February 25, 2008

Perokok Rentan Menderita Kanker Paru

Tanya :

Dok, saya perokok berat, sehari bisa sampai 3 bungkus. Saya pernah membaca bahwa orang perokok bisa terkena kanker paru. Apa saja gejalanya dok karena saya mulai sering batuk-batuk beberapa bulan ini. Terima kasih

Tn. E

Jawab:

Kanker paru adalah penyakit yang saat ini angka kejadiaannya terus meningkat baik di negara maju maupun di negara berkembang. Di Indonesia kanker paru menduduki peringkat ke-3 atau ke-4 dantara tumor ganas yang paling sering ditemukan di beberapa rumah sakit.

Insiden kanker paru berhubungan erat dengan pria yang perokok, polusi udara, cacat paru, dan pria berumur lebih dari 40 tahun walaupun ada juga yang ditemukan di bawah 40 tahun. Gejala dan tanda dari kanker paru tergantung dari lokasi tumor, ukuran tumor primer dan penyebaran ke organ yang dikenai.

Gejala-gejala yang umum ditemui: batuk, merupakan manifestasi yang sering ditemukan dan merupakan gejala awal kanker paru. Batuk bisa tanpa dahak ataupun batuk darah karena robeknya pembuluh darah di paru. Rasa panas atau tidak enak di dada juga merupakan keluhan yang sering dirasakan oleh penderita kanker paru.

Sesak napas biasa berhubungan dengan sumbatan saluran napas oleh tumor atau penekanan bisa oleh tumor bisa juga karena akumulasi cairan. Nyeri dada bisa juga dikeluhkan oleh penderita kanker paru. Selain itu kadang ada gejala lain di luar paru seperti gangguan menelan, suara serak, bengkak di muka, leher dan lengan, cegukan.

Umumnya penderita kanker paru juga mengalami penurunan berat badan karena nafsu makan yang berkurang walaupun gejala-gejala ini juga bisa ditemui pada penyakit lain. Untuk mendiagnosis kanker paru diperlukan pemeriksaan fisis paru dan pemeriksaan penunjang seperti foto roentgen paru, bronkoskopi (teropong saluran napas), sampai CT scan paru disertai pemeriksaan sitologi atau histopatologi untuk mengetahui jenis kanker.

Penatalaksanaan untuk kanker paru tergantung dari stadium dan jenis kanker. Bila stadium I-II masih bisa dilakukan pembedahan tapi bila stadium sudah III, dilakukan kemoterapi dan atau radioterapi.

Bagaimana dengan angka kesembuhan? Sampai saat ini angka kesembuhan untuk kanker paru masih sangat rendah, yaitu sekitar 20 persen dari semua kanker paru yang masih bisa dioperasi. Angka tahan hidup 5 tahun untuk kanker paru adalah 10-15 persen tergantung pada stadium penyakit, keadaan umum pasien, usia, tipe/jenis kanker, rerata pertumbuhan tumor dan jenis terapi.

Pada kasus anda, sebaiknya dilakukan pemeriksaan foto roentgen untuk melihat lebih jelas apakah ada kelainan di paru anda. Selain itu anda harus berhenti merokok karena risiko untuk terjadi kanker paru lebih tinggi pada perokok baik aktif maupun pasif. Semoga bermanfaat.

Team Pengasuh

 

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

Lutut Nyeri Akibat Osteoartritis

Tanya:

Dokter, saya seorang ibu rumah tangga berusia 60 tahun. Saat ini saya mempunyai masalah dengan lutut saya. Kedua lutut saya terasa nyeri dan suka berbunyi, terutama kalau banyak berjalan. Kedua lutut saya juga tampak melengkung keluar. Saya juga tidak dapat menekuk lutut saya, sehingga terasa sangat sulit dan menderita sekali jika hendak bersujud atau naik turun tangga.

Lutut saya telah diroentgen, dikatakan dokter bahwa kedua lutut saya terjadi perkapuran dan celah sendi lutut menyempit. Karena sakit yang saya derita itu membuat saya menemui banyak hambatan dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Mohon petunjuk dan nasehat dokter untuk penyakit saya ini. Perlu juga dokter ketahui bahwa saya mempunyai berat badan yang berlebih alias gemuk. Terima kasih atas penjelasan dokter.

Ny. B, Pontianak

Jawab:

Yth. Ibu B di Pontianak. Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih untuk surat ibu. Dilihat dari segi usia ibu, hasil roentgen lutut dan riwayat penyakit yang telah ibu sampaikan, kemungkinan besar ibu menderita penyakit Osteoartritis Lutut (OA Lutut), tapi untuk memastikannya sebaiknya ibu memeriksakan diri ke dokter terdekat.

OA Lutut paling sering ditemukan pada penderita berusia lanjut karena merupakan suatu penyakit degenerasi. Sejalan dengan bertambahnya usia seseorang maka struktur dan jaringan tubuh juga akan semakin berkurang fungsi, elastisitas dan daya tahan dari jaringan tersebut. Yang pada akhirnya jaringan tersebut akan menjadi aus dan rusak, demikian juga yang terjadi pada sendi lutut ini.

OA Lutut sering terjadi karena lutut merupakan sendi yang paling banyak dipakai saat kita bergerak. Faktor yang yang turut berpengaruh adalah kegemukkan, karena dengan semakin gemuk seseorang maka beban tumpuan pada kedua lutut juga semakin besar. Disamping itu juga faktor nutrisi, pola makan dan pola hidup juga sangat berpengaruh terhadap terjadinya kasus OA Lutut.

Gejala-gejala:

Keluhan yang sering menyertai adalah:

- Nyeri lutut.

- Kaku sendi.

- Bengkak sendi.

- Sendi berbunyi saat digerakkan.

- Sendi terasa goyah atau tidak stabil.

- Bentuk lutut yang melengkung keluar. Hal ini lebih banyak terjadi bagi mereka yang gemuk.

- Jika kasusnya berlanjut menahun dapat terjadi pengecilan daripada otot-otot tungkai bawah sehingga timbul kelemahan tungkai bawah.

Penatalaksanaan:

1. Obat-obatan: obat yang diminum, dioleskan ataupun disuntikkan langsung ke lutut.

2. Rehabilitasi Medik:

Tujuan terapi Rehabilitasi Medik adalah:

- Mengurangi/ menghilangkan rasa sakit.

- Memperbaiki fungsi lutut.

- Mengembangkan strategi menghadapi nyeri.

- Mencegah terulangnya kembali rasa nyeri dengan mengubah gaya hidup.

- Mencegah agar penyakit tidak bertambah parah.

Program Rehabilitasi Medik:

1. Terapi fisik: terapi panas, terapi dingin, elektroterapi, exercise seperti latihan aerobic endurance, latihan relaksasi, dll.

2. Okupasi terapi: memberikan petunjuk dan latihan-latihan yang disesuaikan dengan kondisi sakit pasien, sehingga dapat tetap melakukan aktifitas kegiatan sehari-hari.

3. Ortotik prostetik: memberikan dynamic-splint sebagai alat protektif lutut juga sebagai alat Bantu jalan.

4. Edukasi:

- Mengubah gaya hidup yang menyebabkan kerusakkan lebih parah pada sendi lutut, seperti: hindari sering naik turun tangga, jongkok, melompat, dsb.

- Hindari kegemukkan dengan dengan diet yang sehat dan berimbang.

- Istirahat cukup dan olahraga teratur. Olahraga yang disarankan bersepeda atau berenang.

- Biasakan melakukan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci atau memasak dengan duduk.

- Pergunakan selalu kloset duduk, hindari kloset jongkok.

- Hindari berjalan atau berdiri dalam jangka waktu yang lama.

Demikian yang dapat kami sampaikan tentang nyeri lutut akibat Osteoartritis Lutut (OA Lutut) dan program Rehabilitasi Medik yang dapat dilakukan. Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekali. Untuk konsultasi lebih lanjut dapat menghubungi kami.

Team Pengasuh

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

February 24, 2008

Trauma Cabut Gigi

Tanya:

Dokter, saya merasa trauma untuk datang ke klinik gigi, sebelum dan setelah perawatan dilakukan, bagaimana mengurangi rasa trauma ini ya dok?

GHD, Sekadau

Jawab:

Selain usaha aktif dari dokter gigi, sikap pasien yang selalu bertanya kepada dokter mengenai riwayat sakit gigi serta keluhannya, akan sangat membantu proses penyembuhan. Dengan begitu, kemungkinan terjadinya komplikasi akibat tindakan pada gigi bisa diminimalisasi.

Penanganan kesehatan gigi sejak dini dalam stadium ringan, memungkinkan seseorang terhindar dari komplikasi yang membahayakan. Bagi mereka yang belum mengalami sakit gigi, perawatan seperti menggosok gigi setelah makan, harus rajin dilakukan.

Apabila struktur gigi tidak beraturan, harus lebih rajin memeriksakan diri ke dokter atau memberi perhatian esktra pada kesehatan giginya. Jauhi makanan yang terlalu panas atau dingin. Gigi berlubang atau tanggal harus segera diperiksakan ke dokter, agar dapat dilakukan penanganan medis secara tuntas.

Jangan menunggu hingga muncul rasa sakit yang berlebihan karena bisa menimbulkan infeksi yang dapat memicu komplikasi. Yang lebih penting, jangan pernah menunda untuk memeriksakan gangguan gigi ke dokter, seringan apa pun. Untuk mereka yang memiliki trauma akibat berobat ke dokter gigi, ada baiknya meminta saran dokter.

Kalau tidak, mintalah untuk didampingi orang terdekat saat melakukan pemeriksaan kembali. Hal ini penting karena banyak kasus trauma masa lalu yang menyebabkan penanganan gigi jadi terlambat, semoga dapat menjawab pertanyaan anda, terimakasih.

Team Pengasuh

Sumber : Pontianak Post Online

 

 

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

Sifilis dan AIDS

Tanya:

Pengasuh Yth. Sebagai seorang yang bekerja di panti pijat yang terkadang menerima pelanggan untuk teman kencan. Terus terang saya takut tertular HIV/AIDS. Banyak teman saya bilang kalau laki-laki tidak pakai kondom risiko terkena HIV/AIDS sangat besar.

Saya pernah terkena sifilis. Penyakit ini hampir lima bulan saya derita dan baru berhenti setelah berobat ke dokter. Oleh karena itu saya ingin tahu ciri-ciri seseorang yang terkena virus HIV/AIDS: (1) Bagaimana bentuknya dan tanda-tandanya? Dengan adanya sifilis yang saya derita selama ini: (2) Apakah hal itu bisa menunjukkan bahwa saya juga terinfeksi HIV/AIDS?

Nn. A, Pontianak

Jawab:

(1). Tidak ada tanda-tanda, keluhan atau gejala yang khas pada diri seseorang yang sudah tertular HIV/AIDS sebelum mencapai masa AIDS (antara 5–10 tahun setelah tertular). Tapi, biarpun tidak ada gejala atau tanda-tanda seseorang yang sudah HIV-positif bisa menularkan HIV kepada orang lain melalui hubungan seks yang tidak memakai kondom di dalam atau di luar nikah, transfusi darah, dan jarum suntik, jarum tindik, jarum tattoo.

Jika sudah mencapai masa AIDS maka orang yang tertular HIV akan mudah sakit, seperti diare, sariawan, TB, dll. Tapi, ingat orang yang menderita diare, sariawan, TBC dll. Tidak otomatis terkait dengan HIV/AIDS.

Seseorang yang menderita diare dan sariawan yang terus-menerus bisa terkait dengan HIV/AIDS jika dia pernah (1) melakukan hubungan seks tanpa kondom di dalam atau di luar nikah dengan pasangan yang berganti-ganti, (2) melakukan hubungan seks tanpa kondom di dalam atau di luar nikah dengan seseorang yang sering berganti-ganti pasangan, seperti pekerja seks atau waria, (3) menerima transfusi darah yang tidak diskrining HIV, dan (4) memakai jarum suntik, jarum tindik, jarum akupunktur, jarum tattoo secara bersama-sama dengan bergiliran dan bergantian.

(2) Karena Anda sudah pernah tertular sifilis maka itu berarti Anda pernah melakukan hubungan seks yang tidak aman (tidak memakai kondom). Jika, semoga tidak, teman kencan Anda yang menularkan sifilis juga mengidap HIV/AIDS maka ada kemungkinan Anda juga tertular bersamaan dengan sifilis.

Memang penularan HIV adalah 1:100. Artinya, dalam 100 kali melakukan hubungan seks yang tidak memakai kondom dengan pasangan yang berganti-ganti kemungkinan tertular 1 kali. Tapi, kita tidak mengetahui kapan terjadi penularan: bisa pada hubungan pertama, kedua, kelima, ketujuh puluh.

Team Pengasuh

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

February 23, 2008

Terapi Nyeri leher, Akibat Fibromyalgia Syndrome

Masalah:

Apakah yang dimaksud dengan Fibromyalgia Syndrome?

 

Jawaban :

Fibromyalgia merupakan kelainan yang paling sering ditemukan pada akhir-akhir ini. Keluhan ini banyak dirasakan bagi mereka yang terlalu sibuk bekerja, kadang sampai kurang istirahat, rekreasi dan makan tidak teratur, sehingga timbul stress fisik dan psikis yang berlanjut. Boleh dikatakan juga penyakit ini timbul akibat pola hidup seseorang yang kurang baik.

Gambaran klinik:

1. Nyeri dan kaku pada otot yang tersebar pada beberapa tempat.

2. Rasa letih badan/fatigue.

3. Gejala yang sering dirasakan adalah sebagai berikut:

- Sakit kepala.

- Rasa tidak nyaman/pegal-pegal pada daerah leher dan leher bagian bawah.

- Rasa sebal-sebal pada lengan atas.

- Badan letih dan lemah seperti kurang tidur.

4. Kasus ini lebih banyak dijumpai pada wanita yang berusia 20-60 tahun.

5. Nyeri dan kaku ini sering dirasakan pada pagi hari saja, tetapi kadang pula dapat terjadi sepanjang hari.

6. Faktor pemicu timbulnya gejala ini adalah:

- Aktifitas fisik yang berlebihan.

- Kurang beraktifitas/olahraga.

- Gangguan tidur.

- Stress pekerjaan atau emosi (stress fisik atau psikis).

Klasifikasi:

Penyakit Fibromyalgia dibagi menjadi 2 kelompok besar berdasarkan ARA:

1. Widespread pain:

Nyeri yang menyebar luas, dapat mengenai sisi kanan dan kiri badan, baik bagian atas maupun bawah pinggang. Dapat pula mengenai daerah leher, bagian dada, daerah punggung atas dan punggung bawah.

2. Pain in 11-18 tender point:

Nyeri yang hanya dirasakan pada beberapa titik nyeri tertentu (tender point), seperti daerah belakang kepala, tulang leher bagian bawah, bahu belakang, daerah bokong, pangkal tulang paha, daerah tulang iga ke dua, daerah siku tangan bagian luar dan lutut. Kadang bersifat bilateral/kedua belah sisi yang terkena.

Penatalaksanaan:

1. Obat-obatan:

- Anti nyeri non steroid dan kortikosteroid, dll.

2. Terapi Fisik: terapi kombinasi akan lebih efektif.

- Diatermi: SWD, MWD, Ultrasound diatermi.

- Elektroterapi: TENS, Biofeedback, laser, dan akupuntur.

- Exercise: Latihan aerobik.

3. Psikoterapi.

4. Advis:

- Hindari stress fisik dan pikiran.

- Cukup istirahat dan tidur.

- Makan makanan yang sehat dan berimbangan.

- Buat jadwal pekerjaan anda agar lebih terstuktur.

- Berolahraga yang teratur dan cukup, berenang sangat dianjurkan.

- Rekreasi.

Demikian yang dapat kami sampaikan tentang penyakit Fibromyalgia dan penatalaksaannya, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca semua. Untuk konsultasi lebih lanjut dapat menghubungi kami.

Team Pengasuh

Sumber : Pontianak Post  Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

February 12, 2008

HIV dan ‘Kumpul Kebo’

Tanya:

Pengasuh Yth, Sudah hampir empat tahun saya tinggal serumah dengan seorang laki-laki yang bekerja di kapal tanpa ikatan pernikahan. Laki-laki itu sudah bertugas di beberapa kota di Indonesia bahkan pernah bekerja di Singapura. Tetapi hampir empat tahun ini kami hidup sebagai suami istri bila kapalnya singgah di Parepare.

Suatu hari, ketika kami kencan dia mengeluh penisnya sakit. Ketika itu katanya luka karena terkena resleting celananya. Anehnya luka itu sangat lama, bahkan satu bulan kemudian alat kelamin saya juga ikut sakit. Ketika saya periksa ke dokter, saya kaget karena dinyatakan sifilis. Saya lebih kaget lagi ketika dokter menanyakan suami saya. tubuh saya panas dingin dan gemetar, tidak tahu harus bilang apa. Ketika itu saya tidak jadi membeli obat biar pun sudah ada resep.

Saya memilih ke berobat ke Makassar. Saya berobat hingga dinyatakan sehat oleh dokter. Tapi, teman kumpul kebo saya tidak mau berobat dengan alasan penisnya hanya luka biasa bukan karena sifilis. Yang ingin saya tanyakan: (1) Apa benar penis teman kumpul kebo saya luka karena resleting celana atau memang dia sifilis?

Menurut dokter di Makassar saya tertular sifilis dari teman ‘kumpul kebo’ku karena sejak kami ‘kumpul kebo’ saya tidak pernah lagi kencan dengan laki-laki lain. Saya juga ingin tahu: (2) Apakah teman ‘kumpul kebo’ saya HIV? Selama ini dia selalu batuk-batuk selama saya tinggal serumah dengannya. Saya juga ingin tahu: (3) Bagaimana caranya agar tahu bahwa teman kencan saya HIV. (4) Apakah ada tanda-tanda lain di sekitar penis?

Nn. Sel

Jawab:

Tidak ada kaitan langsung antara ikatan pernikahan yang sah, baik menurut agama, kepercayaan atau negara dengan penularan HIV/AIDS. Sebagai virus HIV dapat menular melalui hubungan seksual pada pasangan suami istri jika salah satu dari pasangan itu HIV-positif dan suami tidak memakai kondom pada saat hubungan seks. Sebaliknya, biar pun tidak menikah, ‘kumpul kebo’ atau zina kalau kedua-duanya HIV-negatif maka tidak akan pernah terjadi penularan asalkan kedua-duanya tidak melakukan hubungan seks dengan pasangan lain.

(1) Kita tidak bisa menentukan apa penyebab luka pada penis temanmu. Untuk memastikannya harus diperiksa oleh dokter. (2) Tidak ada gejala atau tanda-tanda yang khas pada diri seseorang yang tertular HIV sebelum mencapai masa AIDS yaitu antara 5 – 10 tahun setelah tertular.

Pada masa AIDS seseorang yang HIV-positif sangat mudah diserang penyakit sehingga sering muncul beberapa penyakit pada dirinya, seperti diare, ruam, TB, dll. Tapi, bair pun ada gejala-gejala ini tapi untuk memastikan apakah ybs. HIV-positif harus melalui tes HIV dan diagnosis (pemeriksaan) dokter. (3) Ya, dengan menjalani tes HIV. Tes ini hanya bisa dilakukan di laboratorium tertentu dengan pengantar dari dokter. (4) Pada orang-orang yang tertular HIV infeksi tidak terjadi di alat kelamin, penis atau vagina, tapi di darah dalam tubuh.

Karena merasa was-was ada baiknya ajak dia menjalani tes HIV sukarela. Kalau dia tidak mau akan lebih baik kalau Anda yang menjalani tes. Soalnya, kalau seseorang tertular sifilis atau GO berarti dia sudah melakukan hubungan seks tanpa kondom sehingga ada risiko tertular HIV kalau teman kencannya yang menularkan sifilis atau GO juga HIV-positif.

Tapi, karena tidak ada gejala-gejala dan tanda-tanda yang khas pada diri seseorang yang tertular HIV maka banyak orang yang tidak menyadari dirinya sudah tertular HIV. Kalau tertular sifilis atau GO dalam beberapa hari sudah ada gejala-gejala, misalnya, perih atau sakit ketika kencing, sehingga orang menyadari dirinya sudah kena penyakit.

Team Pengasuh INFO KESPRO

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

Radiasi untuk Penderita Kanker Kelenjar Gondok (Tiroid) , Apa Maksudnya dan Apa Efek Sampingnya?

Tanya :

Dokter, saya wanita 52 tahun, menderita kanker kelenjar gondok (tiroid), sudah dilakukan operasi. Saya dianjurkan dokter untuk melanjutkan pengobatan ke Jakarta untuk dilakukan radiasi dengan Iodium radioaktif. Yang ingin saya tanyakan, apa maksud pengobatan tersebut, dan apa saja efek samping selama menjalani pengobatan tersebut. Mohon jawabannya. Terimakasih.

Ny. Meri, Pontianak

Jawab :

Seseorang yang menderita kanker kelenjar gondok atau kanker tiroid yang masih operabel (masih dapat dioperasi), pengobatannya adalah dengan cara operasi pengangkatan seluruh kelenjar tiroid tersebut kiri dan kanan beserta isthmus tiroid. Operasi ini biasa disebut tiroidektomi total. Bila kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di daerah leher, maka operasi ditambahkan dengan pembersihan seluruh kelenjar getah bening di daerah leher tersbut, tindakan ini disebut radikal neck dissection.

Sesudah operasi tersebut, pasien masih harus melanjutkan terapi lanjutan, yaitu dengan pengobatan radioaktif iodin atau yodium radioaktif, dimana pengobatan ini hanya ada di beberapa kota di Indonesia. Di Pontianak belum ada fasilitas pengobatan ini, karena belum ada dokter ahli dan fasilitas kedokteran nuklir. Sehingga penderita harus dirujuk ke Jakarta atau kota besar lainnya yang sudah memiliki fasilitas tersebut.

Ada beberapa jenis radioterapi yaitu, radioterapi eksternal dan radioterapi internal. Pada radioterapi eksternal, menggunakan mesin yang akan mengeluarkan sinar radiasi pada tempat kanker yang diobati dan jaringan sekitarnya.

Radioterapi interna atau radioisotope Therapy, radioterapi diberikan melalui cairan infus yang kemudian masuk ke pembuluh darah atau dapat juga dengan cara menelannya. Contoh obat radioterapi melalui infus adalah metaiodobenzylguanidine (MIBG) untuk mengobati neuroblastoma, sedangkan yang melalui oral atau dengan cara ditelan adalah Iodine-131 untuk mengobati kanker tiroid.

Radioaktif iodine adalah salah satu isotop radioaktif. Jenis isotop yang digunakan dalam bidang kedokteran adalah I-123 dan I-131. Radioaktif ini berkonsentrasi dalam kelenjar tiroid sama seperti iodium pada umumnya, sehingga dapat digunakan untk diagnosis maupun pengobatan. Untuk diagnosa digunakan I-123, sedangakan untuk pengobatan yang bertujuan menghancurkan kelenjar tiroid adalah I-131. Radioaktif iodine yang tidak nerada di dalam tiroid akan segera dikeluarkan dari tubuh melalui kelenjar keringat dan urine.

Semua penderita kanker tiroid yang sudah dilakukan operasi, perlu menjalani follow up yang reguler untuk mengetahui ada kanker tiroid yang tersisa atau tidak dan bersifat persisten atau rekuren (kambuh), dan juga perlu dideteksi apakah ada penyebaran kanker ke tulang belakang dan lainnya dengan menggunakan scanning radioaktif.

Untuk tujuan menghancurkan sisa sel kanker tiroid yang masih ada, maka penderita akan diberikan Iodine 131 (I-131) dosis besar dengan dosis 30-200mCi.

Pada pengobatan dengan cara ini pasien akan diminta untuk tinggal di dalam ruang terisolasi selama 24 jam untuk menghindari paparan dengan orang lain.

Pada pelaksanaan pengobatan ini, I-131 ditelan dalam bentuk dosis tunggal dengan bentuk kapsul atau cair dan dengan cepat masuk ke dalam pembuluh darah saluran pencernaan, lalu masuk ke dalam kelenjar tiroid dan mulai menghancurkan kelenjar tiroidnya. Efeknya baru akan terlihat dalam jangka waktu satu sampai tiga bulan dengan efek maksimal tiga sampai enam bulan setelah pengobatan.

Efek samping dari terapi ini pada umumnya adalah timbulnya rasa nyeri setelah pengobatan dan pembengkakan kelenjar ludah, yang dapat diobati dengan obat-obatan yang diberikan oleh dokter yang menanganinya.

Seseorang yang sedang dalam pengobatan dengan I-131 ini sebenarnya diperbolehkan pulang ke rumah denngan catatan tidak boleh melakukan kontak yang terlalu dekat dan lama dengan orang lain untuk beberapa hari terutama wanita hamil dan anak-anak. I-131 akan keluar dari tubuh selama dua hari pertama pengobatan, terutama melalui urin, juga melalui kelenjar liur, kelenjar keringat, kelenjar air mata, sekresi cairan vagina dan feces. Akan lebih baik bila seseorang yang sedang menjalani terapi ini bersistirahat selama beberapa hari, terutama yang pekerjaan sehari-harinya kontak dengan anak-anak dan wanita hamil.

Secara ringkas, penderita kanker tiroid yang telah dilakukan operasi tiroidektomi total harus dilanjutkan dengan pengobatan:

1). 4-6 minggu setelah tiroidektomi total, dilakukan sidik seluruh tubuh untuk mencari sisa jaringan tiroid atau adanya metastasis di tempat lain.

a. Bila tidak ditemukan sisa jaringan tiroid atau metastasis ,langsung diberikan hormon tiroid.

b. Bila masih ada sisa jaringan tiroid atau metastasis, maka diberikan yodium 131 terlebih dahulu, baru satu minggu kemudian diberikan hormon tiroid.

2). 6 bulan kemudian dilakukan sidik tiroid / seluruh tubuh ulangan. Bila hasilnya tidak ditemukan metastasis ,maka hormon tiroid diberikan kembali. Namun bila ada metastasis, diberikan yodium 131 dulu baru kemudian diberikan hormon tiroid satu minggu sesudahnya.

3). Prosedur tersebut diulangi sampai tidak ditemukan lagi adanya metastasis , dan setelah itu sidik seluruh tubuh diulangi :

- setiap 6 bulan selama 2 tahun pertama.

- setiap tahun selama tiga tahun berikutnya.

- selanjutnya setiap 2-3 tahun sekali

Dr.Yusuf Heriady, Spb, SpBOnk

Semoga pertanyaannya sudah dapat terjawab, bila masih kurang jelas, atau diantara para pembaca ada yang ingin bertanya tentang masalah tumor dan kanker, dapat menghunbungi : HP 081321862268 / 0561-7535262 atau ke Pontianak Post atau ke Klinik Tumor dan Kanker Pontianak ( Klinik Rosye Jaya Medika) di Jl. A.R. Saleh (BLKI) No A-5, telp. 0561-583999.

Untuk Konsultasi :

1.Klinik Bedah Tumor/Onkologi RSUD Soedarso

2.Klinik Tumor dan Kanker Pontianak>>

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

Rambut Rontok Apakah Dapat Diobati?

Tanya:

Ibu dokter yang terhormat, saya wanita berusia 33 tahun saya ingin berkonsultasi tentang gangguan kerontokan rambut yang menimpa saya. Sejak empat bulan ini rambut saya rontok hebat secara menyeluruh, sehingga rambut saya menipis. Sudah berbagai hair tonik, creambath seminggu sekali namun tidak ada kemajuan. Selama satu tahun ini saya kadang menyemir rambut namun itupun hanya jarang-jarang kira-kira hanya sekitar tiga kali namun kala itu rambut saya baik-baik saja tidak rontok. Kira-kira apa penyebab kerontokan rambut saya dokter?

Saya pernah mendengar bahwa pada orang yang pernah menderita sakit tifus kadang rambutnya juga rontok. Apakah memang ada kaitannya sakit tifus dengan rambut rontok, karena kira-kira 6 bulan yang lalu saya juga pernah dirawat di RS karena sakit tifus.

Saya juga pernah mendengar pada penderita lupus rambutnya juga rontok, apakah saya sakit lupus bu dokter? Bu dokter apakah rambut saya yang rontok masih bisa diperbaiki? Bagaimana cara pengobatannya? Saya menjadi minder karena kondisi ini. Terimakasih.

(Ibu Arimbi, Pontianak).

Jawab:

Ibu Arimbi yang sedang bingung, saya bisa memahami kondisi ibu, karena ada pepatah rambut adalah mahkota wanita, sehingga bila bila rambut mulai banyak berguguran akan menyebabkan kita gelisah takut rambutnya habis dan menjadi botak. Selain itu kerontokan rambut kadang berkaitan dengan beberapa penyakit sehingga kita sudah menduga-duga bahwa kita juga menderita sakit tersebut.

Pada kulit kepala orang normal terdapat tiga siklus pertumbuhan rambut yaitu fase anagen, telogen, katagen. Fase anagen adalah fase pertumbuhan rambut, fase katagen adalah fase rambut berhenti bertumbuh/ istirahat, sedangkan fase telogen adalah fase rambut lepas dari kulit kepala.

Sebagian besar rambut kepala normal rambut dalam fase anafen (80-90%), sisanya adalah fase katagen (5%) dan fase telogen (10%-15%). Dengan demikian sebenarnya tetap terjadi rambut yang gugur setiap harinya, pada saat kita kramas biasanya rambut yang gugur lebih banyak lagi. Pada kulit kepala normal rambut gugur setiap harinya berkisar 50 -100 helai. Namun bila terjadi kerontokan berlebihan yang menyebabkan rambut kepala menipis bahkan kebotakan atau dikenal sebagai alopesia difus maka harus dicari penyebabnya.

Penyebab kerontokan rambut bisa banyak faktor, secara garis besar bisa dibagi dua kelompok besar yaitu ekternal dan internal. Faktor eksternal telah kita kenal seperti pengecatan, pengeritingan, pelurusan, dan pemanasan rambut, penarikan rambut pada saat rambut dibentuk, kondisi tersebut akan merangsang kerontokan rambut bila tidak diimbangi dengan perawatan rambut yang baik.

Sedangkan faktor internal yang menyebabkan kerontokan rambut antara lain:

Gangguan Hormonal; penyakit hipotiroid maupun hipertiroid, kehamilan, alopesia androgen.

Nutrisi; penderita malnutrisi, penurunan berat badan yang mendadak, defisiensi zinc besi biotin.

Paparan obat dan bahan kimia tertentu; pada penderita kanker yang harus menjalani kemoterapi, Selain itu beberapa obat kontrasepsi oral juga dapat menyebabkan kerontokan tambut difus.

Penyakit sistemik maupun penyakit tertentu dengan demam tinggi; kerontokan sering terjadi akibat penyakit sistemik dengan demam tinggi.

Pada kasus ibu Arimbi kerontokan rambut yang banyak didahului dengan sakit tifus yang biasanya disertai demam tinggi sehingga menyebabkan gugurnya rambut berlebihan pada fase telogen yang dikenal dengan telogen eflufium. Kondisi ini akan lebih parah bila terjadi trauma rambut yang berlebihan seperti cat rambut maupun pemanasan.

Pada kasus lupus eritematosus memang terjadi kerontokan rambut yang berlebihan, namun biasanya berupa scarring alopesia atau alopesia dengan skar di kepala. Untuk penegakan diaganosis lupus sendiri harus dilakukan anamnesis dan pemeriksaan fisi k maupun pemeriksaan penunjang yang lengkap. Berdasarkan informasi yang telah ibu sampaikan sepertinya ibu tidak perlu kuatir kalau ibu menderita lupus, karena lupus sering disertai gangguan kulit maupun gangguan sistemik yang lain.

Ibu Arimbi tidak perlu kuatir penyakit ibu dapat diobati untuk lebih jelasnya silakan ibu ke RS agar dapat dilakukan pemeriksaan dan pengobatan lebih lanjut. Bila kurang jelas atau diantara para pembaca ada yang ingin bertanya tentang masalah kulit dan kelamin dapat menghubungi:hp 0818464018 atau pontianak post atau poli Kulit dan Kelamin RS Soedarso atau apotek Mitra jl Jend Urip.

Dr.Retno Mustikaningsih MKes SpKK

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

February 10, 2008

TB Kelenjar, Bagaimana Mengobatinya?

Minggu, 3 Februari 2008

Oleh :

Tanya:

Dokter, saya perempuan berusia 19 tahun. 3 minggu terakhir di leher sebelah kanan terdapat beberapa benjolan sebesar kacang tanah, tidak nyeri. Saya kemudian berobat ke puskesmas, diberi antibiotic, tapi benjolan tidak juga hilang. Kata dokter di puskesmas, kemungkinan saya terkena TBC kelenjar. Apakah memang ada TBC kelenjar dok karena setahu saya TBC biasanya di paru-paru dan saya juga tidak batuk-batuk. Apakah pengobatannya sama dengan TBC paru? Terima kasih.

(N, Ptk)

Jawab:

TB kelenjar adalah termasuk TB ekstra paru. TB kelenjar bisa terjadi secara sekunder melalui aliran kelenjar limfe dari infeksi tuberkulosis di mulut atau tenggorokan bisa juga melalui darah dari sumber tuberculosis primer di tubuh atau secara langsung dari organ terdekat yang terinfeksi tuberculosis. Infeksi TB di daerah leher yang mengenai kelenjar disebut limfadenitis.

TB kelenjar bisa diderita oleh semua umur dan kedua jenis kelamin tetapi lebih banyak mengenai prempuan usia muda terutama ras Asia, Indian, Negro dan Hispanik. Gejala klinis limfadenitis TB adalah pembesaran kelenjar di daerah leher selama beberapa minggu sampai bulanan dan biasanya tidak sakit.

Benjolan bisa terdapat di leher, daerah di bawah dagu, sampai ke kelenjar di ketiak dan selangkangan. Gejala lain adalah demam, berat badan turn, lemas dan kadang disertai keringat malam. Batuk jarang ditemkan kecuali bila bersamaan dengan TB di paru kadang tanpa gejala sama sekali.

Diagnosis limfadenitis TB bisa melalui sediaan apus dengan ditemukannya kuman tahan asam melalui sediaaan apus langsung atau dikultur. Bisa juga melalui aspirasi jarum halus (FNA) pada massa kemudian dilihat sel-selnya (sitologi).

Untuk kasus anda, dianjurkan untuk dilakukan pemeriksaan FNA untuk melihat sel dan sekaligus untuk melihat ada tidaknya kuman TB. Selain itu anda juga di foto toraks untuk melihat ada tidak kelainan di paru karena bisa terjadi bersamaan dengan infeksi TB di paru.

Pengobatan untuk limfadenitis TB sama dengan TB paru hanya lebih lama yaitu selama 12 bulan, selain itu bisa dilakukan pengangkatan kelenjar yang terkena tetapi tetap harus diterapi dengan obat anti tuberculosis. Beberapa penelitian menganjurkan terapi anti tuberculosis saja selama 18 bulan dengan angka kesembuhan 90%.

Risa F Musawaris

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

February 9, 2008

Kuman Gigi Berlubang Bisa Menular

Tanya:

Dokter, orang bilang dari gigi yang berlubang dan sudah infeksi, kumannya bisa lari kemana-mana ya lewat pembuluh darah misalnya ke ginjal, wah benar tidak Dok, ngeri jadinya, tolong jelaskan ya, terimakasih.

(DSW, Ketapang)

Jawab:

Anda luar biasa pengetahuannya ya, saya coba beri penjelasan tambahan bahwa lubang pada gigi bisa muncul karena makanan tinggi karbohidrat, gula, dan minuman bersoda. Terutama bila sehabis mengonsumsi makanan atau minuman tersebut tidak dilanjutkan dengan menggosok gigi.

Selain itu, cara menyikat gigi yang salah juga bisa membuat gigi berlubang. Menyikat gigi secara mekanik, tidak dengan tindakan yang tepat memang bisa membuat gusi menyusut. Dengan begitu gigi yang berdekatan dengan gusi bisa berlubang.

Kalau lubangnya dangkal, masih memungkinkan dilakukan penambalan sebagai langkah perawatan. Namun, jika lubangnya sudah menembus pulva atau saraf, gigi sudah tidak bisa ditambal lagi. Biasanya kondisi itu membuat penderita mengeluh sakit.

Dalam kondisi serupa itu, saluran sarafnya harus dibersihkan. Sarafnya pun harus dimatikan. Kalau tidak, saluran akan menjadi kotor. Saraf yang sudah mati pun akan membusuk. Hal ini tentu saja akan membuat isi saluran dipenuhi kotoran dan kuman.

Jika mahkota giginya saja yang ditambal, tanpa memperhatikan saluran maupun sarafnya, rasa sakit tidak akan hilang. Dari luar gigi terlihat bagus tapi sebetulnya masih sakit karena sarafnya sudah busuk. Busuknya pun sudah menyebar ke seluruh saluran akar.

Kalau hal ini didiamkan, bisa kronis dan timbul focus of infection. Itu sebabnya diperlukan pemotretan gigi untuk melihat kelainan yang terjadi. Focus of infection merupakan suatu infeksi kronis di suatu tempat yang sudah ada dalam waktu cukup lama dan menyebabkan penyakit di tempat lain.

Ini dikarenakan di tempat yang kronis tersebut selalu ada racun (toksin), sisa-sisa kotoran dan kuman. Dari fokus atau tempat tersebut, racun atau infeksi bisa menyebarkan penyakit ke tempat lain di tubuh seperti ginjal, jantung, mata, kulit, dan lainnya. Kalau ke jantung, biasanya yang terkena adalah klepnya.

Mulanya hanya lubang kecil, tapi lama-lama bisa bocor. Hal itu disebut endocartitis atau peradangan jantung bagian dalam. Tapi, hal ini memakan waktu tahunan. Jika jantung masih dalam proses dibuat sakit oleh infeksi fokus di gigi dan infeksi tersebut dihilangkan atau diobati, maka timbulnya penyakit di jantung bisa ikut terhenti.

Namun, bila pada jantung sudah timbul penyakit yang berdiri sendiri, pengobatan infeksi sudah tidak bisa menghentikan proses penyakit tersebut. Terimakasih.

dr.Multi J Bhatarendro

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

February 8, 2008

TBC Terinfeksi HIV Positif

Tanya:

Assalamualaikum wr wb dok. Saya mempunyai anak laki-laki usia 20 tahun, sudah 2 bulan ini batuk-batuk, batuknya berdahak warna kuning dan demam tiap malam. Anak saya juga sering diare. Anak saya bekas pecandu narkoba jenis suntik tapi sudah berhenti sejak 2 tahun yang lalu. Dia sudah cek darah dan hasilnya HIV (+) dengan jumlah CD4 56.

Kami lalu ke dokter dan anak saya dianjurkan untuk tes dahak dan rontgen. Dokter mengatakan anak saya terkena TBC paru dan mesti minum obat 6 bulan. Bagaimana anak saya bisa terkena TBC paru padahal di keluarga kami tidak ada yang sakit TBC dan bagaimana dengan pengobatan HIV-nya? karena kata dokter penyakit dalam TBC-nya harus diobati dulu baru diobati HIV-nya. Tolong jawabannya dok. Terima kasih.

Ny. T

Jawab:

Waalaikumsalam wr wb. Tuberkulosis disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Kuman TB dapat hidup lama di dalam tubuh seseorang tanpa menyebabkan penyakit pada orang tersebut karena daya tahan tubuhnya baik dan baru akan menjadi penyakit bila mekanisme pertahanan tubuh tidak dapat melawan si kuman. Sumber utama penularan adalah melalui batuk atau bersin yang mengandung partikel kuman dari secret atau lendir yang dibatukkan atau dibersinkan tersebut.

Sekali batuk, seseorang dapat melontarkan 3000 kuman. Akhir-akhir ini seiring dengan meningkatnya penggunaan narkoba jenis suntik prevalensi HIV (+) juga meningkat karena pemakaian jarum suntik secara bergantian. Pada penderita HIV(+) dengan infeksi yang berkembang, sel darah puih akan terus menurun baik dalam jumlah maupun fungsinya.

Karena fungsinya untuk pertahanan tubuh, maka system imun akan kurang kuat untuk menangkal masuknya kuman M. tuberculosis dan infeksi oportunistik lain. Begitu pula yang dialami oleh anak ibu. Gejala penyakit TB paru adalah batuk lebih dari 2 minggu dangan dahak, berat badan turun, nyeri dada, demam.

Diagnosis pasti TB paru adalah melalui pemeriksaan dahak, bisa juga dengan foto roentgen dada. Pada penderita HIV dengan koinfeksi tuberculosis paru, pengobatan untuk TB sama dengan penderita TB HIV(-) yaitu selama 6 bulan. Sedangkan untuk pengobatan HIV, kapan mulainya pengobatan berdasarkan jumlah sel CD4 (cluster of differentiation, yaitu bagian dari sel darah putih untuk pertahanan tubuh), gajala klinis, dan jumlah virus dalam tubuh.

Menurut guideline WHO, CD4 merupakan indikator terpenting untuk memulai pengobatan antiretroviral yaitu bila nilai CD4 <200 sel/mm. Pengobatan TB secepatnya diperlukan apalagi bila hasil pemeriksaan dahak (+). Pengobatan TB bersamaan dengan antiretroviral juga bergantung kepada jumlah CD4. Bila hasil CD4 < 200 sel/mm, sebaiknya dilakukan pengobatan bersama anti TB dengan anti retroviral.

Tetapi bila hasil dahak (+) sedangkan pasien masih tidak bergejala berat, terapi antiretroviral bisa ditunda sampai 2 bulan pengobatan anti TB karena interaksi antara kedua macam obat. Melihat dari jumlah CD4 anak ibu yang rendah, sebaiknya pengobatan TB bersamaan dengan antiretroviral dengan pemilihan jenis antiretroviral yang tidak akan berinteraksi dengan anti TB. Untuk pilihan obat antiretroviral, sebaiknya ibu berkonsultasi ke dokter ahli penyakit dalam.

Team Pengasuh

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

February 7, 2008

Gonti-Ganti Pasangan Tanpa Kondom

Tanya:

Pengasuh Yth. Sebagai karyawan saya sering pindah tugas. Saya sering ganta-ganti pasangan karena istri saya kerja dan anak-anak sudah pada sekolah. Tapi saya sangat selektif dalam memilih pasangan kencan, maksudnya saya tidak berani tidur dengan perempuan tersebut sebelum mengenalnya dengan baik. Terkadang saya kencan dengan penyanyi, janda atau gadis yang saya pacari, tetapi terkadang juga dengan pekerja seks komersial.

Setiap kali kencan, terkadang saya menggunakan kondom tetapi terkadang pula tidak bila perempuan itu saya nilai tidak mungkin terkena HIV. Dan selama ganta-ganti pasangan, saya belum pernah terkena sifilis. Yang ingin saya tanyakan: (1) Apakah dengan gonta-ganti pasangan saya rentan tertular HIV? (2) Apakah HIV selalu diawali dengan sifilis atau penyakit kelamin lainnya? Uang pasti selama ini saya belum pernah terkena penyakit kelamin. Saya juga ingin tahu: (3) Apakah dengan menggunakan kondom ada jaminan bahwa seseorang akan terhindar dari penularan HIV?

W, Pontianak

Jawab:

Kita tidak bisa melihat denga mata telanjang apakah seseorang sudah tertular HIV atau belum. Biar pun teman kencanmu kau kenal dengan baik, tapi apakah Anda bisa menjamin sebelum berkencan denganmu dia tidak pernah berkencan dengan laki-laki lain? Yang jelas Anda sudah melakukan tiga perilaku berisiko tinggi tertular HIV yaitu (a) berkencan dengan pasangan yang berganti-ganti, (b) berkencan dengan orang yang sering berganti-ganti pasangan, yaitu pekerja seks, dan (c) tidak memakai kondom pada setiap melakukan hubungan seks dengan pasangan yang berganti-ganti. Risikonya saja besarnya. Status HIV seseorang hanya dapat diketahui melalui tes HIV. Anda tidak ada kaitan langsung antara sering pendah tugas dengan ganti-ganti pasangan.

(1) Ya, jelas, karena ada kemungkinan salah satu dari pasangan yang pernah Anda ajak kencan HIV-positif. Memang, probabilitas (kemungkinan) tertular melalui hubungan seks yang tidak memakai kondom 1:100. Artinya, dalam 100 kali melakukan hubungan seks dengan pasangan yang berganti-ganti ada 1 kali kemungkinan tertular HIV.

Tapi, kita tidak bisa mengetahui pada hubungan seks yang ke berapa terjadi penularan. Bisa saja pada hubungan seks yang pertama, kedua, kelima, kesepuluh, ketujuh puluh, dst. Jadi, melakukan hubungan seks dengan pasangan yang berganti-ganti atau dengan seseorang yang sering berganti-ganti pasangan, seperti pekerja seks atau waria, merupakan kegiatan yang berisiko tinggi tertular HIV.

(2) Tidak ada kaitan langsung antara sifilis dengan HIV. Tapi, jika seseorang mengidap sifilis maka ada infeksi di alat kelaminnya sehingga mudah tertular HIV karena luka-luka di kelamin bisa menjadi pintu masuk bagi HIV ke dalam aliran darah. Jika seseorang tertular sifilis atau GO maka dia sudah melakukan hubungan seks yang berisiko yang juga menjadi pintu masuk bagi HIV.

(3) Di dunia ini tidak ada yang bisa dijamin atau menjamin 100%. Yang jelas kalau kondom yang dipakai bagus, artinya belum expired, dan tidak sobek ketika dipasangkan ke penis maka kondom dapat menurunkan risiko tertular HIV atau PMS. HIV terdapat dalam cairan sperma. HIV tidak bisa melepaskan diri dari sperma.

Jadi, kalau sperma tertampung di dalam kondom maka HIV pun ada dalam kondom. Dengan memakai kondom maka penis terhindar dari pergesekan dengan mulut dan dinding vagina sehingga tidak terjadi penularan HIV. Selain itu penis pun tidak terendam di dalam cairan vagina sehingga tidak terjadi penularan (HIV juga terdapat dalam cairan vagina).

Team Pengasuh

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

February 6, 2008

Hipertensi Cabut Gigi, Bolehkah?

Tanya:

Dokter, saya merasa trauma untuk datang ke klinik gigi, sebelum dan setelah perawatan dilakukan, bagaimana mengurangi rasa trauma ini ya dok?

(GHD, Sekadau)

Jawab:

Selain usaha aktif dari dokter gigi, sikap pasien yang selalu bertanya kepada dokter mengenai riwayat sakit gigi serta keluhannya, akan sangat membantu proses penyembuhan. Dengan begitu, kemungkinan terjadinya komplikasi akibat tindakan pada gigi bisa diminimalisasi.

Penanganan kesehatan gigi sejak dini dalam stadium ringan, memungkinkan seseorang terhindar dari komplikasi yang membahayakan. Bagi mereka yang belum mengalami sakit gigi, perawatan seperti menggosok gigi setelah makan, harus rajin dilakukan.

Apabila struktur gigi tidak beraturan, harus lebih rajin memeriksakan diri ke dokter atau memberi perhatian esktra pada kesehatan giginya. Jauhi makanan yang terlalu panas atau dingin. Gigi berlubang atau tanggal harus segera diperiksakan ke dokter, agar dapat dilakukan penanganan medis secara tuntas.

Jangan menunggu hingga muncul rasa sakit yang berlebihan karena bisa menimbulkan infeksi yang dapat memicu komplikasi. Yang lebih penting, jangan pernah menunda untuk memeriksakan gangguan gigi ke dokter, seringan apa pun. Untuk mereka yang memiliki trauma akibat berobat ke dokter gigi, ada baiknya meminta saran dokter.

Kalau tidak, mintalah untuk didampingi orang terdekat saat melakukan pemeriksaan kembali. Hal ini penting karena banyak kasus trauma masa lalu yang menyebabkan penanganan gigi jadi terlambat, semoga dapat menjawab pertanyaan anda, terimakasih.

Tanya:

Dok, saya mau cabut gigi tetapi saya mempunyai penyakit darah tinggi jadi bagaimana? (SSA, Pontianak)

Jawab:

Dalam tindakan cabut gigi biasanya menggunakan anestesi yg umumnya mengandung adrenalin yg sifatnya menyempitkan pembuluh darah (vasokonstriktor). Bisa dibayangkan kan kalau saat tensinya tinggi (aliran darahnya tinggi) lalu tiba-tiba kita anestesi atau kita buat sempit pembuluh darah, bisa-bisa pembuluh darahnya pecah.

Nah bila itu terjadi bisa menyebabkan perdarahan dan di otak bisa menyebabkan stroke. Dan itu bisa berbahaya atas keselamatan jiwa seseorang. Kapan orang yang mempunyai hipertensi bisa dicabut? Karena sepanjang hidupnya selalu hipertensi.

Seyogianya berkonsultasi dahulu dengan dokter spesialis penyakit dalam atau penyakit jantung, juga dikontrol dahulu tensinya sehingga normal setelah itu bisa dilakukan tindakan pencabutan, disisi lain hypertensi tidak ada sangkut pautnya dengan gigi yang akan dicabut.

Anda jangan membayangkan, karena darah begitu tinggi, maka kalau gigi dicabut darah akan ‘muncrat-muncrat’ kemana-mana. Pandangan ini adalah pandangan dan cerita-cerita burung yg salah tentang hipertensi itu sendiri. Justru anda harus mencabut gigi yg rusak tersebut ‘segera’.

Mengapa? Gigi yang tidak mendapat perhatian pemeliharaan adalah penyebab timbulnya penyakit hypertensi/darah tinggi, penyakit jantung, stroke. Oleh karena apa? Oleh karena bakteri yang bersarang di dalam gigi yang rusak dan tidak terpelihara, akan masuk ke dalam jalan darah, dan meneruskan bakteri yang mulanya lemah menjadi kuat ke arah bagian-bagian penting didalam tubuh kita.

Salah satunya jantung. Kalau sudah demikian, maka apa yang terjadi selanjutnya dapat kita terka, anda akan mendapat sakit jantung/heart attack, brain attack, stroke, dan hypertensi.

Pergilah kedokter gigi untuk menyelesaikannya. sebab dokter akan memberikan suntikkan kebal pada gusi anda, agar anda tidak merasakan sakit pada waktu dicabut. Setelah itu anda akan diberi tampon berisi cairan kebal, untuk menjaga kesterilan luka bekas dicabut.

Seterusnya anda bisa mengobati rasa sakit pada gusi dengan minum obat paracetamol dan sejenisnya. Oleh karena itu, kontrollah secara teratur gigi anda ke dokter gigi, dan jagalah hygienis mulut.Selebihnya anda akan terhindar dari penyakit. Terimakasih.

Team Pengasuh

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

February 5, 2008

Lutut Nyeri Akibat Osteoartritis

Tanya:

Dokter, saya seorang ibu rumah tangga berusia 60 tahun. Saat ini saya mempunyai masalah dengan lutut saya. Kedua lutut saya terasa nyeri dan suka berbunyi, terutama kalau banyak berjalan. Kedua lutut saya juga tampak melengkung keluar. Saya juga tidak dapat menekuk lutut saya, sehingga terasa sangat sulit dan menderita sekali jika hendak bersujud atau naik turun tangga.

Lutut saya telah diroentgen, dikatakan dokter bahwa kedua lutut saya terjadi perkapuran dan celah sendi lutut menyempit. Karena sakit yang saya derita itu membuat saya menemui banyak hambatan dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Mohon petunjuk dan nasehat dokter untuk penyakit saya ini. Perlu juga dokter ketahui bahwa saya mempunyai berat badan yang berlebih alias gemuk. Terima kasih atas penjelasan dokter.

Ny. B, Pontianak

Jawab:

Yth. Ibu B di Pontianak. Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih untuk surat ibu. Dilihat dari segi usia ibu, hasil roentgen lutut dan riwayat penyakit yang telah ibu sampaikan, kemungkinan besar ibu menderita penyakit Osteoartritis Lutut (OA Lutut), tapi untuk memastikannya sebaiknya ibu memeriksakan diri ke dokter terdekat.

OA Lutut paling sering ditemukan pada penderita berusia lanjut karena merupakan suatu penyakit degenerasi. Sejalan dengan bertambahnya usia seseorang maka struktur dan jaringan tubuh juga akan semakin berkurang fungsi, elastisitas dan daya tahan dari jaringan tersebut. Yang pada akhirnya jaringan tersebut akan menjadi aus dan rusak, demikian juga yang terjadi pada sendi lutut ini.

OA Lutut sering terjadi karena lutut merupakan sendi yang paling banyak dipakai saat kita bergerak. Faktor yang yang turut berpengaruh adalah kegemukkan, karena dengan semakin gemuk seseorang maka beban tumpuan pada kedua lutut juga semakin besar. Disamping itu juga faktor nutrisi, pola makan dan pola hidup juga sangat berpengaruh terhadap terjadinya kasus OA Lutut.

Gejala-gejala:

Keluhan yang sering menyertai adalah:

- Nyeri lutut.

- Kaku sendi.

- Bengkak sendi.

- Sendi berbunyi saat digerakkan.

- Sendi terasa goyah atau tidak stabil.

- Bentuk lutut yang melengkung keluar. Hal ini lebih banyak terjadi bagi mereka yang gemuk.

- Jika kasusnya berlanjut menahun dapat terjadi pengecilan daripada otot-otot tungkai bawah sehingga timbul kelemahan tungkai bawah.

Penatalaksanaan:

1. Obat-obatan: obat yang diminum, dioleskan ataupun disuntikkan langsung ke lutut.

2. Rehabilitasi Medik:

Tujuan terapi Rehabilitasi Medik adalah:

- Mengurangi/ menghilangkan rasa sakit.

- Memperbaiki fungsi lutut.

- Mengembangkan strategi menghadapi nyeri.

- Mencegah terulangnya kembali rasa nyeri dengan mengubah gaya hidup.

- Mencegah agar penyakit tidak bertambah parah.

Program Rehabilitasi Medik:

1. Terapi fisik: terapi panas, terapi dingin, elektroterapi, exercise seperti latihan aerobic endurance, latihan relaksasi, dll.

2. Okupasi terapi: memberikan petunjuk dan latihan-latihan yang disesuaikan dengan kondisi sakit pasien, sehingga dapat tetap melakukan aktifitas kegiatan sehari-hari.

3. Ortotik prostetik: memberikan dynamic-splint sebagai alat protektif lutut juga sebagai alat Bantu jalan.

4. Edukasi:

- Mengubah gaya hidup yang menyebabkan kerusakkan lebih parah pada sendi lutut, seperti: hindari sering naik turun tangga, jongkok, melompat, dsb.

- Hindari kegemukkan dengan dengan diet yang sehat dan berimbang.

- Istirahat cukup dan olahraga teratur. Olahraga yang disarankan bersepeda atau berenang.

- Biasakan melakukan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci atau memasak dengan duduk.

- Pergunakan selalu kloset duduk, hindari kloset jongkok.

- Hindari berjalan atau berdiri dalam jangka waktu yang lama.

Demikian yang dapat kami sampaikan tentang nyeri lutut akibat Osteoartritis Lutut (OA Lutut) dan program Rehabilitasi Medik yang dapat dilakukan. Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekali. Untuk konsultasi lebih lanjut dapat menghubungi kami.

Team Pengasuh

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

January 18, 2008

Menghilangkan HIV dari Darah

Tanya:

Pengasuh Yth, apakah dengan menggunakan piring dan pakaian yang telah dipergunakan oleh orang yang HIV-positif (ODHA) dapat terjadi penularan?

Soalnya kami punya keluarga yang HIV-positif dan sedang dalam perawatan. Karena takut tertular kami menggunakan sarung tangan bila menyentuhnya. Ketika sakit dipisahkan perabot yang ia pakai makan dan minum.

(Usman, Pontianak)

Jawab:

Yang perlu diingat adalah bahwa HIV dalam jumlah yang dapat ditularkan pada tubuh seseorang yang HIV-positif hanya terdapat di cairan darah (laki-laki dan perempuan), air mani (laki-laki, dalam sperma tidak ada HIV), cairan vagina (perempuan), dan air susu ibu (perempuan).

Maka, penularan HIV melalui darah seseorang yang HIV-positif bisa terjadi kalau darah masuk ke tubuh orang lain melalui transfusi darah, jarum suntik, jarum tindik, jarum tattoo, jarum akupunktur, cangkok organ tubuh, dan terpapar pada permukaan kulit yang ada luka-lukanya.

Penularan HIV melalui air mani dan cairan sperma seseorang yang HIV-positif bisa terjadi pada saat terjadi hubungan seks tanpa kondom di dalam atau di luar nikah dengan pekerja seks atau bukan pekerja seks.

Penularan melalui air susu ibu (ASI) seseorang yang HIV-positif bisa terjadi pada proses menyusui. Hanya ini cara penularan HIV. Melindungi diri dari berbagai penyakit diperlukan karena ada penyakit yang bisa menular melalui udara, air, keringat, air liur, kotoran, dll.

Tanya:

Pengasuh Yth., Apakah setelah minum ARV virus HIV bisa hilang dalam darah?

(Didi, Pontianak)

Jawab:

Sampai sekarang belum ada satu pun jenis virus yang ada dalam tubuh manusia bisa dimusnahkan. Contohnya, virus flu. Ketika seseorang tertular flu maka yang diobati adalah simptomnya, seperti demam atau batuk.

Sedangkan virus flu dilemahkan dengan obat. Begitu pula dengan HIV yang bisa dilakukan hanya menekan pertumbuhan virus itu di dalam darah yaitu dengan obat antiretroviral (ARV).

Misalnya, satu hari HIV menggandakan diri 10, tapi kalau minum ARV maka penggandaan hanya 7. Ini membuat kondisi orang yang meminum ARV itu bisa tetap terjaga kesehatannya.

Soalnya, penggandaan HIV sejalan dengan kerusakan sel-sel darah putih. HIV makin banyak maka sel darah putih makin sedikit sehingga mudah diserang penyakit. Dengan ARV sel-sel darah putih ‘dipertahankan’ sehingga penyakit tidak mudah menyerang.

Team Pengasuh LSM Infokespro

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment