April 14, 2008
Saat Hubungan Intim
Masalah :
Dokter Ryan yang segar,
Dokter, saya memiliki rahasia besar. Saya, 35, dan suami, 40, telah memiliki 2 orang anak perempuan. Sejak menikah sampai sekarang (15 tahun ) , hubungan intim kami, sepertinya tak benar-benar hubungan intim dok, mungkin ini yang namanya hubungan intim semu. Saat berhubungan intim, sperma suami saya langsung keluar.
Saya mencintai suami saya dok. Walau hubungan kami seperti itu bertahun-tahun lamanya. Saya tak pernah protes. Saya tahu, suami saya berusaha memberikan yang terbaik pada saya. Seperti melakukan pemanasan yang saya sukai. Sehingga saya bisa puas dengan cara ini. Walau, saya juga penasaran, ingin puas pada saat benar-benar hubungan intim.
Juliani – Bogor
Jawaban :
Ejakulasi keluarnya air mani dari penis, sebagai bentuk pelepas ketegangan yang meningkat selama fase libido atau birahi. Kegiatan reflek seperti bersin .
Orgasme adalah suatu puncak dari rasa kenikmatan yang didapatkan pada saat melakukan kegiatan seksual. Bisa terjadi tanpa ejakulasi tapi tidak akan ada ejakulasi tanpa orgasme.
Cairan ejakulasi yang dihasilkan oleh laki-laki dalam sekali ejakulasi biasanya sekitar satu sendok teh cairan yang keluar dari penis selama klimaks.
Mengenai kondisi suami Ibu yang dianggap terlalu cepat keluar, laki-laki merasa gelisah mengenai hal ini sebab mereka berpendapat bahwa mereka adalah pencinta yang buruk. Mereka mengira bahwa seks sama dengan bersenggama.
Kuncinya adalah dengan mengurangi rasa khawatir pada suami, bukannya mengurangi gairah seks. Salah satu cara yang dipakai ahli terapi seks untuk membantu laki-laki agar rileks selama bersenggama adalah dengan menganjurkan mereka untuk menghentikan persetubuhan selama sebulan.
Kemudian, laki-laki boleh belajar menikmati seks tanpa tekanan untuk menunda ejakulasi. Selain itu, kami juga mengajar kaum pria untuk menarik nafas dalam-dalam secara teratur selama bersetubuh, dan menyarankan kegiatan bercinta yang lebih santai.
Teknik apa yang dipakai ahli terapi seks untuk membantu laki-laki agar bisa bertahan lebih lama? Biasanya latihan yang paling umum adalah memulai-berhenti dan meremas. Kedua cara ini mendidik laki-laki agar lebih cepat menandai saat yang penting ketika ejakulasi tidak dapat dihindari lagi, sehingga mereka memiliki banyak waktu untuk berlambat-lambat, mencoba rangsangan yang berbeda, dan memusatkan kembali perhatian mereka. Teknik memulai-berhenti bekerja sebagai berikut :
1. Laki-laki atau pasangannya mengusap-usap penisnya. Dia berlatih rileks sambil menikmati kesenangan (bagi pria tertentu, ini sulit dipraktekkan).
2. Setelah merasa hampir ejakulasi, dia menghentikan kegiatannya atau memberi tahu pasangannya agar menghentikan rangsangannya. Keadaan ini berlangsung selama beberapa detik, sehingga gairah seks bisa berkurang secara perlahan tanpa kehilangan ereksi.
3. Rangsangan kembali dimulai, dan pola ini diulangi sebanyak tiga kali.
4. Lalu rangsangan dilanjutkan hingga mencapai ejakulasi. Pada saat ini, si pria diminta menikmatinya dengan penuh perasaan.
Rangsangan ini ditingkatkan setiap dua minggu, mulai dari tangan kering hingga tangah basah, dari sanggama pasif hingga persetubuhan yang sebenarnya.
Teknik meremas sama dengan teknik memulai-berhenti, dengan tambahan bahwa pria bersangkutan atau pasangannya meremas penisnya selama empat detik ketika rangsangan dihentikan. Ini membantu penundaan ejakulasi. Setelah itu, rangsangan dapat dilanjutkan.
Pertama, penisnya diremas pada kepalanya, dekat lehernya. Selanjutnya, penisnya diremas pada pangkalnya dengan gerakan seperti bersetubuh. Remasan ini diterapkan pada bagian atas dan bawah penis, bukan pada bagian sampingnya. Cepat atau lambat, teknik ini membutuhkan komunikasi dan kerjasama, yang merupakan salah satu keuntungan cara ini.
dr. Ryan Thamrin
Sumber : Wanita Indonesia
Tags: Dr. Ryan Thamrin, Terapi Seks, wanita indonesia






Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.