April 18, 2008

Apa Sebenarnya Glaukoma?

Tanya:

Ibu dokter, saya wanita usia 35 tahun ingin mengetahui lebih banyak tentang penyakit glaukoma. Apa sebenarnya glaukoma? Saat ini dikatakan saya juga menderita glaukoma. Saya sangat takut, karena glaukoma bisa menyebabkan kebutaan. Kurang lebih 2 tahun yang lalu bapak saya juga mengalami kebutaan akibat glaukoma.

Marieta, Pontianak

Jawab:

Marieta, glaukoma adalah kondisi gangguan mata yang disebabkan oleh peningkatan tekanan di dalam bola mata, sehingga menyebabkan kerusakan syaraf optik yang memicu penurunan daya penglihatan. Normalnya mata kita membutuhkan sejumlah tekanan tertentu agar dapat berfungsi baik. Pada orang tertentu, tekanan bola mata ini dapat meninggi sehingga menyebabkan kerusakan pada saraf optik.

Glaukoma disebut sebagai pencuri penglihatan karena berkembang tanpa ditandai dengan gejala yang nyata. Oleh karena separuh dari penderita glaukoma tidak menyadari bahwa mereka menderita penyakit tersebut. Biasanya nanti diketahui saat penyakitnya sudah lanjut dan telah kehilangan penglihatan.

Berhubung kerusakan yang disebabkan oleh glaukoma tidak dapat diperbaiki, maka deteksi dini, diagnosis dan perawatan harus dilakukan sedini mungkin.

Walaupun belum sepopuler katarak, glaukoma tidak kalah berbahaya. Di Indonesia, kini glaukoma sudah menjadi penyebab kebutaan nomor dua setelah katarak dengan angka prevalensi 0,20 %, sementara katarak 0,78 %.

Sekitar 90% masyarakat Indonesia tidak tahu soal glaukoma. Ini menunjukkan rendahnya tingkat kesadaran masyarakat tentang glaukoma. Yang memprihatinkan adalah jumlah penderitanya terus meningkat. Dari data yang ada di Indonesia, glaukoma diderita oleh 3% dari total populasi penduduk.

Dampaknya, sekitar 50% masyarakat yang berobat ke rumah sakit, rata-rata sudah mencapai stadium lanjut. Tahun ini untuk pertama kalinya di seluruh dunia dilakukan peringatan Hari Glaukoma Dunia yang merupakan inisiatif dari Asosiasi Glaukoma Dunia (WGA) dan Asosiasi Pasien Glaukoma Dunia (WGPA). Melalui pencanangan ini diharapkan jumlah kebutaan karena glaukoma di Indonesia dapat dikurangi.

Glaukoma disebabkan oleh tingginya tekanan bola mata akibat sudut bilik mata bagian depan sebagai saluran keluarnya cairan bola mata tersumbat, akibatnya cairan tidak bisa keluar dan tekanan dalam mata (TIO) meningkat, sehingga menyebabkan kerusakan saraf optik.

Saraf optik ini berfungsi menyambung jaringan–jaringan penerima cahaya dengan bagian otak yang memproses informasi penglihatan. Glaukoma menyebabkan hilangnya penglihatan. Apabila telah terjadi hilangnya penglihatan akibat glaukoma maka keadaan ini tidak dapat disembuhkan kembali.

Tetapi proses ini dapat dicegah dengan obat-obatan, terapi laser dan pembedahan. Oleh sebab itu penting sekali pencegahan atau menghentikan proses hilangnya penglihatan ini. Sehingga kalau tiba-tiba pandangan kabur, mata merah dan terasa nyeri sebaiknya segera ke dokter mata. Bisa jadi itu gejala glaukoma.

Team Pengasuh

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment