July 14, 2007

Kehamilan

Khawatir Bayi Lahir Cacat

Masalah :

Dokter yang terhormat.

SAYA seorang ibu (31) sedang hamil 5 bulan (anak kedua). Anak pertama lahir normal dan lengkap. Namun sekarang saya sering khawatir jika melihat berita-berita di televisi atau surat kabar yang menunjukkan kelahiran bayi cacat. Saya takut bayi saya kelak akan cacat, walaupun saya selalu memeriksakan diri ke dokter kandungan.

Dok, apakah kekhawatiran saya itu akan berakibat kepada keutuhan/kelengkapan organ tubuh bayi saya? Sebetulnya apakah yang menyebabkan bayi lahir cacat? Bagaimana saya mencegah agar bayi saya kelak tidak cacat?

Ny. Uni di Sukabumi

 

Jawaban :

Ibu Uni yang terhormat.

SERING kali ibu hamil cemas terhadap keadaan bayi yang dikandungnya. Hampir setiap ibu yang diperiksa kandungannya bertanya bagaimana keadaan bayinya apakah cacat atau tidak.

Kekhawatiran seorang ibu tidak akan menyebabkan bayi cacat. Cacat pada bayi tidak disebabkan oleh perbuatan atau pikiran ibu sehari-hari selama kehamilan.

Penyebab cacat bayi (birth defect) sering tidak diketahui, sekira 0,5% sampai dengan 2% bayi dilahirkan dengan kelainan, cacat ringan atau cacat berat. Biasanya, cacat jantung ditemukan lebih sering, terjadi pada 1 dari 100 - 200 kehamilan, cacat jantung yang berat lebih jarang ditemukan. Cacat lain yang sering ditemukan adalah bibir sumbing, juga dapat ringan hanya pada bibirnya saja atau berat sehingga belahan juga terjadi pada langit-langit. Faktor keturunan (genetik) sering diduga sebagai penyebab kecacatan yang tinggi, berdasarkan kelainan kromosom yang diturunkan, atau adanya jenis cacat yang sama pada garis keturunan. Faktor usia ibu (usia ibu yang > 35 tahun) juga meningkatkan kejadian cacat janin, terutama kejadian down syndrome (bayi dengan kelainan kromosom, menunjukkan cacat fisik dan mental).

Pada saat kehamilan, alkohol, narkotika, dan zat adiktif lainnya merupakan faktor penyebab cacat fisik dan mental janin. Beberapa obat jika diminum pada kehamilan muda diduga sebagai penyebab cacat. Kekurangan asam folat juga dapat meningkatkan kejadian cacat bawaan, terutama cacat yang menyangkut tabung syaraf

Cacat bawaan yang besar dapat diketahui pada saat pemeriksaan kehamilan. Namun, sering dokter tidak dapat mendeteksi cacat bawaan karena banyak kelainan bawaan yang tidak dapat terdeteksi oleh pemeriksaan USG, terutama cacat ringan atau cacat yang tidak menyangkut kelainan fisik.

Takut ”Caesar”

Masalah :

Ass.wr.wb.
 
SAYA sedang hamil 7 bulan, anak pertama. Kelak saya ingin melahirkan secara normal, tidak mau di-”caesar”. Saya ingin melahirkan dengan berat bayi tidak terlalu besar. Apakah saya harus membatasi makanan tertentu agar bayi saya tidak besar? Terima kasih.

Ny. Andini di Bandung

Jawaban :

Ibu Andini yang terhormat.

PADA prinsipnya, sebagian besar ibu hamil akan dapat melahirkan normal. Hanya sedikit ibu hamil yang mempunyai indikasi untuk dilakukan bedah caesar, antara lain karena panggul sempit, letak plasenta menutupi jalan lahir, kelainan letak janin, bayi besar, gawat janin, atau keadaan medis lainnya seperti kelainan jantung atau hipertensi dalam kehamilan.

Jadi, apabila Ibu sudah berniat ingin melahirkan normal, hal ini sudah merupakan satu modal besar yang akan membantu lancarnya persalinan. Mudahnya bersalin tidak hanya ditentukan oleh besarnya janin, tapi juga oleh posisi dan presentasi (keadaan bagian terendah janin), keadaan panggul/jalan lahir ibu, dan tenaga mengejan ibu.

Besarnya bayi yang dilahirkan tergantung dari banyak faktor, antara lain faktor keturunan, diabetes melitus, obesitas, atau pertambahan berat badan ibu yang berlebihan. Pada umumnya alam sudah mengatur, ibu yang kecil akan melahirkan bayi yang kecil juga, sedangkan ibu yang besar umumnya juga melahirkan bayi yang cukup besar. Ibu yang obese (berat badan asal > 10 kg berat badan ideal), cenderung akan melahirkan bayi yang besar (2 sampai 3 kali lebih sering daripada ibu yang berat badannya ideal). Demikian juga pertambahan berat badan selama hamil yang lebih dari 15 kg dapat menyebabkan bayi besar.

Makanan/gizi ibu hamil tidak boleh berlebihan seperti makan untuk 2 orang. Cukup makanan sehari-hari yang gizinya, baik yang mengandung komponen karbohidrat (zat tepung seperti nasi, jagung, roti, mi); protein hewani (ikan,daging, telur, susu) atau nabati (kacang-kacangan, kedelai, tempe, tahu, jamur); lemak (minyak, daging, susu, keju), vitamin dan mineral (banyak ditemukan pada sayuran dan buah2-an berwarna).

Ibu hamil hanya membutuhkan 60 gram protein lebihnya dari makanan sehari-hari ibu yang tidak hamil. Selama hamil, ibu yang berat badan asalnya ideal cukup naik berat badannya sebanyak 11 - 13 kg saja. Jadi, makanan ibu hamil sama seperti ibu tidak hamil, ditambah protein hewani (sepotong ikan setiap kali makan, segelas susu atau sebutir telur). Makan sedikit-sedikit dengan porsi kecil namun lebih sering. Apabila berat badan ibu sudah berlebih, hindari terlalu banyak makan atau camilan, terutama karbohidrat dari mi instant, roti, kue-kue, atau minuman dingin dan manis.

Dr. dr. Sofie Rifayani K. Sp. O.G

Sumber :Pikiran Rakyat Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://dhealthweb.com/kehamilan/kehamilan-145/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.