April 18, 2008

Stroke Akibat APS

Masalah :

Assalamualaikum Wr Wb
Dokter Zubairi Yth,
Istri saya enam bulan yang lalu sering sakit kepala. Sudah berobat ke beberapa dokter belum juga membaik. Tekanan darahnya normal, diperiksa beberapa kali tidak pernah tinggi. Oleh dokter saraf sudah diperiksa rontgen yang amat canggih dan mahal, MRI, namun tidak ditemukan kelainan. Tes rekam gelombang otak EEG juga normal. Diberi obat untuk migrain juga tidak mempan.

Sebulan kemudian, istri mengalami kelumpuhan badan sebelah kiri, sehingga dirawat di rumah sakit. Menurut dokter positif stroke, walaupun dokter jarang menemukan pada usia 35 tahun. Hasil tes darah ACA, ditemukan positif. Menurut dokter, penyebab sakit kepala dan penyebab stroke sama, yaitu darah istri saya terlalu mudah membeku, penyakit yang disebut APS (Anti Phospholipid Syndrome) yang bisa terjadi pada pasien lupus. Untuk dokter ketahui, istri saya sakit lupus sejak empat tahun yang lalu, dan bebas obat, sama sekali tidak minum obat selama setahun terakhir.

Pertanyaan saya, apakah sebenarnya APS itu? Apa benar ada hubungannya dengan lupus? Sejak APS-nya diobati, sakit kepala istri saya jauh berkurang, nyaris sembuh total dan kelumpuhan badan mulai pulih, Alhamdulillah.

Dedi, Jakarta

 

Jawaban :

Waalaikumussalam Wr Wb
Mas Dedi yang baik,
Istri anda memang benar sakit Anti Phospholipid Syndrome (disingkat APS) yaitu tubuhnya membentuk ACA (Anti Cardiolipin Antibody). ACA adalah autoantibodi, artinya antibodi yang ditujukan terhadap tubuh kita sendiri. Kita tahu, seharusnya antibodi tidak merusak tubuh, tetapi justru melindungi tubuh berperang melawan musuh dari luar, baik berupa bakteri, virus atau benda asing apapun yang masuk ke tubuh kita.

Jadi nama penyakitnya APS, dan nama penyebabnya adalah ACA. Autoantibodi tersebut menyebabkan dua masalah penting pada sirkulasi darah istri. Pertama, menyebabkan pembuluh darah menyempit dan permukaannya tidak teratur (istilah kedokterannya vaskulopati). Kedua, menyebabkan bekuan di dalam sirkulasi darah (thrombosis). Jadi, bisa dibayangkan bila bekuan darah terjadi di pembuluh darah otak, terjadilah stroke. Sakit kepala yang dikeluhkan sebelumnya, mungkin sekali akibat penyempitan pembuluh darah di otak.

Disebut sindroma antifosfolipid, karena antibodi ACA tersebut sebelum menyebabkan bekuan, bereaksi dulu dengan protein di dalam darah yang berikatan dengan fosfolipid, yaitu sejenis molekul lemak yang merupakan bagian normal dari permukaan sel. Selain dapat menyebabkan stroke dan sakit kepala, kelainan di pembuluh darah juga dapat menyebabkan serangan jantung, keguguran, bekuan di pembukuh darah tungkai (thrombophlebitis) dan gangren. Ada beberapa jenis antibodi antifosfolipid, antara lain antikoagulan lupus dan antibodi anticardiolipin (ACA) yang dapat menyebabkan APS.

Penjelasan dan pengobatan yang diberikan dokter sudah tepat, yaitu obat atau kombinasi obat-obat untuk mengencerkan darah misalnya warfarin/coumadin/simarc, kadang ditambahkan dengan aspirin. Namun karena ada riwayat lupus, mungkin sekali istri Anda juga memerlukan pengobatan dengan prednisone atau prednisolon. Tanyakan ke dokter istri Anda, apakah sudah tes darah untuk menilai aktivitas lupus. Mungkin juga dokter sudah mengobati, karena nama-nama obat golongan prednisone atau prenisolon banyak sekali.

Syukurlah kondisi kesehatan istri sudah mulai pulih, salam buat keluarga dan kontrol dokter yang teratur, serta jangan lupa mengonsumsi buah dan sayur, masing-masing tiga kali sehari dan teratur latihan jalan, setiap hari, latihan seperti waktu fisioterapi. Tips terakhir ini amat berguna untuk mencegah stroke berulang kembali.

Sumber : Republika Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

April 17, 2008

Haid Anak Remaja Tidak Teratur?

Masalah :

Ass.wr.wb.

Dok, anak saya 13 tahun, sejak usia 11 tahun 6 bulan sudah mendapatkan haid dan datang secara teratur, dengan siklus 28 hari. Namun bulan Februari ini dia mendapat haid dua kali, jaraknya seminggu setelah haid pertamanya bersih. Jumlah haidnya sama saja, banyak seperti biasanya. Kenapa ya Dok? Apakah kondisi kesehatannya yang memang sedang turun (ia sempat flu) atau karena sebab lain? Mohon penjelasan dari Dokter.

Terima kasih.

Ny. Dwi di Bandung

 

Jawaban :

Ibu Dwi yang terhormat.

Umumnya sekitar 2 – 3 tahun setelah menarche (mula haid, pertama kali seorang wanita mendapat haid), haid belum teratur, baik siklusnya (dihitung dari hari pertama haid sampai hari pertama datang lagi haid yang berikutnya, demikian juga lamanya haid.

Setelah itu, dalam masa reproduksi kita dapat mengalami gangguan haid, dapat terjadi gangguan siklus haid (normalnya sekitar 28 hari) ; gangguan siklus menyebabkan haid menjadi jarang (lebih dari 35 hari sekali) atau menjadi lebih sering (lebih singkat), kurang dari 21 hari. Gangguan juga dapat terjadi dalam jumlah haid (menjadi sangat banyak atau menjadi sedikit, bercak-bercak) atau lama haid berubah menjadi lebih pendek (kurang dari 3 hari) atau lebih panjang (lebih dari 10 hari).

Penyebab gangguan haid pada remaja sering tidak diketahui, antara lain dapat karena pengaruh obat-obatan, penyakit-penyakit, termasuk influenza (common cold), perubahan lingkungan yang terjadi tiba-tiba, 0besitas (badan terlalu gemuk), gangguan hormonal atau akibat makanan/stres.

Dalam kasus putri Ibu, jangan terlalu khawatir karena biasanya bukan disebabkan oleh hal-hal yang membahayakan. Namun apabila selama 3 bulan berturut-turut kelainan itu tetap ada, kunjungi seorang spesialis ginekologi atau konsultan fertilitas endokronologi reproduksi untuk berkonsultasi tentang penyebabnya.

Dr. dr. Sofie Rifayani Krisnadi, Sp.O.G.

 

Sumber : Pikiran Rakyat Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment