January 4, 2008
Aku Takut Dikuret
Masalah :
Dokter, nama ku RM. Saat ini aku berumur 19 tahun. Apakah bercumbu dengan pacar bisa hamil? Karena, pacarku sering mengajakku untuk bercumbu di kamar rumahnya. Saat aku menstruasi darahnya terlihat berwarna lebih gelap. Apakah itu berbahaya. Aku Tanya dengan temanku katanya aku harus dikuret, apakah resikonya jika di kuret?
RM-di Pontianak
Jawab :
RM yang baik, terima kasih saya ucapkan karena sudah mau berkirim surat kepada kami. Saya akan langsung aja membahas persoalan yang sedang kamu hadapi.
Saat pacaran memang kadang dapat membuat masalah yang sangat besar. Banyak yang tidak memiliki tujuan, konsep diri serta tidak dapat menentukan batasan mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh saat pacaran. Banyak yang tidak kuasa menolak ajakan sang pacar untuk melakukan hubungan seksual dengan alasan sudah sangat cinta, dia sudah sangat baik dan lain-lain. Ada yang takut diputuskan jika menolak ajakan sang pacar karena sulit akan mendapatkan pacar yang sebaik dan setampan dia. Jika hal itu terjadi, itu merupakan ciri-ciri orang yang kurang percaya diri dan memiliki harga diri yang agak kurang juga. Karena yang penting adalah kita tahu mana yang kita yakini benar dan mana yang kita yakini tidak benar bagi diri kita. Kemudian bagaimana kita dapat mempertahankan keyakinan itu serta dapat mengespresikan dan mengungkapkannya kepada orang lain atau sang pacar apa yang kita yakini tersebut. Sehingga kita dapat terampil untuk mengambil keputusan sesuai dengan keyakinan kita.
Perilaku seksual biasanya di mulai dari saling pegangan tangan, pelukkan, ciuman kering/basah, raba-raba, saling petting (menggesekkan alat kelamin), hingga sampai melakukan hubungan seksual. Kehamilan dapat terjadi kalau ada pertemuan antara spema laki-laki dengan sel telur perempuan yang dihasilkan pada saat masa subur. Hal tersebut dapat terjadi melalui hubungan seksual (intercouse) atau melakukan petting (saling menggesekkan alat kelamin tanpa pakaian dalam) walaupun kasusnya jarang, tapi dapat terjadi dengan siapa saja.
Darah yang keluar pada saat luka memang berbeda dengan darah menstruasi. Masih banyak yang menganggap darah menstruasi adalah darah kotor. Ini kurang benar, sebenarnya darah menstruasi berasal dari meluruhnya dinding dalam rahim (lapisan endometrium). Dinding dalam rahim menebal karena dihasilkan oleh hormon progesteron yang disiapkan sebagai nutrisi untuk janin jika terjadi pembuahan antara sperma dan sel telur. Jika tidak terjadi pembuahan dinding dalam rahim akan luruh sebagai darah menstruasi. Darah menstruasi yang gelap adalah sesuatu yang normal. Jika kamu khawatir dan untuk lebih memastikkannya kamu dapat memeriksakannya ke dokter.
Tindakan "kuretase" adalah bertujuan untuk pembersihan bagian dalam rahim. Tindakan ini biasanya dilakukan pada perempuan yang menstruasinya tidak behenti-henti, setelah keguguran, ada tumor dalam rahim dan lain-lain. ini dilakukan dengan cara memasukkan sendok khusus ke dalam rahim atau memasukan alat sedot khusus ke dalam rahim. Tindakan ini sangat berbahaya jika dilakukan oleh orang yang tidak profesional. Karena Resikonya sangat banyak. Seperti, pendarahan karena robeknya rahim, infeksi, kerusakan organ reproduksi dan sebagainya. Oleh karena itu kuretase tidak dapat dilakukan oleh sembarangan orang, tetapi dilakukan indikasi yang tepat oleh orang yang bertepatan, yaitu dokter kebidanan dan kandungan (SpOG).
Sebaiknya berpikir lebih jauh lagi untuk bercumbu dengan pacar kamu dan sadarilah resikonya yang akan terjadi pada dirimu, karena yang paling banyak menanggung resikonya adalah perempuan. Jika kamu masih bingung dengan kesehatan reproduksi kamu bisa menghubungi kami kembali. Salam !
dr. Rifka
Sumber : Pontianak Post
Tags: Dr. Rifka, Pontianak Post Online, Resiko Kuret






Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.