January 31, 2008

Kebutaan Akibat Katarak

Tanya:

Dokter RS Mediros Yth, ayah saya sejak beberapa waktu lalu kedua penglihatannya mulai agak kabur, ternyata menderita katarak. Ayah saya berumur 69 tahun, gangguan penglihatannya membuatnya menderita karena aktivitas membacanya terganggu. Dokter menyatakan bahwa katarak ini belum dapat dioperasi. Pertanyaan saya, sebenarnya apakah katarak itu, disebabkan oleh apa? Mengapa tidak bisa segera dioperasi? Kira-kira harus menunggu berapa lama? Apa saja yang dilakukan pada operasi katarak ?
Terima kasih atas jawaban dokter.

Danti, Bekasi

Jawab:

Terlebih dahulu saya mencoba menjelaskan beberapa hal tentang katarak. Secara umum katarak adalah kekeruhan lensa yang biasanya bersifat progresif dan akan berakhir dengan hilangnya fungsi penglihatan, yang akan memberikan dampak secara medik, sosial dan ekonomi. Katarak merupakan penyebab utama kebutaan di Indonesia. Angka kebutaan di Indonesia adalah 1,4 % dan katarak menjadi masalah di masyarakat karena menimbulkan kebutaan. Tugas terpenting tenaga medis adalah memberi informasi yang benar mengenai buta katarak. Bahwa buta katarak masih bisa ditanggulangi dengan dilakukan operasi sehingga dapat melihat kembali.

Lensa keruh. Pada dasarnya katarak adalah suatu penyakit mata yang erat hubungannya dengan mereka yang berusia lanjut, karena itu dengan semakin meningkatnya usia harapan hidup, maka prevalensi katarak akan meningkat. Kekeruhan lensa ini biasanya mengenai kedua mata dan akan tampak kekeruhan lensa yang mengakibatkan lensa tidak transparan, sehingga pupil akan berwarna putih (abu-abu). Lokasi katarak (kekeruhan lensa) tersebut akan menentukan keluhan penderita mengenai ketajaman penglihatannya.
Penyebab. Katarak dapat ditemukan dalam keadaan tanpa adanya kelainan mata atau sistemik (katarak senil, juvenil, herediter) atau kelainan kongenital mata, penyulit penyakit mata menahun.

Katarak dapat diakibatkan oleh: 1) bermacam-macam penyakit mata seperti Glaucoma, Ablasi, Uveitis eretinitis pigmentosa, 2) bahan toksik khusus (kimia & fisik), 3) keracunan beberapa jenis obat-obatan (kortikosteroid, ergot, antikolinesterase topikal, 4) kelainan sistemik atau metabolik: Diabetes Mellitus, Galaktosemi & distrofi miotonik.

Penggolongan. Berdasarkan usia, katarak dapat diklasifikasikan: 1. Katarak kongenital: yang sudah terlihat pada usia di bawah satu tahun; 2. Katarak juvenil: yang terjadi sesudah usia satu tahun; 3. Katarak senil: setelah usia 50 tahun.

Operasi. Kapan katarak dioperasi? Faktor yang digunakan sebagai indikasi untuk operasi katarak antara lain adalah: sangat mengganggu kegiatan sehari-hari; gangguan binokularitas, stereoskopis; gangguan lapang pandang (cukup membahayakan); perubahan ukuran kacamata yang tepat; timbul komplikasi glaucoma. Untuk memudahkan penanganan katarak, dibagi menurut indikasi operasi, yaitu: imatur, matur, hipermatur.

Imatur: kekeruhan lensa belum menyeluruh, biasanya ditandai dengan visus yang masih lebih baik dari 3/60, namun sudah mulai mengganggu. Semakin tinggi keburukan hidupnya, indikasi operasi semakin dini. Apabila tidak ada faktor-faktor yang mendesak untuk dipertimbangkan, maka operasi bisa ditunda sampai keluhan subjektif penderita sangat mengganggu.
Matur: kekeruhan lensa menyeluruh, ditandai dengan tajam penglihatan 1/60 atau persepsi warna (+) disertai suatu indikasi absolut untuk segera dioperasi.

Hipermatur: kekeruhan lensa menyeluruh disertai dengan kalsifikasi lensa, komplikasi margagnian katarak, subluksasi lensa, visus 1/300 persepsi warna (+) atau (-), iritis (+), glaucoma sekunder. Indikasi absolut segera dioperasi bila persepsi warna masih (+) walaupun pra-operasi visus kurang baik. Bila visus 0/persepsi warna (-): operasi katarak tidak dianjurkan karena visus akan tetap nol.

Pengobatan katarak. Katarak merupakan masalah di masyarakat yang menimbulkan kebutaan, tetapi bisa diatasi terutama dengan operasi. Penggunaan obat-obatan yang ada saat ini hanya bertujuan untuk memperlambat penebalan katarak. Operasi katarak bisa dikerjakan di mana saja, di tempat atau ruangan yang cukup luas dan bersih. Penanganan operasi pada katarak tergantung indikasi yaitu untuk pemulihan visus. Bila tajam penglihatan sudah menurun sedemikian rupa sehingga mengganggu pekerjaan sehari-hari atau katarak ini menimbulkan penyulit seperti glaucoma, uveitis dan bila mengganggu kehidupan sosial atau atas indikasi medik lainnya.

Jenis operasi. Jenis operasi pada katarak yaitu tanpa implantasi IOL (Intra Ocular Lens – Lensa tanam) dan dengan implantasi IOL.
Dikenal tiga jenis operasi katarak:

1. Operasi katarak intrakapsuler (ICCE): katarak secara keseluruhan, termasuk kapsul lensa dikeluarkan secara utuh. Cara ini sudah banyak ditinggalkan karena banyaknya komplikasi termasuk vitreus prolaps, di samping pasien masih harus memakai kacamata afakia yang tebal.

2. Operasi katarak ekstrakapsuler (ECCE): tindakan pembedahan pada lensa katarak, di mana dilakukan pengeluaran isis lensa dengan memecah atau merobek kapsul lensa anterior sehingga masa lensa atau korteks lensa dapat keluar melalui robekan terebut. Teknik ini bisa dikerjakan pada semua stadium katarak kecuali pada luksasio lentis. Memungkinkan diberi lensa tanam (IOL) untuk pemulihan visus. Komplikasi lebih jarang timbul durante operasi dibanding ICCE.

3. Phaco emulsification (PE): teknik operasi ini tidak berbeda jauh dengan cara ECCE, tetapi nucleus lensa diambil dengan alat khusus (emulsifier). Dibanding ECCE, maka irisan luka operasi lebih kecil sehingga setelah diberi IOL rehabilitasi visus lebih cepat, di samping itu penyulit pascabedah lebih sedikit ditemukan. Cara ini belum sangat populer disebabkan alat phaco emulsifier yang masih sangat mahal.
Mudah-mudahan penjelasan saya cukup bermanfaat. Sayangilah mata Anda.

Dr.Herny Poluan, SpM

Spesialis Mata - RS Mediros

 
Sumber : Sinar Harapan

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

Trackback uri

http://dhealthweb.com/mata/kebutaan-akibat-katarak-304/trackback

Related Entries

Leave a Comment

You must be logged in to post a comment.