Obese II = > 30.
2).Rumus Broca: BB idaman / ideal = (TB – 100) – 10 %. Klasifikasi: BB Kurang = < 90 % BB idaman, BB Normal = 90 – 110 % BB idaman, BB Lebih = 110 – 120% BB idaman, Gemuk = > 120 % BB idaman.
Dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro - Konsultan Ginjal-Hipertensi
RS Mediros
Sumber : Sinar Harapan
Tags: Dr. Nico A. Lumenta K.Nefro, Penyakit Diabetes, Sinar Harapan






Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.