February 6, 2008
Hipertensi Cabut Gigi, Bolehkah?
Tanya:
Dokter, saya merasa trauma untuk datang ke klinik gigi, sebelum dan setelah perawatan dilakukan, bagaimana mengurangi rasa trauma ini ya dok?
(GHD, Sekadau)
Jawab:
Selain usaha aktif dari dokter gigi, sikap pasien yang selalu bertanya kepada dokter mengenai riwayat sakit gigi serta keluhannya, akan sangat membantu proses penyembuhan. Dengan begitu, kemungkinan terjadinya komplikasi akibat tindakan pada gigi bisa diminimalisasi.
Penanganan kesehatan gigi sejak dini dalam stadium ringan, memungkinkan seseorang terhindar dari komplikasi yang membahayakan. Bagi mereka yang belum mengalami sakit gigi, perawatan seperti menggosok gigi setelah makan, harus rajin dilakukan.
Apabila struktur gigi tidak beraturan, harus lebih rajin memeriksakan diri ke dokter atau memberi perhatian esktra pada kesehatan giginya. Jauhi makanan yang terlalu panas atau dingin. Gigi berlubang atau tanggal harus segera diperiksakan ke dokter, agar dapat dilakukan penanganan medis secara tuntas.
Jangan menunggu hingga muncul rasa sakit yang berlebihan karena bisa menimbulkan infeksi yang dapat memicu komplikasi. Yang lebih penting, jangan pernah menunda untuk memeriksakan gangguan gigi ke dokter, seringan apa pun. Untuk mereka yang memiliki trauma akibat berobat ke dokter gigi, ada baiknya meminta saran dokter.
Kalau tidak, mintalah untuk didampingi orang terdekat saat melakukan pemeriksaan kembali. Hal ini penting karena banyak kasus trauma masa lalu yang menyebabkan penanganan gigi jadi terlambat, semoga dapat menjawab pertanyaan anda, terimakasih.
Tanya:
Dok, saya mau cabut gigi tetapi saya mempunyai penyakit darah tinggi jadi bagaimana? (SSA, Pontianak)
Jawab:
Dalam tindakan cabut gigi biasanya menggunakan anestesi yg umumnya mengandung adrenalin yg sifatnya menyempitkan pembuluh darah (vasokonstriktor). Bisa dibayangkan kan kalau saat tensinya tinggi (aliran darahnya tinggi) lalu tiba-tiba kita anestesi atau kita buat sempit pembuluh darah, bisa-bisa pembuluh darahnya pecah.
Nah bila itu terjadi bisa menyebabkan perdarahan dan di otak bisa menyebabkan stroke. Dan itu bisa berbahaya atas keselamatan jiwa seseorang. Kapan orang yang mempunyai hipertensi bisa dicabut? Karena sepanjang hidupnya selalu hipertensi.
Seyogianya berkonsultasi dahulu dengan dokter spesialis penyakit dalam atau penyakit jantung, juga dikontrol dahulu tensinya sehingga normal setelah itu bisa dilakukan tindakan pencabutan, disisi lain hypertensi tidak ada sangkut pautnya dengan gigi yang akan dicabut.
Anda jangan membayangkan, karena darah begitu tinggi, maka kalau gigi dicabut darah akan ‘muncrat-muncrat’ kemana-mana. Pandangan ini adalah pandangan dan cerita-cerita burung yg salah tentang hipertensi itu sendiri. Justru anda harus mencabut gigi yg rusak tersebut ‘segera’.
Mengapa? Gigi yang tidak mendapat perhatian pemeliharaan adalah penyebab timbulnya penyakit hypertensi/darah tinggi, penyakit jantung, stroke. Oleh karena apa? Oleh karena bakteri yang bersarang di dalam gigi yang rusak dan tidak terpelihara, akan masuk ke dalam jalan darah, dan meneruskan bakteri yang mulanya lemah menjadi kuat ke arah bagian-bagian penting didalam tubuh kita.
Salah satunya jantung. Kalau sudah demikian, maka apa yang terjadi selanjutnya dapat kita terka, anda akan mendapat sakit jantung/heart attack, brain attack, stroke, dan hypertensi.
Pergilah kedokter gigi untuk menyelesaikannya. sebab dokter akan memberikan suntikkan kebal pada gusi anda, agar anda tidak merasakan sakit pada waktu dicabut. Setelah itu anda akan diberi tampon berisi cairan kebal, untuk menjaga kesterilan luka bekas dicabut.
Seterusnya anda bisa mengobati rasa sakit pada gusi dengan minum obat paracetamol dan sejenisnya. Oleh karena itu, kontrollah secara teratur gigi anda ke dokter gigi, dan jagalah hygienis mulut.Selebihnya anda akan terhindar dari penyakit. Terimakasih.
Team Pengasuh
Sumber : Pontianak Post Online
Tags: Cabut Gigi, Pontianak Post Online, Team Pengasuh






Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.