March 28, 2008
Lemah Lengan Kanan Setelah Lahir Sungsang
Tanya:
Dokter, saya mempunyai bayi yang berusia 1 bulan. Bayi saya setelah dilahirkan ternyata terdapat kelemahan pada lengan kanannya. Dimana tampak lemah dan tidak kuat untuk diangkat keatas, berbeda dengan lengan sebelah kirinya yang dapat bergerak aktif terutama saat dia sedang menangis.
Perlu dokter ketahui, saya hamil cukup bulan, ditolong bidan, waktu dilahirkan bayi letak sungsang serta terdapat lilitan tali pusat pada leher bayi tersebut sehingga saat lahir memerlukan waktu yang cukup lama disertai tindakan berupa tarikan untuk membantu persalinan.
Kondisi bayi setelah dilahirkan baik, menangis kuat dan tidak tampak kebiru-biruan. Mohon penjelasan Dokter untuk kasus bayi saya ini. Atas bantuan dan penjelasan Dokter, saya ucapkan banyak terima kasih.
Ny. Bk di Mempawah
Jawab:
YTH Ny. Bk di Mempawah. Sebelumnya terima kasih atas pertanyaan yang telah ibu sampaikan. Kami akan mencoba menjelaskan secara ringkas untuk kasus bayi ibu tersebut.
Penyebab terjadinya kelemahan pada anggota gerak atas/ lengan kanan bayi ibu tersebut kemungkinan akibat adanya cedera pleksus brakialis kanan. Dimana pleksus brakialis ini yang mempersarafi otot-otot lengan atas tersebut. Pleksus brakialis ini sering cedera akibat proses persalinan yang lama dan beresiko seperti bayi letak sungsang dan terdapatnya lilitan tali pusat pada leher bayi sehingga menyebabkan terhambatnya proses persalinan secara normal dan diperlukan tindakan manipulatif untuk membantu mengeluarkan kepala bayi tersebut. Jika tindakan manipulatif ini tidak dilakukan secara hati-hati dan bukan oleh tenaga ahlinya sering akan menyebabkan cedera pada pleksus brakialis ini.
Selain trauma persalinan, penyebab lain yang dapat mencederai pleksus brakialis adalah: adanya tumor leher, toxic infeksi, kesalahan saat posisi tidur, dll.
Gejala Klinis:
Dibedakan atas 3 tipe:
1. Upper plexus type (Erbs palsy):
Gejalanya berupa kelemahan/ kelumpuhan dan mengecilnya otot-otot lengan atas. Juga dapat disertai hilangnya rasa sensibilitas otot-otot daerah tersebut.
2. Lower plexus type (Klumpke palsy):
Gejalanya berupa kelemahan/ kelumpuhan dan mengecilnya otot-otot lengan bawah, terutama otot-otot punggung dan jari-jari tangan. Rasa sensibilitasnya menghilang. Sering juga disertai bengkak dari kulit, kebiruan dari jari-jari dan perubahan tropic dari kuku.
3. Total plexus palsy:
Gejalanya merupakan gabungan dari Erbs palsy dan Klumpke palsy seperti diatas.
Penatalaksanaan:
1. Terapi obat-obatan: anti inflamasi dan neurotropik vitamin.
2. Rehabilitasi Medik:
a. Terapi Fisik:
- Posisioning: posisi lengan abduksi dan elevasi.
- Superficial heating, faradisasi, ROM exercise dan stretching.
b. Terapi Okupasi:
- Latihan Aktifitas Kegiatan Sehari-hari.
- Latihan fungsional.
- Terapi Supportif.
c. Ortotik Prostetik:
- Cock-up splint.
- Night splint.
Demikian yang dapat kami sampaikan secara ringkas tentang kelemahan anggota gerak atas/ lengan akibat cedera Pleksus Brakialis beserta program Rehabilitasi Medik yang dapat diberikan. Prinsip terapi adalah jika semakin dini diterapi maka akan didapatkan hasil yang semakin baik, serta dapat dicegah terjadinya komplikasi yang tidak diinginkan. Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian. Untuk konsultasi lebih lanjut dapat menghubungi kami.
Team Pengasuh
Sumber : Pontianak Post Online
Tags: Lahir Sungsang, Pontianak Post Online, Team Pengasuh





