January 6, 2008
Sakit Kepala dan Sindrom Antifosfolipid
Masalah :
Assalamualaikum wr wb
Dr Zubairi Yth,
Istri saya, 29 tahun, akhir-akhir ini mengeluh sakit kepala hebat. Berbagai obat sudah dicoba, mulai dari Panadol, Aspirin sampai Ponstan. Namun semuanya tidak menolong. Saya sudah konsultasi ke dokter syaraf, sudah direkam otak (EEG), karena disangka semacam epilepsi, ternyata normal, tidak ada kelainan. Kemudian di lakukan MRI otak, juga normal.
Kemudian istri, saya ajak ke dokter penyakit dalam, penyebabnya dicari juga tidak ketemu, kemudian dianjurkan ke THT dan spesialis hematologi. Sebelum ke dokter THT dan hematologi, saya mau bertanya dulu ke dokter Zubairi, apakah ada hubungannya dengan sakit istri saya selama hamil yang terakhir? Ia melahirkan dua tahun yang lalu. Sebelum itu ia pernah keguguran dua kali.
Waktu hamil terakhir, istri saya ditangani oleh dokter kebidanan dan seorang ahli hematologi. Untuk menyelamatkan bayi, agar tidak keguguran lagi, istri saya mendapat suntikan setiap hari sejak kehamilan tiga bulan sampai melahirkan. Kalau nggak salah nama obatnya Fraksiparin. Alhamdulillah, lahir normal dan bayi saya sekarang sehat sekali. Untuk pertimbangan dokter, beberapa hasil pemeriksaan sewaktu istri hamil, yang masih saya simpan saya lampirkan. Terima kasih.
Donny, Jakarta
Jawaban :
Assalamualaikum wr wb
Mas Donny yang baik,
Dari data yang Anda kirimkan, dua kali keguguran yang lalu, disebabkan oleh penyakit darah yang disebut sindrom antifosfolipid atau APS (Anti Phospholipid Syndrome). Diagnosis tersebut khususnya berdasarkan riwayat keguguran dan tes ACA (Anti Cardiolipin Antibody) yang positif kuat beberapa kali, selain data yang lain. Syukurlah dengan penanganan yang tepat, kehamilan yang terakhir bisa tertolong.
Selain dapat menyebabkan abortus berulang, APS juga dapat menyebabkan sakit kepala. Namun tentu harus diperiksa langsung dengan teliti, untuk menetapkan penyebab sakit kepala. Saya kira nasihat dokter penyakit dalam yang terakhir sudah tepat, yaitu konsultasi ke THT dan hematologi. Untuk diketahui, penyebab sakit kepala memang bermacam-macam dan tentu saja obatnya berbeda.
Sakit kepala bisa disebabkan oleh tekanan darah tinggi, tumor otak, stroke, gangguan peredaran darah, APS, aneurisma, sinusitis, radang selaput otak, kelainan di mata, dan sebagainya. Sakit kepala yang paling sering ditemukan adalah tipe tension headache. Sebagian besar (95 persen) sakit kepala tidak membahayakan jiwa.
Kadang-kadang tidak mudah untuk menentukan jenis dan penyebab sakit kepala. Namun untuk istri Mas Donny, dengan riwayat pernah abortus dua kali, APS dan sakit kepala yang menahun, untuk usia dewasa muda, maka menurut pendapat saya, kemungkinan paling mendekati ya APS, sebagai penyebab sakit kepala.
Jadi, saya usulkan konsultasi ke dokter hematologi dulu, kemudian ke dokter THT dan mata bila diperlukan kemudian. Dokter biasanya akan minta beberapa pemeriksaan laboratorium seperti sewaktu kehamilan yang lalu, misalnya ACA, LA (Lupus Anticoagulant), ANA, Anti dsDNA, dan lain-lain. Sementara itu, kebiasaan hidup sehat perlu terus dijalankan, yaitu olahraga teratur, berjalan cepat setengah jam sehari, makan sayur tiga kali dan buah tiga kali sehari. Gaya hidup sehat ini, berdasarkan banyak penelitian, terbukti menekan risiko stroke, serangan jantung, dan kanker.
Misalnya istri mas Donny kemudian terbukti APS sebagai penyebab sakit kepala, risiko untuk stroke dan serangan jantung meningkat, maka gaya hidup sehat di atas menjadi suatu keharusan sebagai upaya pencegahan. Untuk diketahui APS cenderung menyebabkan pembekuan darah, thrombosis di banyak organ tubuh, termasuk otak (stroke) atau jantung. Bila istri Mas Donny merokok, harus segera dihentikan. Selain merokok bisa memicu dan memperberat sakit kepala, juga meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Demikian pula untuk Mas Donny, harus segera menghentikan merokok, karena dampak asap rokok suami juga memperberat penyakit isteri Anda (passive smoker). Salam buat Ny Donny.
dr. Zubairi Djoerban
Sumber : Republika Online
Tags: Dr Zubairi Djoerban, Republika Online, Sindrom Antifosfolipid






Leave a Comment
You must be logged in to post a comment.