October 18, 2007

Kesehatan Anak

Bercak Putih di Pipi

Masalah :

Dokter Yth.

ANAK saya berumur 11 tahun. Sekarang ini di pipinya ada bercak putih yang dalam bahasa Sunda disebut balas bogo. Saya khawatir keadaan ini akan berlanjut hingga ia dewasa. Sebenarnya bercak putih itu akibat apa Dok? Apakah benar karena anak terlalu banyak terpapar sinar matahari? Bagaimana cara mengobatinya? Selain itu anak saya juga di beberapa bagian tangannya ada bintik-bintik kecil berwarna putih dan terasa gatal, kenapa ya Dok?

Ny. Dwi di Bandung

Jawaban :

BERCAK putih di kulit pada anak sering dikeluhkan oleh para ibu. Ada beberapa penyakit yang menunjukkan tanda tersebut, antara lain pityriasis alba, tinea versicolor, dan vitiligo.

Pityriasis alba (PA) sering terjadi pada anak usia sekolah (6-16 tahun) yang mempunyai riwayat alergi. Pada umumnya tampak di muka sebagai bercak putih berbentuk oval-bulat, berukuran 1-4 cm, tidak menonjol, terdiri dari 4-20 bercak, dan kadang-kadang gatal. PA yang luas sampai ke dada dan ekstremitas biasa terjadi pada orang dewasa.

Tinea versicolor atau lebih dikenal dengan panu. Merupakan penyakit kulit yang ringan dan sering dijumpai terutama di daerah tropis. Berupa bercak putih dengan permukaan agak bersisik di dada dan punggung, namun jarang di muka. Panu akan terasa gatal. Penyebabnya adalah jamur Malassezia furfur. Umumnya yang terkena berusia 10-24 tahun. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaan di ruangan khusus dengan sinar wood atau melalui kerokan kulit. Dapat disembuhkan dengan obat antijamur, baik yang berupa obat yang dioleskan ke kulit atau obat yang diminumkan. Bercak putih tersebut akan memudar dalam 1-2 bulan setelah pengobatan.

Vitiligo merupakan penyakit akibat hilangnya pigmen pada kulit. Sekira 30% timbul pada kelompok keluarga. Umumnya timbul pada usia 10-30 tahun dan di sekitar muka, kulit kepala, serta leher. Penyakit ini akan berjalan dengan cepat, tampak makin melebar dan menyebar di satu daerah kulit atau di banyak tempat. Penyakit ini memerlukan pengobatan secara khusus dan rutin, baik dengan obat-obatan serta penyinaran khusus.

Membaca keluhan Ibu, tampaknya anak Ibu kemungkinan menderita PA. Kelainan kulit ini sering dikeluhkan oleh para ibu, sedangkan anaknya tidak merasakan adanya suatu kelainan. Jadi semata-mata bersifat kosmetik. Tampaknya Ibu tidak perlu terlalu khawatir, karena PA merupakan penyakit ringan, akan sembuh sendiri (rata-rata dalam 1 tahun), dan tidak bersifat menular. Yang penting, anak Ibu dapat menjaga kesehatan kulit. Dianjurkan pula untuk memakai krim tabir surya, agar kulit yang sehat tidak bertambah gelap, sehingga akan memperjelas PA.

Sedangkan bintik-bintik kecil yang terasa gatal di tangan, kemungkinan merupakan suatu dermatitis kontak. Peradangan di kulit akibat terkena bahan-bahan yang membuat alergi. Dengan demikian keluhan dapat timbul berulang-ulang selama masih kontak dengan bahan yang membuatnya alergi. Untuk memastikannya diperlukan beberapa tes. Bila tidak terlalu mengganggu, dapat diberikan obat oles.

Mudah-mudahan Ibu mendapat penjelasan yang cukup. Bila keluhannya meluas, sebaiknya Ibu membawa anaknya untuk konsultasi ke dokter kulit.

Prof. Dr. dr. H. Azhali, M.S., Sp. A.K.

Sumber : Pikiran Rakyat Online


Sudah Besar Ngompol

Masalah :

ANAK sepupu saya, laki-laki umurnya 12 tahun. Namun yang mengherankan, dia masih suka ngompol. Orang tuanya sudah melakukan berbagai macam cara, dari mengurangi minum saat menjelang tidur, hingga si anak tidak boleh terlalu aktif, atau menghangatkan bagian bawah perut dengan minyak kayu putih.

Bukankah seharusnya anak usia tersebut sudah tidak ngompol? Apakah yang harus dilakukan orang tuanya? Terima kasih atas perhatian Dokter. 

Aji di Bandung

Jawaban :

BAPAK benar sekali, memang anak usia 12 tahun diharapkan tidak mengompol lagi. Namun ditemukan 20% anak usia sekolah masih mengompol dan 2,4% di antaranya ngompol setiap malam. Kejadian ngompol pada usia 5 tahun sekira 20%, usia 10 tahun 10%, dan usia 15 tahun 3%.

Sebaiknya dipastikan terlebih dahulu bahwa anak sepupu Bapak berada dalam keadaan sehat. Tidak ada kelainan baik fisik maupun air kemihnya.

Bila tidak ada kelainan, usahakan paling banyak mengonsumsi cairan (minuman, makanan, dan buah-buahan) sekira 1,5 liter per hari. Jangka waktu untuk minum diusahakan teratur dan diperjarang pada malam hari. Anak diupayakan agar mampu berkemih sekurang-kurangnya 5-6 kali per hari dan tidak lupa untuk berkemih sebelum tidur. Pada saat tidur, tetap menggunakan lampu yang terang. Diharapkan perbaikan terjadi setelah 4-8 minggu. Bila ternyata anak sepupu Bapak masih ngompol, alangkah baiknya untuk diinvestigasi lebih lanjut, sehingga dapat diberikan cara penanggulangannya yang tepat. Mungkin diperlukan pemakaian suatu bed alarm dan obat-obatan. Semoga lekas sembuh.

Prof. Dr. dr. H. Azhali, M.S., Sp. A.K.

Sumber : Pikiran Rakyat Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://dhealthweb.com/kulit/kesehatan-anak-69/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.