September 21, 2007
Kehamilan dan Varises
Masalah :
Ass. wr. wb
DOKTER yang terhormat. Saya sedang hamil anak pertama. Usia kehamilan sekarang memasuki bulan ketujuh. Dok, kenapa ya akhir-akhir ini saya sering merasa pegal di dekat mata kaki. Setelah saya periksa ke dokter kandungan (sambil memeriksakan kandungan), katanya di kaki saya ada varises. Padahal, sebelumnya saya tidak punya varises dan tidak pernah mendapat keluhan seperti ini.
Berkaitan dengan kejadian ini, ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan:
1. Kenapa varises ini bisa terjadi?
2. Apakah varises muncul disebabkan oleh kehamilan? Jika ya, apakah setelah saya melahirkan nanti varises itu masih akan muncul?
3. Bagaimana mengatasi varises ini, minimal mengurangi jumlahnya?
4. Jika saya kelak hamil lagi, apakah varises juga akan muncul lagi lebih banyak?
Atas perhatian Dokter, saya ucapkan terima kasih.
Ny. Adri di Bekasi
Jawaban :
Ibu Adri yang terhormat.
Varises adalah pelebaran pembuluh darah balik yang mengalirkan darah dari seluruh tubuh kembali ke jantung. Pembuluh darah balik yang kecil-kecil dari ujung tungkai, akan bermuara ke pembuluh darah balik yang lebih besar dan akhirnya melalui satu pembuluh darah balik ia masuk ke jantung.
Pada saat hamil, terdapat beberapa hal yang membuat dinding pembuluh darah melemah misalnya perubahan hormonal, bendungan akibat tertahannya pembuluh darah balik oleh perut ibu yang membesar. Hal ini menyebabkan pembuluh darah balik melebar, sehingga dipenuhi oleh darah, dan pembuluh darah kadang-kadang berkelok-kelok dan melingkar membentuk benjolan pembuluh darah yang terlihat biru menonjol di permukaan kulit. Keadaan seperti itulah yang disebut varises.
Varises juga dapat terjadi pada wanita yang tidak sedang hamil, terjadinya dapat tidak diketahui/tidak diperhatikan. Genetik, usia ibu, diet kurang serat, kekurangan vitamin, kurang olah raga akan berpengaruh terhadap kejadian varises. Demikian juga pekerjaan yang membutuhkan berdiri lama dan berat badan yang berlebihan menambah risiko perempuan terkena varises.
Varises sering tidak bergejala. Beberapa wanita merasakan pegal dan rasa berat pada kaki, kadang-kadang disertai bengkak.
Varises juga dapat terjadi pada tempat lain. Dalam kehamilan dapat terjadi di daerah vagina dan bibir kemaluan. Bila terjadi peradangan pada varises, penderita akan merasa nyeri. Dapat juga terjadi luka sebagai komplikasinya.
Kebanyakan penderita varises tidak membutuhkan pengobatan. Pengobatan biasanya dibutuhkan bila terjadi komplikasi seperti luka, varises sangat menonjol (kepentingan kosmetik), atau untuk mengurangi rasa nyeri, terutama pada varises sekitar anus (hemorrhoid).
Tindakan pengobatan bisa bermacam-macam. Penderita dapat mengenakan kaus kaki khusus untuk varises, menjalani pembedahan untuk menghilangkan atau memperpendek pembuluh darah balik, menjalani pengobatan dengan suntikan. Pengobatan dengan laser pun bisa dilakukan untuk menutup varises pembuluh darah yang kecil.
Untuk mengatasi varises ini hendaknya penderita berolah raga teratur, diet banyak serat, minum yang banyak, hindarkan berat badan berlebih, hindari berdiri lama, saat istirahat tidak menyilangkan kaki, bergerak/ berjalan sejenak setelah duduk atau berdiri lama, tidur miring atau meninggikan kaki, menghindari mengenakan sepatu berhak tinggi, memakai baju yang santai/ tidak ketat. Upaya-upaya ini akan mengurangi kemungkinan varises dan hemorrhoid.
Meskipun pada kehamilan berikut biasanya varises terjadi lagi, namun setelah persalinan pada umumnya varises vagina dan vulva akan menghilang, sedangkan varises pada tungkai akan berkurang.
Dr. dr. Sofie Rifayani Krisnadi, Sp.O.G.
Sumber : Pikiran Rakyat Online
Tags: Dr. dr. Sofie Rifayani Krisnadi, Pikiran Rakyat Onlline, Varises






Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.