April 13, 2008
Pakai Gurita Setelah Melahirkan
Masalah :
Dokter, saya sedang hamil anak pertama. Sekitar sebulan lagi saya akan melahirkan. Dok, apakah setelah melahirkan saya perlu memakai gurita? Kata ibu saya, itu memang lazim untuk wanita sehabis melahirkan. Bahkan gurita harus dipakai selama masa nifas.
Aduh Dok, kebayang ribetnya ya. Apakah kalau tidak memakai gurita atau stagen, perut saya jadi jelek? Apakah olesan-olesan seperti jeruk nipis untuk perut memang dianjurkan? Juga minum jamu setelah melahirkan?
Maaf Dok, pertanyaan saya banyak. Terima kasih sebelumnya.
Ny. Diki di Bandung
Jawaban :
Ibu Diki yang terhormat.
Pemakaian gurita , stagen, atau korset pasca salin tidak ditujukan untuk memperkecil perut atau memperindah perut. Alat tersebut dipakai lebih karena tradisi, dan agar perut yang gembyor setelah melahirkan, tidak berguncang-guncang saat ibu beraktivitas. Untuk mengurangi lemak yang berlebihan sisa hamil atau perut yang kendur, tidak mungkin hilang dengan pemakaian gurita, harus dengan berolah raga (senam nifas atau dengan sit-up). Jadi tanpa memakai gurita perut Ibu tidak akan menjadi jelek.
Oles-olesan (tapel) pada perut juga bersifat tradisional, kebiasaan yang turun temurun. Umumnya ibu diberi minyak yang hangat, kadang-kadang dicampur dengan kapur sirih dan ramuan lainnya. Tujuannya mungkin untuk membuat perut ibu hangat dan mengurangi kerut-kerut pada perut. Pada kenyataannya perut tidak dapat dikecilkan dengan cara ini, bahkan sering tapel-tapel tersebut menyebabkan iritasi pada kulit.
Mengenai jamu-jamu yang sering dianjurkan oleh orang tua dahulu, memang ada yang mengadung herbal berkhasiat, dan apa yang dimakan ibu tidak langsung mengenai bayinya. Obat-obatan atau jamu-jamu akan diserap usus, sebagian kecil akan masuk ke air susu ibu (ASI) dan mempengaruhi bayi. Namun sayangnya kita belum tahu apa saja khasiat tumbuh-tumbuhan yang terdapat dalam jamu tersebut dan berapa dosis yang baik untuk kita. Kemasan dan penyimpanan jamu juga harus dipikirkan, apakah berjamur ataukah kedaluwarsa. Ada juga jamu-jamu yang mengandung bahan vasodilator (melebarkan pembuluh darah) seperti mengandung jahe atau tumbuhan lain yang dapat menyebabkan perdarahan pascasalin lambat, malahan pada etnis tertentu ibu bersalin sering diberi arak yang dapat membahayakan ibu karena dapat menyebabkan perdarahan.
Sebaliknya meskipun tanpa jamu-jamu, organ-organ reproduksi kita Insya Allah akan pulih seperti masa sebelum hamil dalam waktu 6 minggu. Jadi, apabila Ibu akan minum jamu, pastikan dulu isinya apa dan khasiatnya, kedaluwarsa atau tidak, berjamur atau tidak, dan kenali efek sampingnya. Sebaliknya bila Ibu tidak ingin memakai gurita dan tidak ingin minum jamu, Insya Allah akan baik-baik saja.
Dr. dr. Sofie Rifayani Krisnadi, Sp.O.G.
Sumber : Pikiran Rakyat Online
Tags: Dr. dr. Sofie Rifayani Krisnadi, Penggunaan Gurita, Pikiran Rakyat Onlline






Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.