February 24, 2008

Trauma Cabut Gigi

Tanya:

Dokter, saya merasa trauma untuk datang ke klinik gigi, sebelum dan setelah perawatan dilakukan, bagaimana mengurangi rasa trauma ini ya dok?

GHD, Sekadau

Jawab:

Selain usaha aktif dari dokter gigi, sikap pasien yang selalu bertanya kepada dokter mengenai riwayat sakit gigi serta keluhannya, akan sangat membantu proses penyembuhan. Dengan begitu, kemungkinan terjadinya komplikasi akibat tindakan pada gigi bisa diminimalisasi.

Penanganan kesehatan gigi sejak dini dalam stadium ringan, memungkinkan seseorang terhindar dari komplikasi yang membahayakan. Bagi mereka yang belum mengalami sakit gigi, perawatan seperti menggosok gigi setelah makan, harus rajin dilakukan.

Apabila struktur gigi tidak beraturan, harus lebih rajin memeriksakan diri ke dokter atau memberi perhatian esktra pada kesehatan giginya. Jauhi makanan yang terlalu panas atau dingin. Gigi berlubang atau tanggal harus segera diperiksakan ke dokter, agar dapat dilakukan penanganan medis secara tuntas.

Jangan menunggu hingga muncul rasa sakit yang berlebihan karena bisa menimbulkan infeksi yang dapat memicu komplikasi. Yang lebih penting, jangan pernah menunda untuk memeriksakan gangguan gigi ke dokter, seringan apa pun. Untuk mereka yang memiliki trauma akibat berobat ke dokter gigi, ada baiknya meminta saran dokter.

Kalau tidak, mintalah untuk didampingi orang terdekat saat melakukan pemeriksaan kembali. Hal ini penting karena banyak kasus trauma masa lalu yang menyebabkan penanganan gigi jadi terlambat, semoga dapat menjawab pertanyaan anda, terimakasih.

Team Pengasuh

Sumber : Pontianak Post Online

 

 

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

Sifilis dan AIDS

Tanya:

Pengasuh Yth. Sebagai seorang yang bekerja di panti pijat yang terkadang menerima pelanggan untuk teman kencan. Terus terang saya takut tertular HIV/AIDS. Banyak teman saya bilang kalau laki-laki tidak pakai kondom risiko terkena HIV/AIDS sangat besar.

Saya pernah terkena sifilis. Penyakit ini hampir lima bulan saya derita dan baru berhenti setelah berobat ke dokter. Oleh karena itu saya ingin tahu ciri-ciri seseorang yang terkena virus HIV/AIDS: (1) Bagaimana bentuknya dan tanda-tandanya? Dengan adanya sifilis yang saya derita selama ini: (2) Apakah hal itu bisa menunjukkan bahwa saya juga terinfeksi HIV/AIDS?

Nn. A, Pontianak

Jawab:

(1). Tidak ada tanda-tanda, keluhan atau gejala yang khas pada diri seseorang yang sudah tertular HIV/AIDS sebelum mencapai masa AIDS (antara 5–10 tahun setelah tertular). Tapi, biarpun tidak ada gejala atau tanda-tanda seseorang yang sudah HIV-positif bisa menularkan HIV kepada orang lain melalui hubungan seks yang tidak memakai kondom di dalam atau di luar nikah, transfusi darah, dan jarum suntik, jarum tindik, jarum tattoo.

Jika sudah mencapai masa AIDS maka orang yang tertular HIV akan mudah sakit, seperti diare, sariawan, TB, dll. Tapi, ingat orang yang menderita diare, sariawan, TBC dll. Tidak otomatis terkait dengan HIV/AIDS.

Seseorang yang menderita diare dan sariawan yang terus-menerus bisa terkait dengan HIV/AIDS jika dia pernah (1) melakukan hubungan seks tanpa kondom di dalam atau di luar nikah dengan pasangan yang berganti-ganti, (2) melakukan hubungan seks tanpa kondom di dalam atau di luar nikah dengan seseorang yang sering berganti-ganti pasangan, seperti pekerja seks atau waria, (3) menerima transfusi darah yang tidak diskrining HIV, dan (4) memakai jarum suntik, jarum tindik, jarum akupunktur, jarum tattoo secara bersama-sama dengan bergiliran dan bergantian.

(2) Karena Anda sudah pernah tertular sifilis maka itu berarti Anda pernah melakukan hubungan seks yang tidak aman (tidak memakai kondom). Jika, semoga tidak, teman kencan Anda yang menularkan sifilis juga mengidap HIV/AIDS maka ada kemungkinan Anda juga tertular bersamaan dengan sifilis.

Memang penularan HIV adalah 1:100. Artinya, dalam 100 kali melakukan hubungan seks yang tidak memakai kondom dengan pasangan yang berganti-ganti kemungkinan tertular 1 kali. Tapi, kita tidak mengetahui kapan terjadi penularan: bisa pada hubungan pertama, kedua, kelima, ketujuh puluh.

Team Pengasuh

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

February 23, 2008

Terapi Nyeri leher, Akibat Fibromyalgia Syndrome

Masalah:

Apakah yang dimaksud dengan Fibromyalgia Syndrome?

 

Jawaban :

Fibromyalgia merupakan kelainan yang paling sering ditemukan pada akhir-akhir ini. Keluhan ini banyak dirasakan bagi mereka yang terlalu sibuk bekerja, kadang sampai kurang istirahat, rekreasi dan makan tidak teratur, sehingga timbul stress fisik dan psikis yang berlanjut. Boleh dikatakan juga penyakit ini timbul akibat pola hidup seseorang yang kurang baik.

Gambaran klinik:

1. Nyeri dan kaku pada otot yang tersebar pada beberapa tempat.

2. Rasa letih badan/fatigue.

3. Gejala yang sering dirasakan adalah sebagai berikut:

- Sakit kepala.

- Rasa tidak nyaman/pegal-pegal pada daerah leher dan leher bagian bawah.

- Rasa sebal-sebal pada lengan atas.

- Badan letih dan lemah seperti kurang tidur.

4. Kasus ini lebih banyak dijumpai pada wanita yang berusia 20-60 tahun.

5. Nyeri dan kaku ini sering dirasakan pada pagi hari saja, tetapi kadang pula dapat terjadi sepanjang hari.

6. Faktor pemicu timbulnya gejala ini adalah:

- Aktifitas fisik yang berlebihan.

- Kurang beraktifitas/olahraga.

- Gangguan tidur.

- Stress pekerjaan atau emosi (stress fisik atau psikis).

Klasifikasi:

Penyakit Fibromyalgia dibagi menjadi 2 kelompok besar berdasarkan ARA:

1. Widespread pain:

Nyeri yang menyebar luas, dapat mengenai sisi kanan dan kiri badan, baik bagian atas maupun bawah pinggang. Dapat pula mengenai daerah leher, bagian dada, daerah punggung atas dan punggung bawah.

2. Pain in 11-18 tender point:

Nyeri yang hanya dirasakan pada beberapa titik nyeri tertentu (tender point), seperti daerah belakang kepala, tulang leher bagian bawah, bahu belakang, daerah bokong, pangkal tulang paha, daerah tulang iga ke dua, daerah siku tangan bagian luar dan lutut. Kadang bersifat bilateral/kedua belah sisi yang terkena.

Penatalaksanaan:

1. Obat-obatan:

- Anti nyeri non steroid dan kortikosteroid, dll.

2. Terapi Fisik: terapi kombinasi akan lebih efektif.

- Diatermi: SWD, MWD, Ultrasound diatermi.

- Elektroterapi: TENS, Biofeedback, laser, dan akupuntur.

- Exercise: Latihan aerobik.

3. Psikoterapi.

4. Advis:

- Hindari stress fisik dan pikiran.

- Cukup istirahat dan tidur.

- Makan makanan yang sehat dan berimbangan.

- Buat jadwal pekerjaan anda agar lebih terstuktur.

- Berolahraga yang teratur dan cukup, berenang sangat dianjurkan.

- Rekreasi.

Demikian yang dapat kami sampaikan tentang penyakit Fibromyalgia dan penatalaksaannya, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca semua. Untuk konsultasi lebih lanjut dapat menghubungi kami.

Team Pengasuh

Sumber : Pontianak Post  Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

February 18, 2008

Kulit Wajah kok Tampak Tua?

Masalah :

Saya mengamalami masalah di bagian wajah yang kelihatan lebih tua dari
umur saya, apa ada obat tradisional atau kosmetik mengembalikan wajah saya
lebih tua ini ke bentuk yang susai dengan umur saya. Atas jawabannya saya
ucapkan terima kasih

Kamil, 22 tahun 
     

Jawaban :

Dear saudara Kamil,

Wajah kelihatan lebih tua itu bisa jadi berarti kulit wajah anda kusam.
Untuk menanggulangi wajah kusam, ada 2 cara yang bisa dilakukan:

A . Penanggulangan dari dalam

   1. Lakukan pola hidup sehat, dengan makan-minum, olah raga dan
istirahat yang cukup, karena pola hidup yang tidak sehat, seperti merokok,
suka minum minuman keras, suka begadang atau banyak pikiran, akan
tercermin langsung pada kulit anda, kulit anda pasti akan terlihat kusam.
   2. Minum air putih. Manfaat dari minum banyak air putih adalah menjaga
keseimbangan kelembaban, kekenyalan dan revitalitas kulit dari dalam.
   3. Sayuran dan buah. Buah dan sayuran banyak mengandung vitamin yang
baik untuk kulit, seperti vitamin C dan E yang berfungsi sebagai
antioksidan yang baik untuk kulit.
   4. Supplemen makanan, bila perlu. Jika asupan sehari-hari anda (sayur
dan buah) kurang, maka  anda dianjurkan untuk minum supplemen vitamin A, C
dan E.

B. Penanggulangan dari luar

     a) Perawatan dengan produk kosmetika, terutama :
   1. Yang berefek melembabkan / moisturizer, bahkan untuk kulit berminyak
sekalipun, karena kelembaban kulit bisa hilang sejalan dengan aktivitas
sehari-hari dan efek lingkungan, seperti ruang ber-AC.
   2. Yang berefek anti UV. Sinar matahari mengandung sinar UVA dan UVB
yang bisa membuat kulit anda kusam dan hitam.
   3. Krim malam. Krim malam baik, karena selama kita tidur / istirahat
malam, kulit melakukan regenerasi kulit, krim malam akan membantu
mengoptimalkan proses regenerasi kulit tersebut.
   4. Masker wajah, baik gel peel-off dan clay. Efeknya untuk membersihkan
dan mengembalikan kelembaban dan mengencangkan tekstur kulit.

    b) Perawatan dengan tehnik kosmetika
   1. Facial. Proses facial berguna untuk mengikis sel-sel kulit mati dan
kotoran yang tidak terjangkau dengan pembersihan biasa, dengan bantuan
para ahli kecantikan. Selain membersihkan, proses facial akan membantu
mempercepat proses pembaharuan sel-sel kulit, sehingga kulit tampak
berseri. Dewasa ini sudah banyak tehnik-tehnik facial, dari konvensional
(dengan scrubbing), microdermabrasi sampai ozonisasi.
   2. Pemijatan. Pemijatan area wajah bisa membantu mengembalikan
kecerahan kulit wajah, karena pemijatan akan memperlancar sirkulasi darah
dan suplai oksigen ke sel-sel kulit.

Silakan anda mencoba sendiri cara yang kami anjurkan tadi. Jika anda
merasa perlu, anda bisa saja langsung berkonsultasi lebih lanjut ke dokter
spesialis kulit. Kami rasa, konsultasi langsung ke dokter kulit akan
benar-benar membantu anda mengatasi masalah anda.

Demikian jawaban kami, semoga dapat membantu.

Salam,

Tim Konsultasi Kesehatan Mediasehat

Sumber : Media Sehat.com

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

February 12, 2008

HIV dan ‘Kumpul Kebo’

Tanya:

Pengasuh Yth, Sudah hampir empat tahun saya tinggal serumah dengan seorang laki-laki yang bekerja di kapal tanpa ikatan pernikahan. Laki-laki itu sudah bertugas di beberapa kota di Indonesia bahkan pernah bekerja di Singapura. Tetapi hampir empat tahun ini kami hidup sebagai suami istri bila kapalnya singgah di Parepare.

Suatu hari, ketika kami kencan dia mengeluh penisnya sakit. Ketika itu katanya luka karena terkena resleting celananya. Anehnya luka itu sangat lama, bahkan satu bulan kemudian alat kelamin saya juga ikut sakit. Ketika saya periksa ke dokter, saya kaget karena dinyatakan sifilis. Saya lebih kaget lagi ketika dokter menanyakan suami saya. tubuh saya panas dingin dan gemetar, tidak tahu harus bilang apa. Ketika itu saya tidak jadi membeli obat biar pun sudah ada resep.

Saya memilih ke berobat ke Makassar. Saya berobat hingga dinyatakan sehat oleh dokter. Tapi, teman kumpul kebo saya tidak mau berobat dengan alasan penisnya hanya luka biasa bukan karena sifilis. Yang ingin saya tanyakan: (1) Apa benar penis teman kumpul kebo saya luka karena resleting celana atau memang dia sifilis?

Menurut dokter di Makassar saya tertular sifilis dari teman ‘kumpul kebo’ku karena sejak kami ‘kumpul kebo’ saya tidak pernah lagi kencan dengan laki-laki lain. Saya juga ingin tahu: (2) Apakah teman ‘kumpul kebo’ saya HIV? Selama ini dia selalu batuk-batuk selama saya tinggal serumah dengannya. Saya juga ingin tahu: (3) Bagaimana caranya agar tahu bahwa teman kencan saya HIV. (4) Apakah ada tanda-tanda lain di sekitar penis?

Nn. Sel

Jawab:

Tidak ada kaitan langsung antara ikatan pernikahan yang sah, baik menurut agama, kepercayaan atau negara dengan penularan HIV/AIDS. Sebagai virus HIV dapat menular melalui hubungan seksual pada pasangan suami istri jika salah satu dari pasangan itu HIV-positif dan suami tidak memakai kondom pada saat hubungan seks. Sebaliknya, biar pun tidak menikah, ‘kumpul kebo’ atau zina kalau kedua-duanya HIV-negatif maka tidak akan pernah terjadi penularan asalkan kedua-duanya tidak melakukan hubungan seks dengan pasangan lain.

(1) Kita tidak bisa menentukan apa penyebab luka pada penis temanmu. Untuk memastikannya harus diperiksa oleh dokter. (2) Tidak ada gejala atau tanda-tanda yang khas pada diri seseorang yang tertular HIV sebelum mencapai masa AIDS yaitu antara 5 – 10 tahun setelah tertular.

Pada masa AIDS seseorang yang HIV-positif sangat mudah diserang penyakit sehingga sering muncul beberapa penyakit pada dirinya, seperti diare, ruam, TB, dll. Tapi, bair pun ada gejala-gejala ini tapi untuk memastikan apakah ybs. HIV-positif harus melalui tes HIV dan diagnosis (pemeriksaan) dokter. (3) Ya, dengan menjalani tes HIV. Tes ini hanya bisa dilakukan di laboratorium tertentu dengan pengantar dari dokter. (4) Pada orang-orang yang tertular HIV infeksi tidak terjadi di alat kelamin, penis atau vagina, tapi di darah dalam tubuh.

Karena merasa was-was ada baiknya ajak dia menjalani tes HIV sukarela. Kalau dia tidak mau akan lebih baik kalau Anda yang menjalani tes. Soalnya, kalau seseorang tertular sifilis atau GO berarti dia sudah melakukan hubungan seks tanpa kondom sehingga ada risiko tertular HIV kalau teman kencannya yang menularkan sifilis atau GO juga HIV-positif.

Tapi, karena tidak ada gejala-gejala dan tanda-tanda yang khas pada diri seseorang yang tertular HIV maka banyak orang yang tidak menyadari dirinya sudah tertular HIV. Kalau tertular sifilis atau GO dalam beberapa hari sudah ada gejala-gejala, misalnya, perih atau sakit ketika kencing, sehingga orang menyadari dirinya sudah kena penyakit.

Team Pengasuh INFO KESPRO

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

February 8, 2008

TBC Terinfeksi HIV Positif

Tanya:

Assalamualaikum wr wb dok. Saya mempunyai anak laki-laki usia 20 tahun, sudah 2 bulan ini batuk-batuk, batuknya berdahak warna kuning dan demam tiap malam. Anak saya juga sering diare. Anak saya bekas pecandu narkoba jenis suntik tapi sudah berhenti sejak 2 tahun yang lalu. Dia sudah cek darah dan hasilnya HIV (+) dengan jumlah CD4 56.

Kami lalu ke dokter dan anak saya dianjurkan untuk tes dahak dan rontgen. Dokter mengatakan anak saya terkena TBC paru dan mesti minum obat 6 bulan. Bagaimana anak saya bisa terkena TBC paru padahal di keluarga kami tidak ada yang sakit TBC dan bagaimana dengan pengobatan HIV-nya? karena kata dokter penyakit dalam TBC-nya harus diobati dulu baru diobati HIV-nya. Tolong jawabannya dok. Terima kasih.

Ny. T

Jawab:

Waalaikumsalam wr wb. Tuberkulosis disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Kuman TB dapat hidup lama di dalam tubuh seseorang tanpa menyebabkan penyakit pada orang tersebut karena daya tahan tubuhnya baik dan baru akan menjadi penyakit bila mekanisme pertahanan tubuh tidak dapat melawan si kuman. Sumber utama penularan adalah melalui batuk atau bersin yang mengandung partikel kuman dari secret atau lendir yang dibatukkan atau dibersinkan tersebut.

Sekali batuk, seseorang dapat melontarkan 3000 kuman. Akhir-akhir ini seiring dengan meningkatnya penggunaan narkoba jenis suntik prevalensi HIV (+) juga meningkat karena pemakaian jarum suntik secara bergantian. Pada penderita HIV(+) dengan infeksi yang berkembang, sel darah puih akan terus menurun baik dalam jumlah maupun fungsinya.

Karena fungsinya untuk pertahanan tubuh, maka system imun akan kurang kuat untuk menangkal masuknya kuman M. tuberculosis dan infeksi oportunistik lain. Begitu pula yang dialami oleh anak ibu. Gejala penyakit TB paru adalah batuk lebih dari 2 minggu dangan dahak, berat badan turun, nyeri dada, demam.

Diagnosis pasti TB paru adalah melalui pemeriksaan dahak, bisa juga dengan foto roentgen dada. Pada penderita HIV dengan koinfeksi tuberculosis paru, pengobatan untuk TB sama dengan penderita TB HIV(-) yaitu selama 6 bulan. Sedangkan untuk pengobatan HIV, kapan mulainya pengobatan berdasarkan jumlah sel CD4 (cluster of differentiation, yaitu bagian dari sel darah putih untuk pertahanan tubuh), gajala klinis, dan jumlah virus dalam tubuh.

Menurut guideline WHO, CD4 merupakan indikator terpenting untuk memulai pengobatan antiretroviral yaitu bila nilai CD4 <200 sel/mm. Pengobatan TB secepatnya diperlukan apalagi bila hasil pemeriksaan dahak (+). Pengobatan TB bersamaan dengan antiretroviral juga bergantung kepada jumlah CD4. Bila hasil CD4 < 200 sel/mm, sebaiknya dilakukan pengobatan bersama anti TB dengan anti retroviral.

Tetapi bila hasil dahak (+) sedangkan pasien masih tidak bergejala berat, terapi antiretroviral bisa ditunda sampai 2 bulan pengobatan anti TB karena interaksi antara kedua macam obat. Melihat dari jumlah CD4 anak ibu yang rendah, sebaiknya pengobatan TB bersamaan dengan antiretroviral dengan pemilihan jenis antiretroviral yang tidak akan berinteraksi dengan anti TB. Untuk pilihan obat antiretroviral, sebaiknya ibu berkonsultasi ke dokter ahli penyakit dalam.

Team Pengasuh

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

February 7, 2008

Gonti-Ganti Pasangan Tanpa Kondom

Tanya:

Pengasuh Yth. Sebagai karyawan saya sering pindah tugas. Saya sering ganta-ganti pasangan karena istri saya kerja dan anak-anak sudah pada sekolah. Tapi saya sangat selektif dalam memilih pasangan kencan, maksudnya saya tidak berani tidur dengan perempuan tersebut sebelum mengenalnya dengan baik. Terkadang saya kencan dengan penyanyi, janda atau gadis yang saya pacari, tetapi terkadang juga dengan pekerja seks komersial.

Setiap kali kencan, terkadang saya menggunakan kondom tetapi terkadang pula tidak bila perempuan itu saya nilai tidak mungkin terkena HIV. Dan selama ganta-ganti pasangan, saya belum pernah terkena sifilis. Yang ingin saya tanyakan: (1) Apakah dengan gonta-ganti pasangan saya rentan tertular HIV? (2) Apakah HIV selalu diawali dengan sifilis atau penyakit kelamin lainnya? Uang pasti selama ini saya belum pernah terkena penyakit kelamin. Saya juga ingin tahu: (3) Apakah dengan menggunakan kondom ada jaminan bahwa seseorang akan terhindar dari penularan HIV?

W, Pontianak

Jawab:

Kita tidak bisa melihat denga mata telanjang apakah seseorang sudah tertular HIV atau belum. Biar pun teman kencanmu kau kenal dengan baik, tapi apakah Anda bisa menjamin sebelum berkencan denganmu dia tidak pernah berkencan dengan laki-laki lain? Yang jelas Anda sudah melakukan tiga perilaku berisiko tinggi tertular HIV yaitu (a) berkencan dengan pasangan yang berganti-ganti, (b) berkencan dengan orang yang sering berganti-ganti pasangan, yaitu pekerja seks, dan (c) tidak memakai kondom pada setiap melakukan hubungan seks dengan pasangan yang berganti-ganti. Risikonya saja besarnya. Status HIV seseorang hanya dapat diketahui melalui tes HIV. Anda tidak ada kaitan langsung antara sering pendah tugas dengan ganti-ganti pasangan.

(1) Ya, jelas, karena ada kemungkinan salah satu dari pasangan yang pernah Anda ajak kencan HIV-positif. Memang, probabilitas (kemungkinan) tertular melalui hubungan seks yang tidak memakai kondom 1:100. Artinya, dalam 100 kali melakukan hubungan seks dengan pasangan yang berganti-ganti ada 1 kali kemungkinan tertular HIV.

Tapi, kita tidak bisa mengetahui pada hubungan seks yang ke berapa terjadi penularan. Bisa saja pada hubungan seks yang pertama, kedua, kelima, kesepuluh, ketujuh puluh, dst. Jadi, melakukan hubungan seks dengan pasangan yang berganti-ganti atau dengan seseorang yang sering berganti-ganti pasangan, seperti pekerja seks atau waria, merupakan kegiatan yang berisiko tinggi tertular HIV.

(2) Tidak ada kaitan langsung antara sifilis dengan HIV. Tapi, jika seseorang mengidap sifilis maka ada infeksi di alat kelaminnya sehingga mudah tertular HIV karena luka-luka di kelamin bisa menjadi pintu masuk bagi HIV ke dalam aliran darah. Jika seseorang tertular sifilis atau GO maka dia sudah melakukan hubungan seks yang berisiko yang juga menjadi pintu masuk bagi HIV.

(3) Di dunia ini tidak ada yang bisa dijamin atau menjamin 100%. Yang jelas kalau kondom yang dipakai bagus, artinya belum expired, dan tidak sobek ketika dipasangkan ke penis maka kondom dapat menurunkan risiko tertular HIV atau PMS. HIV terdapat dalam cairan sperma. HIV tidak bisa melepaskan diri dari sperma.

Jadi, kalau sperma tertampung di dalam kondom maka HIV pun ada dalam kondom. Dengan memakai kondom maka penis terhindar dari pergesekan dengan mulut dan dinding vagina sehingga tidak terjadi penularan HIV. Selain itu penis pun tidak terendam di dalam cairan vagina sehingga tidak terjadi penularan (HIV juga terdapat dalam cairan vagina).

Team Pengasuh

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

February 6, 2008

Hipertensi Cabut Gigi, Bolehkah?

Tanya:

Dokter, saya merasa trauma untuk datang ke klinik gigi, sebelum dan setelah perawatan dilakukan, bagaimana mengurangi rasa trauma ini ya dok?

(GHD, Sekadau)

Jawab:

Selain usaha aktif dari dokter gigi, sikap pasien yang selalu bertanya kepada dokter mengenai riwayat sakit gigi serta keluhannya, akan sangat membantu proses penyembuhan. Dengan begitu, kemungkinan terjadinya komplikasi akibat tindakan pada gigi bisa diminimalisasi.

Penanganan kesehatan gigi sejak dini dalam stadium ringan, memungkinkan seseorang terhindar dari komplikasi yang membahayakan. Bagi mereka yang belum mengalami sakit gigi, perawatan seperti menggosok gigi setelah makan, harus rajin dilakukan.

Apabila struktur gigi tidak beraturan, harus lebih rajin memeriksakan diri ke dokter atau memberi perhatian esktra pada kesehatan giginya. Jauhi makanan yang terlalu panas atau dingin. Gigi berlubang atau tanggal harus segera diperiksakan ke dokter, agar dapat dilakukan penanganan medis secara tuntas.

Jangan menunggu hingga muncul rasa sakit yang berlebihan karena bisa menimbulkan infeksi yang dapat memicu komplikasi. Yang lebih penting, jangan pernah menunda untuk memeriksakan gangguan gigi ke dokter, seringan apa pun. Untuk mereka yang memiliki trauma akibat berobat ke dokter gigi, ada baiknya meminta saran dokter.

Kalau tidak, mintalah untuk didampingi orang terdekat saat melakukan pemeriksaan kembali. Hal ini penting karena banyak kasus trauma masa lalu yang menyebabkan penanganan gigi jadi terlambat, semoga dapat menjawab pertanyaan anda, terimakasih.

Tanya:

Dok, saya mau cabut gigi tetapi saya mempunyai penyakit darah tinggi jadi bagaimana? (SSA, Pontianak)

Jawab:

Dalam tindakan cabut gigi biasanya menggunakan anestesi yg umumnya mengandung adrenalin yg sifatnya menyempitkan pembuluh darah (vasokonstriktor). Bisa dibayangkan kan kalau saat tensinya tinggi (aliran darahnya tinggi) lalu tiba-tiba kita anestesi atau kita buat sempit pembuluh darah, bisa-bisa pembuluh darahnya pecah.

Nah bila itu terjadi bisa menyebabkan perdarahan dan di otak bisa menyebabkan stroke. Dan itu bisa berbahaya atas keselamatan jiwa seseorang. Kapan orang yang mempunyai hipertensi bisa dicabut? Karena sepanjang hidupnya selalu hipertensi.

Seyogianya berkonsultasi dahulu dengan dokter spesialis penyakit dalam atau penyakit jantung, juga dikontrol dahulu tensinya sehingga normal setelah itu bisa dilakukan tindakan pencabutan, disisi lain hypertensi tidak ada sangkut pautnya dengan gigi yang akan dicabut.

Anda jangan membayangkan, karena darah begitu tinggi, maka kalau gigi dicabut darah akan ‘muncrat-muncrat’ kemana-mana. Pandangan ini adalah pandangan dan cerita-cerita burung yg salah tentang hipertensi itu sendiri. Justru anda harus mencabut gigi yg rusak tersebut ‘segera’.

Mengapa? Gigi yang tidak mendapat perhatian pemeliharaan adalah penyebab timbulnya penyakit hypertensi/darah tinggi, penyakit jantung, stroke. Oleh karena apa? Oleh karena bakteri yang bersarang di dalam gigi yang rusak dan tidak terpelihara, akan masuk ke dalam jalan darah, dan meneruskan bakteri yang mulanya lemah menjadi kuat ke arah bagian-bagian penting didalam tubuh kita.

Salah satunya jantung. Kalau sudah demikian, maka apa yang terjadi selanjutnya dapat kita terka, anda akan mendapat sakit jantung/heart attack, brain attack, stroke, dan hypertensi.

Pergilah kedokter gigi untuk menyelesaikannya. sebab dokter akan memberikan suntikkan kebal pada gusi anda, agar anda tidak merasakan sakit pada waktu dicabut. Setelah itu anda akan diberi tampon berisi cairan kebal, untuk menjaga kesterilan luka bekas dicabut.

Seterusnya anda bisa mengobati rasa sakit pada gusi dengan minum obat paracetamol dan sejenisnya. Oleh karena itu, kontrollah secara teratur gigi anda ke dokter gigi, dan jagalah hygienis mulut.Selebihnya anda akan terhindar dari penyakit. Terimakasih.

Team Pengasuh

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

February 5, 2008

Lutut Nyeri Akibat Osteoartritis

Tanya:

Dokter, saya seorang ibu rumah tangga berusia 60 tahun. Saat ini saya mempunyai masalah dengan lutut saya. Kedua lutut saya terasa nyeri dan suka berbunyi, terutama kalau banyak berjalan. Kedua lutut saya juga tampak melengkung keluar. Saya juga tidak dapat menekuk lutut saya, sehingga terasa sangat sulit dan menderita sekali jika hendak bersujud atau naik turun tangga.

Lutut saya telah diroentgen, dikatakan dokter bahwa kedua lutut saya terjadi perkapuran dan celah sendi lutut menyempit. Karena sakit yang saya derita itu membuat saya menemui banyak hambatan dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Mohon petunjuk dan nasehat dokter untuk penyakit saya ini. Perlu juga dokter ketahui bahwa saya mempunyai berat badan yang berlebih alias gemuk. Terima kasih atas penjelasan dokter.

Ny. B, Pontianak

Jawab:

Yth. Ibu B di Pontianak. Sebelumnya kami mengucapkan terima kasih untuk surat ibu. Dilihat dari segi usia ibu, hasil roentgen lutut dan riwayat penyakit yang telah ibu sampaikan, kemungkinan besar ibu menderita penyakit Osteoartritis Lutut (OA Lutut), tapi untuk memastikannya sebaiknya ibu memeriksakan diri ke dokter terdekat.

OA Lutut paling sering ditemukan pada penderita berusia lanjut karena merupakan suatu penyakit degenerasi. Sejalan dengan bertambahnya usia seseorang maka struktur dan jaringan tubuh juga akan semakin berkurang fungsi, elastisitas dan daya tahan dari jaringan tersebut. Yang pada akhirnya jaringan tersebut akan menjadi aus dan rusak, demikian juga yang terjadi pada sendi lutut ini.

OA Lutut sering terjadi karena lutut merupakan sendi yang paling banyak dipakai saat kita bergerak. Faktor yang yang turut berpengaruh adalah kegemukkan, karena dengan semakin gemuk seseorang maka beban tumpuan pada kedua lutut juga semakin besar. Disamping itu juga faktor nutrisi, pola makan dan pola hidup juga sangat berpengaruh terhadap terjadinya kasus OA Lutut.

Gejala-gejala:

Keluhan yang sering menyertai adalah:

- Nyeri lutut.

- Kaku sendi.

- Bengkak sendi.

- Sendi berbunyi saat digerakkan.

- Sendi terasa goyah atau tidak stabil.

- Bentuk lutut yang melengkung keluar. Hal ini lebih banyak terjadi bagi mereka yang gemuk.

- Jika kasusnya berlanjut menahun dapat terjadi pengecilan daripada otot-otot tungkai bawah sehingga timbul kelemahan tungkai bawah.

Penatalaksanaan:

1. Obat-obatan: obat yang diminum, dioleskan ataupun disuntikkan langsung ke lutut.

2. Rehabilitasi Medik:

Tujuan terapi Rehabilitasi Medik adalah:

- Mengurangi/ menghilangkan rasa sakit.

- Memperbaiki fungsi lutut.

- Mengembangkan strategi menghadapi nyeri.

- Mencegah terulangnya kembali rasa nyeri dengan mengubah gaya hidup.

- Mencegah agar penyakit tidak bertambah parah.

Program Rehabilitasi Medik:

1. Terapi fisik: terapi panas, terapi dingin, elektroterapi, exercise seperti latihan aerobic endurance, latihan relaksasi, dll.

2. Okupasi terapi: memberikan petunjuk dan latihan-latihan yang disesuaikan dengan kondisi sakit pasien, sehingga dapat tetap melakukan aktifitas kegiatan sehari-hari.

3. Ortotik prostetik: memberikan dynamic-splint sebagai alat protektif lutut juga sebagai alat Bantu jalan.

4. Edukasi:

- Mengubah gaya hidup yang menyebabkan kerusakkan lebih parah pada sendi lutut, seperti: hindari sering naik turun tangga, jongkok, melompat, dsb.

- Hindari kegemukkan dengan dengan diet yang sehat dan berimbang.

- Istirahat cukup dan olahraga teratur. Olahraga yang disarankan bersepeda atau berenang.

- Biasakan melakukan pekerjaan rumah tangga seperti mencuci atau memasak dengan duduk.

- Pergunakan selalu kloset duduk, hindari kloset jongkok.

- Hindari berjalan atau berdiri dalam jangka waktu yang lama.

Demikian yang dapat kami sampaikan tentang nyeri lutut akibat Osteoartritis Lutut (OA Lutut) dan program Rehabilitasi Medik yang dapat dilakukan. Semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekali. Untuk konsultasi lebih lanjut dapat menghubungi kami.

Team Pengasuh

 

Sumber : Pontianak Post Online

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

January 29, 2008

Maag Tak Kunjung Sembuh

Masalah :

Dok, saya sering sakit maag nih… kalo lagi sakit perut bisa kembung n sedikir membesar. Saat sakit saya biasa minum obat maag yg sering di jual di toko2. Kira2 apa yg harus saya lakukan? ato adakan terapi apa yang bs membantu mengurangi ato bahkan menyebuhkan sakit maag saya? Thanks in advance

Hery, 23 tahun 

Jawaban :

Halo Hery,

maag memang lazim disertai dengan kembung karena tingginya asam lambung juga menyebabkan meningkatnya kadar gas asam di dalam lambung, akibatnya perut menjadi kembung. Tindakan minum obat maag jika tepat dosisnya memang sudah benar, namun musti diingat obat maag tidak boleh diminum lebih dari 6 kali dalam sehari. Jadi artinya jika memang sudah minum obat maag tiap 2 atau 3 jam, Anda masih merasa nyeri lambung, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Dokter mungkin mengganti obat maag dengan obat maag yang sifatnya lebih keras, namun harus diperoleh dengan resep dokter (tidak bisa dibeli sembarangan).

Untuk membantu mengatasi maag, Anda harus berhati-hati dengan makanan/minuman yang bisa meningkatkan kadar asam lambung, dan juga yang menimbulkan gas. Makanan pedas, berminyak dan sayuran pahit bisa meningkatkan produksi asam lambung, oleh karena itu sebaiknya hindari masakan yang pedas, berminyak dan juga sayuran pahit selama Anda masih merasakan nyeri lambung. Daging kambing juga bisa menimbulkan rasa panas di perut sehingga bisa memperparah gejala, karena itu Anda juga musti hindari. Demikian pula makanan yang bersantan. Makanan/minuman yang bisa menimbulkan gas misalnya jenis kubis (kol, bunga kol) dan juga minuman bersoda.

Usahakan pula agar Anda tidak pernah telat makan. Saat maag menyerang biasanya kita agak kurang selera untuk makan dalam jumlah normal, karena itu cobalah untuk membagi porsi makan ke dalam porsi yang lebih kecil, namun sering. Misalnya tiap 2 jam sekali Anda makan seporsi kecil nasi dan lauk pauk, diselang-seling dengan makan buah (yang tidak berasa asam) atau biskuit, agar lambung Anda tetap berisi makanan.

Jika maag yang Anda rasakan sudah sampai menimbulkan gejala seperti rasa panas di ulu hati dan juga nyeri kepala, artinya maag Anda sudah cukup parah. Segera periksakan diri Anda ke dokter sekarang juga karena lebih cepat diobati maka lebih cepat pula Anda bisa kembali tenang beraktivitas.

Demikian jawaban dari kami, semoga bisa bermanfaat bagi Anda. Salam dari Mediasehat!

Team Pengasuh

 

Sumber : Mediasehat.com

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

Sering Kentut dan Nyeri Perut Sebelah Kiri

Masalah :

Kenapa perut saya sering kentut? Perut sebelah kiri kadang agak nyeri, nyerinya samapai ke pinggang. Masalah ini sudah lama kurang lebih 3 bulan ini. Juga berak agak lembek. Sakit apa , ya dokter?

SETIONO, 35 tahun 

Jawaban :

Salam ananda Setiono, Sering "buang gas" dari perut berarti ada kekurangan proporsi makanan yang masuk dan atau bisa juga berarti komsumsi nutrisi yang dicerna memang banyak mengandung gas yang memang harus dibuang. Kalau "buang gas" terkumpul regular sedikit cepat terdorong keluar, keluar sedikit-sedikit pula, harusnya ananda bersyukur, karena itu berarti sistem pencernaan ananda cepat tanggap. Tetapi saya mengerti rasa terganggu yang timbul kalau tindakan ini disertai bunyi dan / atau bau yang menyengat, ananda jadi merasa sungkan dan janggal dengan orang di sekitar ananda saat itu.

Ada cara yang bisa dilakukan, yaitu dengan menghindari / mengurangi dulu makanan-minuman yang bisa membuat ananda mengeluarkan gas saat dicerna, seperti telur, kacang-kacangan / biji-bijian, dan sayuran kubis. Hindari / kurangi juga minuman yang mengandung gas pada penyajiannya, seperti minuman soft drink. Hindari makanan-minuman itu jauh-jauh sebelum melakukan sosialisasi dengan banyak orang.

Keluhan sakit perut sebelah kiri / nyeri yang menjalar sampai dengan ke pinggag, dari cara penjalarannya lebih sesuai dengan adanya tanda-tanda gangguan sistem saluran kemih : ada hablur / kristal mineral dalam sekresi air kemih - coba cek warna air kemih / urin pagi ananda, tampung dalam tempat bekas selai yang sudah dibersihkan dan direbus dalam rendaman air panas minimal 30 menit mendidih. Perhatikan setelah didiamkan beberapa menit, apakah terbentuk endapan atau tidak?

Bila ada ketidak-samaan pada kejernihan urin dan ada endapan, itu berarti pertanda ada kelainan (hablur yang merupakan cikal bakal batu ginjal / hablur tanda kerusakan baru dan peradangan saja), ini dapat dicek di laboratorium terdekat di daerah ananda. Ada satu cara termudah dengan tujuan 'mengikis dan mendorong' keluar hablur ini, yaitu dengan meminum banyak air putih. Kalau dari hasil laboratorium terdeteksi juga adanya infeksi bakteri, maka bisa langsung diberi obat (infeksi saluran kemih), tentunya terlebih dahulu konsultasikan langsung ke dokter di RS, Klinik ataupun Puskesmas.

Bila air kemih tampungan awal sampai dengan beberapa saat kemudian tetap jernih dan berwarna, barulah ada kemungkinan gangguan di sistem cerna sebelah kiri. Keadaan feses yang agak lembek, coba ananda perhatikan kalau bentuknya masih bagus, itu berarti sistem pencernaan ananda masih berjalan dengan baik-baik saja. Demikian keterangan dari saya, semoga dapat membantu.

Team Pengasuh

 

Sumber : Mediasehat.com

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

Deteksi Gangguan Saluran Cerna dari Pijat Refleksi

Masalah :

Semalam saya pijat refleksi. Menurut sensei pemijat, saya sepertinya punya masalah dengan 'perut'. Analisa dia, terdapat 'endapan' dalam dalam lambung dan sekitarnya, sehingga mengganggu proses pencernaan dan sistim lainnya. Memang ada betulnya, karena walau hampir setiap hari saya buang air besar, namun saya kurang sekali minum air putih (sehingga jarang buang air kecil) dan kurang sayur. Bagaimana baiknya 'mengatasi' masalah di perut tersebut? (saya termasuk yang agak 'malas' ke dokter, karena saya selalu tidak setuju, bahwa obat2an selalu menjadi solusi utama para dokter. bila ada 'pengobatan alami, saya lebih tertarik untuk mencoba mengikutinya.) Terima kasih.

Aries

Jawaban :

Dear ananda Aries,

Bila memang penyakit / keluhan yang dirasakan bukan bersifat organik atau baru induksi psikis - neurologis yang sedikit kurang beres, berobatnya tidak perlu harus ke dokter juga tidak apa. Gangguan memang secara rasional masih dapat diterima dan bahwa hanya dengan merangsang / memicu kembali ke arah alur yang normal, masih dapat kembali berfungsi secara notmal pada bagian yang terkait kelainan tersebut.

Pada prinsipnya untuk memperlancar kerja saluran cerna (dari fisik - organik sampai dengan metabolik enzimatik) perlu konsistensi - regulasi dalam pasokan makanan (zat padat) dan minuman (zat cair). Untuk pembanding saluran air / GOT yang dipakai untuk membuang sampah dapat masih tetal berjalan dengan lancar (sampah sedikit), macet sampai dengan banjir (zat padat sampah menutup seluruh penampang saluran dan terdiri atas zat-zat yang keras / sukar terkikis aliran air!). Jadi pada dasarnya komposisi makanan-minuman yang terdiri dari zat padat dan cair harus sesuai kebutuhan tubuh dalam gerak dorong-remas (peristaltik saluran cerna dan enzim-enzim cernanya).

Saya kira, ananda sudah sangat bagus telah menyadari adanya kekurang-serasian pada pola dan menu makan-minum, nah sekarang niat untuk memperbaiki pola dan menu ini yang harus dicanangkan / dimulai dalam diri ananda, karena sepertinya ananda telah sedikit banyak memahami sistem pencernaan tubuh ini.

Bahan tradisional memperlancar pencernaan ada cukup banyak, seperti daun pepaya, sayuran yang banyak mengandung serat, buah-buahan berasa masam / yang mempermudah suasana sistem cerna (yaitu pepaya dan pisang yang telah masak, juga apel plus kulitnya), dan air putih dengan / tanpa mineral. Air ini sangat bermanfaat untuk regulasi sistem cerna, ginjal, turgor kulit / sel tubuh 'kencang dan pertahanan bentuk - struktural organ / jaringan intra - ekstra vaskuler.

Demikian penjelasan saya, semoga dapat membantu.

Team Pengasuh

 

Sumber : Mediasehat.com

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

January 26, 2008

BAB Berdarah dan Berlendir Yang Gak Sembuh-Sembuh

Masalah :

Dok, saya menderita sakit kolitis kronis (buang air besar keluar darah dan lendir) sudah 6 tahun sampai saat ini. Berbagai pengobatan dokter spesialis maupun pengobatan alternatif sudah kami jalani namun belum membuahkan hasil. Saya sudah menjalani colon inloop, colonoscopy, pemeriksaan darah, pemeriksaan Faeces, namun tidak ditemukan adannya kangker/sel ganas. Apa penyakit saya masih bisa disembuhkan Dok …? mohon bantuannya.

Terima kasih

Wasalam

Rachmawati, 31 tahun 

Jawaban :

Dear ananda Rachmawati, Pertama-tama saya bersama tim konsultasi kesehatan mediasehat.com, meminta maaf atas keterlambatan menjawab pertanyaan ananda. Ini dikarenakan masa menjelang lebaran sampai pasca-lebaran dan ada beberapa aspek kendala yang tidak dapat dihindari dan diatasi dengan cepat. Kolitis kronis sudah 6 tahun dengan upaya deteksi dan upaya pengobatan tidak mereda, dapat digolongkan yang IDIOPATHIC (tidak / belum diketahui penyababnya). Biasanya ada keterkaitan dengan sistem imun dan / atau psikis. Untuk mengetahui kemungkinan adanya keterkaitan sistem imun, status imun ananda ini dapat diperiksakan ke laboratorium klinik. Sementara jika ada keterkaitan psikis, ananda sendirilah yang bisa menetralisirnya.

Coba sekarang ingat-ingat, apakah ananda mempunyai permasalahan yang selama 6 tahun ini belum terpecahkan dengan tuntas ?! Di bawah alam sadar kita itu kadang hormon "stres tubuh" dapat menguasai segala sel-jaringan tubuh, secara diam-diam organ tubuh terlemah dapat menampilkan gejala klinik. Juga beberapa hormon yang berpengaruh atas dinding pembuluh darah. Lendir, dapat merupakan produk sekresi epitel permukaan / kelenjar saluran cerna, yang biasanya merupakan upaya 'defensif' atas hal-hal berupa 'agent' kontak langsung atau lewat aliran darah ataupun limfe. Darah, merupakan petanda adanya "luka" sistem pembuluh darah, dapat dilihat warnanya segar atau kehitaman. Dapat dilihat juga pembuluh darah yang terluka ini apakah pembuluh darah kapiler / kecil (darah seakan membelit feses), ataukah pembuluh darah yang besar yang keluar berupa gumpalan-gumpalan darah.

Perdarahan berwarna segar itu kebanyakan berasal dari pembuluh darah yang luka di bagian dekat-dekat menara pembuangan (anus). Sementara warna kehitaman itu berarti pembuluh darah yang luka ada di bagian yang lebih tinggi (lambung / usus halus / usus besar bagian awal). Nah sekarang, apakah sebenarnya BAB (buang air besar) yang terus menerus ananda ini dalam porsi lendir - darah yang berkondisi sama ? Ataukah hanya muncul setelah makan-minum makanan-minuman tertentu ? Kalau begitu, sebaiknya hindari dulu makanan-minuman tersebut. Penyakit pencernaan seperti yang ananda alami ini pasti berawal dari pola hidup, terutama pola dan menu makan. Coba perhatikan pola makan ananda, apakah ananda sering menunda-nunda makan ? Atau, apakah ananda sering makan makanan yang pedas atau yang menimbulkan luka pada saluran cerna ? Seperti yang kami anjurkan sebelumnya, hindarilah makanan-minuman yang menimbulkan semua ini ataupun yang makin memperburuk keadaan.

Cobalah ubah menu makan dengan menu makan yang sehat dan bergizi. Coba juga minum banyak air putih, ini baik untuk sistem 'recovery' sel-jaringan dan juga baik untuk memperkuat sel - jaringan sehingga tidak mudah "terluka". Demikian penjelasan dari kami, semoga bermanfaat.

Sumber : Mediasehat.com

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

Maag Tak Kunjung Sembuh

Masalah :

Dok, saya sering sakit maag nih… kalo lagi sakit perut bisa kembung dan sedikir membesar. Saat sakit saya biasa minum obat maag yg sering di jual di toko2. Kira2 apa yg harus saya lakukan? ato adakan terapi apa yang bs membantu mengurangi ato bahkan menyebuhkan sakit maag saya? Thanks in advance

Hery, 23 tahun 

Jawaban :

Halo Hery,

Maag memang lazim disertai dengan kembung karena tingginya asam lambung juga menyebabkan meningkatnya kadar gas asam di dalam lambung, akibatnya perut menjadi kembung. Tindakan minum obat maag jika tepat dosisnya memang sudah benar, namun musti diingat obat maag tidak boleh diminum lebih dari 6 kali dalam sehari. Jadi artinya jika memang sudah minum obat maag tiap 2 atau 3 jam, Anda masih merasa nyeri lambung, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Dokter mungkin mengganti obat maag dengan obat maag yang sifatnya lebih keras, namun harus diperoleh dengan resep dokter (tidak bisa dibeli sembarangan).

Untuk membantu mengatasi maag, Anda harus berhati-hati dengan makanan/minuman yang bisa meningkatkan kadar asam lambung, dan juga yang menimbulkan gas. Makanan pedas, berminyak dan sayuran pahit bisa meningkatkan produksi asam lambung, oleh karena itu sebaiknya hindari masakan yang pedas, berminyak dan juga sayuran pahit selama Anda masih merasakan nyeri lambung. Daging kambing juga bisa menimbulkan rasa panas di perut sehingga bisa memperparah gejala, karena itu Anda juga musti hindari. Demikian pula makanan yang bersantan. Makanan/minuman yang bisa menimbulkan gas misalnya jenis kubis (kol, bunga kol) dan juga minuman bersoda.

Usahakan pula agar Anda tidak pernah telat makan. Saat maag menyerang biasanya kita agak kurang selera untuk makan dalam jumlah normal, karena itu cobalah untuk membagi porsi makan ke dalam porsi yang lebih kecil, namun sering. Misalnya tiap 2 jam sekali Anda makan seporsi kecil nasi dan lauk pauk, diselang-seling dengan makan buah (yang tidak berasa asam) atau biskuit, agar lambung Anda tetap berisi makanan.

Jika maag yang Anda rasakan sudah sampai menimbulkan gejala seperti rasa panas di ulu hati dan juga nyeri kepala, artinya maag Anda sudah cukup parah. Segera periksakan diri Anda ke dokter sekarang juga karena lebih cepat diobati maka lebih cepat pula Anda bisa kembali tenang beraktivitas.

Demikian jawaban dari kami, semoga bisa bermanfaat bagi Anda. Salam dari Mediasehat!

Sumber : Mediasehat.com

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment

January 22, 2008

Anak-Anak Gagap

Masalah :

Assalamualaikum wr. wb
Anak sy umur 3.5thn akhir-akhir ini kok bicaranya agak gagap ya dok. padahal dulu tidak. mohon penjelasan apa yg harus kami lakukan.
terimakasih atas penjelasannya
wassalamualaikum wr. wb.

Nurrahman

Jawaban :

Waalaikumussalam. Wr.Wb
Banyak pakar berpendapat bahwa gagap adalah penyakit keturunan, artinya para penderita sudah membawa disposisi kondisi saraf yang membuat mereka rentan terhadap perkembangan kesulitan bicara. Predisposisi ini ditentukan oleh faktor keturunan. Jadi, bila kedua orangtua sehat dan normal dalam bicara, tetapi ada salah seorang paman atau kakek yang gagap, anak membawa predisposisi untuk rentan terhadap serangan gagap dalam berbicara. Ketegangan emosi yang dihayati seseorang pada saat ia berada di sebuah lingkungan pergaulan yang masih dirasakan asing membuat serangan gagap makin berkembang.

Gagap pun dapat berkembang bila anak-anak yang kidal dipaksa untuk menggunakan tangan kanan dalam melakukan aktivitas tertentu, seperti menulis atau makan. Pemaksaan tersebut akan berpengaruh terhadap konflik emosional dan anak menjadi tertekan. Efek emosi yang tertekan pada anak tertentu akan tertuju pada gangguan bicara.

Solusi

Anak-anak penderita gagap hendaknya dihindarkan dari situasi lingkungan yang menekan.
Contohnya, tidak memaksa anak menggunakan tangan kanannya kalau memang anak tersebut kidal. Kecuali itu, terapi seyogianya menyertakan ibu agar teknik terapi dapat dilanjutkan ibu dalam kehidupan sehari-hari.

Team Pengasuh

Sumber : LMI-Amilzakat.com

Tags: , ,
Permalink • Print • Comment