October 1, 2007

Kanker Payudara

Penyebab Kanker Payudara

Tanya:

Hallo dok. Umur saya 29 tahun dan suami 35 tahun, kami sudah menikah hampir 6 tahun dan sudah dikaruniai 3 anak yang masih balita. Saya ingin bertanya tentang kanker payudara. Apa sebetulnya penyebab kanker payudara? dan apa saja faktor-faktor yang menunjang terjadinya kanker payudara? apakah sudah ada obatnya? Terima kasih atas jawabannya dok.

Salam,

Regina

Jawaban :

Untuk Regina,

Sampai sekarang ini belum ada yang mengetahui secara pasti apa penyebab timbulnya kanker pada manusia. Dimanapun itu. Tapi kemungkinan pencetus banyak yang sudah diketahui seperti misalnya merokok, polusi, obat2an yang berlebihan, dan banyak lagi zat yang jadi penyebab kanker ini (biasa disebut zat karsinogen).

Kanker dalam tahap dini bisa segera diangkat sehingga tidak sempat untuk berkembang. Tapi yang sudah masuk tahap yang lebih tinggi akan sulit karena biasanya sudah menyebar ketempat 2 lain didalam tubuh kita.

Dr Ferry

 

Sumber : Astaga!com

 


Tumor Jinak Yang Mengkhawatirkan

Masalah :

Dokter Ryan langsung saja, saya berusia 40 tahun. Tahun 2000 ada tumor di payudara sebelah kanan. Saya benar-benar syok mengetahui ada benjolan itu.   Meski kemudian diperiksakan ke dokter, dan dikatakan tumor ini hanya tumor jinak. Namun tetap saja benjolan di payudara itu membuat stres. Tumor itu pun diangkat. Saya berharap tak akan muncul lagi tumor.  Namun tak berapa lama tumbuh lagi tumor  itu. Kembali, saya menjalani operasi.

Dokter bilang,  tumor-tumor itu  termasuk tumor jinak.  Saya berusaha tak kuatir. Walau rasa was-was terus  menghantuiku.  Tapi, tak berapa lama tumor  kembali tumbuh. Yang saya agak takut, tumor itu lebih besar dari sebelumnya.

Dok, saya jadi ngeri.  Kalau  tumor itu jinak, kenapa dokter saya mengharuskan untuk segera diangkat?  Dokter Ryan, saya was-was kalau tumor ini berubah jadi kanker. Mohon penjelasannya, agar saya bisa menjaga diri sejak dini. Terima kasih.

Leina Harapan – Bintaro

 

Jawaban :

Dari hasil diagnosa dokter yang mengatakan tumor-tumor itu jinak,  meski terus bermunculan di payudara Anda. Hal ini menandakan hormon estrogen dalam tubuh Anda  aktif sekali. Hormon estrogen inilah yang menyebabkan tumor-tumor Anda tumbuh kembali dengan cepat.

Kondisi Anda baru bisa diatasi, setelah hormon estrogen itu tak lagi berproduksi, yakni pada saat Anda menopause.

Anda tak perlu khawatir dan meragukan dokter yang merawat Anda.   Dokter pasti tahu apakah tumor Anda  sebaiknya diangkat atau tidak.  Kami tak mungkin bisa mempertimbangkan, apakah tumor itu  harus diangkat atau tidak. Karena dokter yang menangani Anda yang tahu  jenis tumor yang   Anda derita.

Begitu juga dengan masalah, waktu pengangkatan tumor itu pun, dokter Anda yang tahu. Karena ada tumor yang bisa ditunda pengangkatannya. Namun, ada pula yang harus disegerakan.

Saya yakin, Anda sudah mengerti tentang pemeriksaan payudara sendiri saat menstruasi.Serta pemeriksaan lainnya, berupa mamografi dan biopsi mengambil contoh jaringan  untuk di test di mikroskop, untuk melihat apakah jaringan itu tumor jinak atau ganas).

Risiko terserang kanker payudara terjadi apabila : pada salah satu anggota keluarga menderita kanker, kehamilan pertama di atas usia 30 tahun, tak memiliki anak, menstruasi yang lebih lama, dan terakhir karena faktor hormonal (estrogen dan androgen).

Riwayat  keluarga   yang terkena kanker dan usia meningkatkan risiko berkembangnya  kanker payudara.  Karena  penderita  kanker  payudara 78%  pada penderita  berusia 50 tahun . Hanya 6% berusia di bawah 40 tahun.

Yang perlu Anda waspadai,  faktor gaya hidup, yang membuat  kanker berkembang dengan baik.Yaitu: lemak, kurangnya olah raga,  pestisida, alkohol,  makanan instan, makanan berpengawet.

Deteksi dini, dapat meningkatkan  harapan hidup. Para wanita yang mendiagnosis sejak awal , mampu bertahan hidup lebih lama.

Benjolan di payudara  patut diwaspadai jika, keras dan kecil. Banyak kasus benjolan itu tak menimbulkan rasa sakit. Namun, beberapa kasus menimbulkan rasa sakit.

Terapi untuk penderita kanker payudara: terapi hormon, radiasi, kemoterapi, pembedahan, imunologi (antibodi).

Terapi ini untuk menghancurkan sel kanker, membatasi perkembangannya, menghilangkan gejala penyakit.

Dokter sepesialis bedah, mampu mengangkat tumor  baik sebagian maupun keseluruhan payudra.  Kemudian diikuti terapi radiasi, kemoterapi. Terapi hormonal  mampu menghambat pertumbuhan tumor yang peka hormon. Biasanya digunakan setelah pembedahan.

Dr. Ryan Thamrin

 

Sumber : Wanita Indonesia

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://dhealthweb.com/kanker/kanker-payudara-43/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.