April 13, 2008
Tidur di Pagi Hari
Masalah :
Dokter Ryan yang baik,
Aku dan suami mengalami masalah dengan tidur. Suami saya baru bisa tidur di pagi hari. Sedangkan saya mudah sekali tidur, namun sering mengalami gangguan saat tidur. Yakni sulit bernafas. Hingga kadang suami saya sering membangunkan saya pada saat terserang sulit bernafas pada saat tidur. Yang saya tanayakan, bagaimana cara agar suami bisa mudah tidur dan bagaimana menghilangkan kesulitan nafas saya di saat tidur? Terimakasih
Floratina
jl. Raya Setu, Cilangkap, Jakarta Timur
Jawaban :
Nampaknya suami Anda punya masalah kebiasaan tidur yang berbeda dari orang kebanyakan. Sayang tak Anda ceritakan di sini, penyebab suami punya kebiasaan tidur di pagi hari. Mungkin, karena pekerjaan suami yang bisa berangkat siang, memungkinkan suami untuk punya kebiasaan tidur di pagi hari. Bagaimanapun, tidur di malam hari lebih baik di siang hari. Lebih baik suami Anda mulai mengatur waktu tidurnya. Cobalah hindari mengkonsumi kopi di malam hari. Lakukan olahraga teratur, agar bisa tidur nyenyak di malam hari.
Kondisi yang Anda alami saat ini yakni berhenti bernafas sejenak dalam keadaan tidur ada beraneka. Ada yang lama dan ada yang sebentar, ada yang teratur tetapi ada juga yang berubah-ubah. Kondisi ini biasanya disebut dengan OSA (Obstructive Sleep Apnoe).
Penelitian yang dilakukan oleh rumah sakit umum Singapura memperlihatkan , 15 persen orang Singapura yang berusia 30 sampai 60 tahun mempunyai kesulitan tidur karena suatu sebab tunggal yakni sleep apnoe. Sleep apnoe diartikan sebagai suatu jangka waktu dimana seseorang berhenti bernafas ketika sedang tidur.
Orang-orang dengan sleep apnoe biasanya tidak mendapatkan oksigen yang cukup ketika tidur. Dapat mengakibatkan kerusakan otak, tekanan darah tinggi, stroke, serangan jantung, dan diabetes melitus. Lebih parah lagi adalah bila Anda kerap kali terbangun di malam hari, megap-megap saat mengambil napas, atau merasa sesak.
Bila seperti itu kejadiannya, mungkin saja Anda menderita obstructive sleep apnoe (OSA). OSA timbul ketika saluran pernapasan di dalam hidung dan atau mulut tersumbat. Akibatnya, udara tidak dapat mengalir masuk atau keluar dari hidung dan mulut.
Adapun ciri-ciri orang terkena OSA :
1. Saat tidur terdapat keadaan seperti berikut ;
- Mengorok
- Jeda bernafas
- Sesak/megap-megap
- Banyak berkeringat
- Pening di malam hari
- Tidur tidak nyenyak
- Insomnia (sulit tidur)
- Tetap lelah ketika bangun
- Terbangun dengan sakit dada, nafas pendek.
2. Di siang hari ;
- Sakit kepala di pagi hari
- Mengantuk di siang hari
- Mempunyai masalah daya ingat dan konsentrasi
- Depresi dan mudah tersinggung
Adapun beberapa hal yang sering ditemukan pada orang dengan sleep apnoe:
1. Kegemukan, leher yang pendek dan gemuk
2. Penyempitan rongga hidung
3. Wajah lebar, rahang sempit
4. Langit-langit mulut panjang dan lunak, lidah besar
5. Tekanan darah tinggi
6. Mempunyai riwayat masalah jantung, stroke
7. Diabetes melitus.
Untuk itulah dianjurkan beberapa saran bagi para penderita dalam penanganan masalah OSA yakni :
1. Mengurangi berat badan
2. Berolahraga
3. Menjauhi alkohol
4. Pola tidur teratur
5. Pembedahan (bedah hidung, palatoplasti, pengecilan lidah, memajukan rahang).
Sebaiknya, Anda memeriksakan terlebih dahulu kondisi Anda ke dokter ahli seperti dokter spesialis syaraf sehingga Anda dapat memperoleh penjelasan yang lebih akurat dalam mengatasi keluhan Anda saat ini. Terima kasih, semoga bermanfaat.
dr. Ryan Thamrin
Sumber : Wanita Indonesia
Tags: Dr. Ryan Thamrin, Sleep Apnoe, wanita indonesia






Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.