April 16, 2008
Pelupa Setelah Operasi
Masalah :
Assalamualaikum Wr Wb
Saya seorang pensiunan berusia 61 tahun. Sekitar empat bulan yang lalu menjalani operasi by pass jantung. Hasil operasi baik. Namun ada satu masalah yang cukup mengganggu saya saat ini. Rasanya saya menjadi lebih pelupa, yang sebelumnya tidak pernah saya alami. Saya sering lupa di mana meletakkan barang-barang, juga lupa akan suatu kejadian yang baru saya alami.
Saya juga mengalami kesulitan saat membaca, karena untuk mengerti apa yang saya baca, saya membutuhkan waktu lebih lama untuk mencernanya. Apakah ini berhubungan dengan operasi jantung yang saya jalani atau memang karena saya sudah makin tua?
Terima kasih atas jawaban dokter.
Muladi, Jawa Tengah
Jawaban :
Waalaikumussalam Wr Wb
Anestesi (pembiusan) dan tindakan pembedahan yang lebih dari dua jam dapat memengaruhi daya ingat jangka pendek (tiga bulan) dan kemampuan kognitif pada 10 persen pasien usia lebih dari 60 tahun. Itu kesimpulan dari para peneliti di Universitas Florida, Amerika Serikat. Untuk yang berusia 70 sampai 80 tahun, angka kejadian lebih banyak, yaitu sekitar 20 persen. Jadi, faktor penting yang memengaruhi timbulnya komplikasi pelupa adalah lama pembiusan dan usia. Jenis tindakan operasi tidak banyak memengaruhi.
Untuk operasi bedah pintas (by pass) jantung, salah satu gangguan yang dikeluhkan sesudah operasi adalah penurunan kemampuan kognitif, misalnya: lupa akan suatu kejadian, bisa kejadian yang baru (gangguan memori jangka pendek) atau yang sudah lama (gangguan memori jangka panjang) terjadi, kesulitan mencari kata-kata saat berbicara, kemampuan konsentrasi menurun saat membaca koran atau buku sehingga sulit mengerti apa yang dibaca, dan lain-lain. Keluhan ini dikemukakan oleh sekitar 7-33 persen pasien pada tiga bulan setelah operasi dan 4-33 persen pada 12 bulan setelah operasi.
Penyebabnya sampai saat ini masih menjadi perdebatan, apakah benar-benar hanya karena operasi itu sendiri atau karena hal-hal lain yang sudah dialami pasien sebelum operasi. Beberapa penelitian melaporkan, tidak ada perbedaan fungsi kognitif antara kelompok pasien yang dioperasi jantung dengan pasien berpenyakit jantung koroner yang tidak dioperasi.
Secara umum, penyebabnya dapat dibagi dua, yaitu yang terkait dengan pasien atau akibat prosedur operasi. Hal yang terkait dengan pasien misalnya umur dan adanya penyakit penyerta yang lain, seperti kencing manis dan darah tinggi. Hal yang berhubungan dengan prosedur operasi misalnya lamanya operasi, obat anestesi, teknik operasi, serta komplikasi pernapasan atau infeksi setelah operasi.
Penurunan kemampuan otak adalah hal yang normal terjadi seiring dengan pertambahan usia. Otak menjadi sedikit berkurang volumenya. Jika diibaratkan kumpulan kabel, jumlah kabel-kabelnya menjadi sedikit dan kompleksitas hubungan antarkabelnya menjadi berkurang. Adanya penyakit gula atau darah tinggi, yang kerap menyertai orang dengan penyakit jantung koroner, juga dapat menyebabkan kelainan pada pembuluh darah sehingga diduga juga memengaruhi fungsi otak.
Operasi bedah pintas jantung (by pass) adalah operasi untuk mengatasi sumbatan pada pembuluh darah koroner yang mensuplai darah ke otot jantung. Caranya dengan mengambil pembuluh darah dari tempat lain, kemudian ditempatkan dekat pembuluh darah yang tersumbat sehingga sumbatannya dapat di-bypass. Selama operasi dilakukan, pasien dibius total. Untuk menggantikan fungsi jantung dan paru selama operasi, dapat digunakan semacam mesin (tidak semua operasi menggunakan teknik ini).
Manipulasi saat operasi, saat pembiusan, juga mesin yang bagaimanapun canggihnya tidak dapat menggantikan fungsi jantung dengan sempurna. Karena itu, muncul dugaan kuat di kalangan para ahli bahwa hal ini mengakibatkan terjadinya trauma pada otak. Namun, ada juga beberapa penelitian yang menolak asumsi tersebut.
Faktor lain yang mungkin ikut berperan dalam masalah pelupa yang dialami Pak Muladi adalah obat-obatan. Apakah Pak Muladi mengkonsumsi obat, semisal obat penurun kolesterol golongan statin? Ada beberapa laporan (walaupun angka kejadiannya rendah) mengenai statin dan menghubungkannya dengan pelupa. Jadi, statin mungkin dapat menyebabkan pelupa. Jika Pak Muladi memang mengkonsumsi statin, ada kemungkinan penyebab pelupa adalah lama operasi, pembiusan pada usia lebih dari 60 tahun, dan efek samping statin.
Tidak dapat dimungkiri, operasi bedah pintas jantung sangat bermanfaat dalam menyelamatkan nyawa, tapi tentu gangguan seperti yang Pak Muladi alami tidak dapat diabaikan. Janganlah segan untuk mendiskusikan hal ini saat berkonsultasi dengan dokter jantung yang merawat Pak Muladi saat ini. Kurangilah stres dan lebih rileks agar kondisi Bapak cepat pulih. Jika Pak Muladi juga mempunyai sakit gula atau darah tinggi, upayakan agar kedua penyakit tersebut terkontrol. Jangan lupa untuk berolahraga teratur, yang jenis dan lamanya dapat dikonsultasikan dengan dokter Anda.
dr-zubairi-djoerban
Sumber : Republika Online
Tags: Dr Zubairi Djoerban, Operasi Bedah, Republika Online






Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.